TPST Berbek Sidoarjo Genap 10 Tahun, Sampah Rumah Tangga Disulap jadi Sumber Cuan Warga
- Penulis : Ariyanto
- | Minggu, 30 Agu 2026 13:48 WIB
selalu.id - Fasilitas pengelolaan sampah mandiri tersebut tidak sekadar menjadi tempat penampungan, tetapi berkembang menjadi ruang kerja bagi warga sekaligus upaya mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke tempat pembuangan akhir.
Setiap hari, sekitar 9 hingga 10 ton sampah domestik dari permukiman warga masuk ke TPST Berbek. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar empat ton yang akhirnya dikirim ke TPA Jabon, Sidoarjo.
Baca Juga: Sidoarjo Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah dan Kabupaten Asri
Sisanya dipilah berdasarkan nilai ekonomisnya. Material yang masih memiliki nilai jual kemudian disalurkan kepada pengepul maupun mitra industri. Pola tersebut membuat pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses membuang, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Koordinator KSM TPST Berbek, Sudarmadi, mengatakan pengelolaan fasilitas tersebut melibatkan 22 orang pengurus. Sekitar 60 persen di antaranya merupakan warga lokal, sedangkan lainnya merupakan pendatang yang turut menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengelolaan sampah.
“Dari sampah yang masuk, kami pilah mana yang masih memiliki nilai jual. Jadi tidak semuanya langsung dibuang ke TPA,” kata Sudarmadi.
Tumpukan sampah tidak selalu berujung pada persoalan lingkungan. Di Desa Berbek, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, sampah rumah tangga justru menjadi bagian dari roda ekonomi warga yang telah berjalan selama satu dekade.
Menurutnya, keberadaan TPST juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang terlibat dalam proses pengelolaan sampah. Aktivitas tersebut sekaligus membantu mengurangi sampah yang harus dibawa ke TPA Jabon dan menjadi sumber penghasilan bagi warga.
Pengelolaan TPST juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Berbek dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Keterlibatan pemerintah desa bahkan disebut tidak sebatas memberikan dukungan administratif.
Baca Juga: Hiu Tutul Muncul di Tlocor, Sidoarjo Bersiap Sambut Ikon Wisata Bahari Baru
“Kepala desa dan ketua BPD aktif hampir setiap hari membantu langsung di lokasi TPS,” ujar Sudarmadi.
Keberadaan TPST menjadi semakin penting karena Berbek berada di kawasan yang berbatasan dengan Kota Surabaya dan dekat dengan kawasan industri. Namun, aktivitas industri di sekitar lokasi tidak serta-merta membuat TPST menerima seluruh jenis limbah.
“Meski sangat dekat dengan kawasan industri, kami tidak pernah menerima limbah B3. Murni hanya sampah domestik rumah tangga. Kami tidak pernah menerima limbah spesifik seperti reruntuhan bangunan dan sebagainya,” tambah Sudarmadi.
Pengelolaan tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 116 Tahun 2022 yang menjadi salah satu landasan operasional pengelolaan sampah. Dukungan pembiayaan juga berasal dari bantuan keuangan Desa Berbek serta dana aspirasi Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sidoarjo dari daerah pemilihan setempat.
Baca Juga: Keren, Warga Desa Tromposari Sidoarjo Sulap Lahan Kumuh jadi Wisata Wringin Asri
Memasuki usia satu dekade, perjalanan TPST Berbek tidak hanya berbicara soal sampah. Pada 1 Agustus lalu, peringatan hari jadi ke-10 digelar bersamaan dengan peresmian aula baru hasil sinergi pemerintah desa dan masyarakat serta rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari tempat yang dahulu identik dengan bau dan tumpukan limbah, TPST Berbek kini memperlihatkan wajah berbeda. Kantong-kantong sampah tersusun rapi sebelum dipilah dan disalurkan sesuai jenisnya.
Keberadaan TPST tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dari tingkat desa bisa menjadi mata rantai penting untuk menekan sampah yang berakhir di TPA sekaligus membuka sumber penghasilan bagi masyarakat.
Editor : Redaksi