Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah
- Penulis : Ariyanto
- | Minggu, 18 Okt 2026 14:13 WIB
selalu.id - Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo membawa angin segar bagi para petani setempat.
Penyaluran pupuk bersubsidi dari Pupuk Indonesia melalui KDKMP dinilai jauh lebih praktis, dekat, dan transparan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Baca Juga: 600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo
Kemudahan tersebut dirasakan langsung oleh anggota Kelompok Tani (Poktan) Rukun Asih Desa Tambakrejo, Mohammad Jupri. Ia mengaku tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pasokan pupuk usaha taninya.
"Lebih dekat di sini. Prosesnya juga mudah dan cepat, cukup menunjukkan KTP saja, serta harganya sesuai HET," ungkap Jupri saat melakukan penebusan 100 kilogram pupuk bersubsidi di KDKMP Tambakrejo, Minggu (18/10/2026).
Senada dengan Jupri, petani lainnya, Abdul Munib, menebus pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK Phonska masing-masing sebanyak 300 kilogram.
Ia menyebut keberadaan koperasi desa ini menjadi solusi nyata atas kelangkaan titik penebusan resmi yang sebelumnya tidak ada di wilayah Desa Tambakrejo.
Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Ini Pesannya ke Siswa SMK
Pemerintah pusat pun terus memantau efektivitas operasional KDKMP secara langsung di lapangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa integrasi penyaluran barang subsidi ke KDKMP bertujuan untuk memotong rantai distribusi yang berbelit-belit.
"Dari pupuk (Pupuk Indonesia) langsung ke sini (KDKMP), jadi nggak ada lagi perantara. Syaratnya KTP saja. Semua barang-barang subsidi nanti di sini, untuk mensuplai kebutuhan warga biar tidak ada tengkulaknya. Harganya, harga dari pusat," tegas Zulhas saat meninjau KDKMP di Sidoarjo, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga: Punya Riwayat Gangguan Jiwa, Tim Hukum Tersangka Kasus Seksual di Sidoarjo Minta Uji Psikiatri
Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.
Berdasarkan data Kemenko Bidang Pangan per 14 Oktober 2026, akselerasi KDKMP secara nasional mencatatkan progres signifikan.
Di antaranya berbadan hukum: 83.363 KDKMP, memiliki akun SIMKOPDES: 79.733 KDKMP, memiliki NIB: 60.854 KDKMP, pembangunan fisik selesai (100%): 28.240 titik, dan dalam proses pembangunan: 7.392 titik.
Editor : Zein Muhammad