Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Karhutla di Indonesia. (Dok. Istimewa).
Karhutla di Indonesia. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membongkar keterlibatan pihak asing dan korporasi negara tetangga dalam bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di tanah air.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan, penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri saat ini sedang mendalami puluhan kasus yang melibatkan entitas bisnis berskala internasional tersebut.

Baca Juga: Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

"Dari 98 kasus yang didalami, ada keterlibatan pihak asing. Namun karena dalam proses penyidikan ini masih kita pilah, mana yang PMA (Penanaman Modal Asing), mana yang bukan. Tapi yang jelas ada keterlibatan pihak asing," jelas Jenderal Suyudi usai menghadiri rapat terbatas penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

Ia mengungkapkan, dari total penanganan karhutla oleh kepolisian, sebanyak 98 Laporan Polisi (LP) yang melibatkan sektor korporasi telah resmi dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Baca Juga: KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Pihak Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengumpulkan alat bukti yang kuat. Dalam waktu dekat, kepolisian akan segera mengumumkan nama-nama tersangka yang menyeret petinggi korporasi, baik pemilik modal maupun pemegang saham yang terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media mengenai dugaan keterlibatan tujuh perusahaan yang sebelumnya sempat disorot oleh pemerintah Singapura, orang nomor satu di Polri tersebut membenarkan hal itu.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

"Ya, ada negara tetangga," katanya singkat.

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing yang menanamkan modalnya di Indonesia tanpa mengindahkan aturan kelestarian lingkungan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.