Kamis, 15 Okt 2026 00:02 WIB

Akses Pelabuhan Ketapang Lumpuh, Macet Mengular hingga 10 Kilometer

Kemacetan parah menuju akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (Foto: Rahmat/selalu.id).
Kemacetan parah menuju akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (Foto: Rahmat/selalu.id).

selalu.id - Akses menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi lumpuh total akibat kemacetan parah yang terjadi selama empat hari terakhir.

Antrean panjang kendaraan mengular hingga 10 kilometer, memicu keluhan meluas dari warga lokal maupun pengguna jalan lintas provinsi, Minggu (30/8/2026).

Baca Juga: Top 5 Berita: 3 Anggota DPRD Kader Gerindra hingga Kakek Tewas

Penumpukan armada skala besar seperti truk trailer dan tronton pengangkut muatan logistik tujuan Lombok dan Bali tampak mendominasi antrean.

Sejumlah sopir bahkan mengaku harus tertahan hingga dua hari untuk bisa masuk ke area pelabuhan.

Salah seorang pengusaha travel asal Banyuwangi, Ilham, mengungkapkan kekesalannya atas situasi yang melumpuhkan aktivitas usahanya tersebut.

"Kalau bisa naik motor saya naik motor mas. Tapi mau gimana lagi, kerjaan saya harus pakai mobil," kata Ilham kepada selalu.id yang kini terjebak macet sekitar dua kilometer dari pelabuhan, Minggu (30/8/2026) malam.

Pemicu kemacetan parah ini disinyalir akibat lonjakan volume kendaraan yang tidak mampu tertampung oleh kapasitas operasional penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk maupun Ketapang-Lembar.

Kemacetan parah menuju akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (Foto: Rahmat/selalu.id).Kemacetan parah menuju akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (Foto: Rahmat/selalu.id).

Baca Juga: Tiga Anggota DPRD Kader Gerindra di Jatim Terjaring Razia Narkoba di Hotel Surabaya

Kondisi diperparah dengan adanya pengerjaan perbaikan dermaga di area Pelabuhan Ketapang, yang berdampak pada berkurangnya trip operasional kapal.

Dampak kemacetan ini juga dirasakan oleh sopir angkutan barang lintas pulau.

Rudi, warga asal Bali yang mengemudikan truk tronton muatan triplek dari Lumajang menuju Bali, membenarkan adanya kemacetan total yang menjebak para sopir sejak dari arah berlawanan.

"Tadi pagi saya dari Gilimanuk macet total juga. Saya bawa tronton muat triplek dari Lumajang mau bawa ke Bali," ungkapnya.

Baca Juga: Urai Macet di Jalur Ketapang, Ditlantas Polda Jatim Terjunkan 60 Personel dan Puluhan Motor Patroli

Hingga kini, pantauan di lokasi kepadatan arus lalu lintas di sepanjang jalur utama Pelabuhan Ketapang masih terus terjadi.

Warga dan para pengguna jalan berharap adanya penanganan cepat serta solusi penguraian arus dari pihak pengelola pelabuhan maupun kepolisian setempat.

Sebab, hingga saat ini pula, belum terlihat petugas yang turun ke lokasi untuk mengatur kemacetan tersebut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bos Biro Umroh Surabaya Dipolisikan Kasus Kekerasan Seksual-Aborsi, Kuasa Hukum Bantah Begini

Berdasarkan keterangan kuasa hukum pelapor, kedua belah pihak awalnya bertetangga. Kedekatan bermula setelah suami korban meninggal dunia pada 2023. 

Jejak Kelam Kampung Narkoba Jalan Kunti Surabaya

Kawasan Jalan Kunti Surabaya pernah tumbuh menjadi pusat peredaran sabu-sabu yang tertutup, sistematis, dan sukar ditembus yang punya sistem keamanan.

Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

Dalam dinamika ini, Kaji Ipuk juga menyinggung perlunya edukasi bagi kader yang dinilai masih perlu memahami nilai dan jati diri partai.

Marhaen Lantik 103 Pejabat Pemkab Nganjuk, Tekankan Layanan Kecamatan dan Netralitas Pilkades

Marhaen menekankan agar para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi di tempat tugas yang baru dan langsung bekerja untuk masyarakat.

40 Rumah di Jalan Ubi Surabaya Terancam Kehilangan Akses Jalan, DPRD Bilang Begini

Cahyo meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan warga tetap memiliki akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari setelah normalisasi berlangsung.

Kebakaran Hanguskan Dua Rumah di Sukodono, Pemkab Sidoarjo Langsung Perbaiki

Pemkab Sidoarjo menargetkan perbaikan mulai dikerjakan pekan ini dengan menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).