Selasa, 27 Okt 2026 12:07 WIB

Motif Dibalik Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: Jenazah Dimutilasi, Dibakar dan Digiling

Konferensi pers pembunuhan berencana di Madiun, ibu dan anak dibunuh, dimutilasi, dibakar dan dimasukan mesin giling. (dony/selalu.id)
Konferensi pers pembunuhan berencana di Madiun, ibu dan anak dibunuh, dimutilasi, dibakar dan dimasukan mesin giling. (dony/selalu.id)

selalu.id — Motif di balik pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya AGF (4) di Madiun akhirnya terungkap.

Pelaku, Dwi Bagus Martono (40), diduga melancarkan aksinya karena dilanda kecemburuan dan perselisihan asmara dengan korban.

Baca Juga: Polisi Ungkap Suami yang Bunuh Istri Siri dan Anaknya di Madiun Miliki IQ di Atas Rata-rata

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Roy Sihombing, mengatakan peristiwa bermula saat pelaku menerima telepon dari istri sahnya yang meminta dijemput di stasiun. Hal tersebut memicu pertengkaran dengan korban yang diduga cemburu.

Lantaran tidak menemukan jalan keluar, pelaku yang sedang emosi mencekik korban hingga tewas di dalam kamar sebuah hotel di wilayah Madiun Kota. Anak korban yang berusia 4 tahun juga dihabisi dengan cara yang sama di dalam kendaraan pelaku.

"Akibat tak ada titik temu dari cekcok mulut tersebut, pelaku akhirnya menghabisi kedua korban dengan cara dicekik. Tindakan tersebut berlangsung selama kurang lebih dua hari," jelas Kombes Roy di Mapolda Jatim, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Top 5 Berita: Aksi Sadis Suami Siri hingga Dua Truk Kecelakaan di Mojokerto

"Untuk menghilangkan jejak, pelaku membakar jenazah korban, memotong-motong tubuh, lalu memasukkannya ke dalam mesin penggiling daging," imbuhnya.

Hubungan pelaku dan korban diketahui berstatus pernikahan siri yang telah berjalan sekitar dua tahun. Polisi hingga saat ini masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Baca Juga: Sadis! Ibu dan Anak Dibunuh, Dimutilasi dan Dibakar di Madiun

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan kedua orang itu hilang ke Polres Madiun Kota. Petugas Subdit III Jatanras kemudian menemukan kejanggalan dari rekaman CCTV yang menelusuri pergerakan dari rumah kos hingga hotel.

Pemeriksaan di kediaman pelaku berhasil menemukan lima pecahan tulang yang hasil uji laboratorium forensik dinyatakan berasal dari kerangka manusia. Pelaku akhirnya diamankan di sebuah padepokan di wilayah Gudo, Jombang, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Mapolda Jatim.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Dibekuk Persebaya 3-1, Pelatih Madura United Soroti Keputusan Wasit

Meski menyayangkan keputusan wasit, Ze Gomes tetap mengakui keunggulan Bajul Ijo di 45 menit awal.

Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, 25 Tahun Penantian Inggris Tuntas

Kane mengalahkan nama-nama besar seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Ternyata, Begini Kronologi Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta di BRI Nganjuk

Menanggapi kabar yang beredar soal isu kredit fiktif, Ahmad meluruskan bahwa tidak pernah ada transaksi atau pencairan kredit baru setelah debitur PA meninggal.

Kejari Kota Mojokerto Bongkar Kasus Korupsi Pembiayaan BNI Syariah Rp8,2 Miliar

Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, Yusaq Djunarto menjelaskan perkara ini bermula pada tahun 2015 dan 2016 di BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Mojokerto.

Pengedar Sabu di Bogen Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama menegaskan akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dramatis! Tim Bagor Segel Gelar Juara Piala Dandim Cup Bola Voli 2026 di Nganjuk

Dandim Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti berharap ajang ini bisa memicu lahirnya bibit-bibit atlet berbakat yang mampu bersaing di level lebih tinggi.