Jomblo Merapat, Ini Tips Bahagia dari Psikolog
- Penulis : Zein Muhammad
- | Selasa, 27 Okt 2026 21:15 WIB
selalu.id - Menjalani hidup sendiri tanpa pasangan sering kali dipersepsikan sepi oleh sebagian masyarakat. Padahal, status lajang sama sekali tak mengurangi porsi seseorang untuk meraih kebahagiaan hidup secara utuh.
Penelitian psikologi terbaru dalam jurnal Psychological Science mengungkapkan, kepuasan hidup seorang lajang tak melulu bergantung pada status hubungan semata. Faktor lingkungan sosial serta cara pandang masyarakat sekitar justru memegang peranan sangat krusial.
Baca Juga: Fenomena Bullying Semakin Merajalela, Begini Tanggapan Psikolog Sosial
Studi yang dipimpin psikolog Tita Gonzalez Avilés ini membedah data lebih dari 380.000 orang dewasa di 400 distrik Inggris Raya.
Secara umum, hasil riset mencatat warga yang memiliki pasangan memang melaporkan tingkat kepuasan hidup lebih tinggi. Namun, hal itu bukan berarti kaum lajang otomatis tak bahagia saat tinggal di lingkungan yang didominasi pasangan.
Banyaknya pasangan di suatu area ternyata tak berdampak langsung pada kebahagiaan warga lajang. Kepuasan hidup mereka relatif stabil.
Faktor penentu utamanya justru berada pada budaya dan pandangan sosial tempat mereka bersosialisasi.
Analisis menunjukkan, orang lajang cenderung mencatat kepuasan hidup lebih rendah saat tinggal di wilayah dengan budaya sangat religius atau berkecenderungan politik konservatif yang kuat.
Temuan ini sejalan dengan konsep person-culture match. Seseorang akan merasa jauh lebih nyaman dan sejahtera ketika pilihan hidupnya selaras dengan nilai-nilai lingkungan sosial tempat ia tumbuh.
Tekanan psikologis bagi kaum lajang kerap datang dari hal-hal kecil yang dianggap lumrah, seperti pertanyaan berulang kapan menikah hingga sindiran bahwa hidup belum lengkap tanpa pasangan.
Psikolog Bella DePaulo menyebut perlakuan stereotip dan tuduhan merendahkan terhadap orang lajang ini sebagai aksi singlism.
Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan Mental untuk Caleg Gagal
Meski sering disampaikan tanpa niat buruk, komentar tersebut berisiko mengikis otonomi diri.
Jika terus-menerus disudutkan, seorang lajang dapat merasa pilihannya sebagai suatu masalah, meski sebenarnya ia sangat menikmati kesehariannya.
Langkah Praktis Menyikapi Hidup Lajang
Untuk menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan, ada beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:
1. Pilah Lingkaran Pertemanan
Baca Juga: Psikolog UNAIR Sebut Tawuran Pelajar di Kenjeran Bukan Kenakalan Remaja Tapi Perilaku Penyimpang
Pilih teman yang tulus menghargai keputusan hidup. Jika sebuah interaksi justru memicu rasa minder atau tekanan, membatasi jarak adalah langkah sehat.
2. Bijak Ber-media Sosial
Alihkan perhatian dengan bergabung di komunitas berbasis hobi, minat, serta pengembangan diri ketimbang terus mengukur standar hidup dari status hubungan.
3. Fokus pada Tujuan Hidup
Memilih menikmati hidup saat lajang bukan berarti menutup diri dari cinta. Seseorang tetap bisa merajut impian lain sambil berproses menemukan pasangan di waktu yang tepat.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-16191-jomblo-merapat-ini-tips-bahagia-dari-psikolog
