Selasa, 13 Okt 2026 04:38 WIB

Cak Imin Disebut Siap Maju Ketum PBNU

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Dok. PKB for selalu.id).
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Dok. PKB for selalu.id).

selalu.id - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin disebut siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU. Langkah ini dinilai bagian dari upaya mengamankan peta politik 2029.

Kedekatan Muhaimin dengan Presiden Prabowo menjadi perhatian tersendiri. Sebagai menteri koordinator di kabinet Prabowo, langkah majunya dinilai membawa pertimbangan elektoral yang strategis menjelang 2029. 

Baca Juga: Potret Kebijakan Absurd Penanganan Judi Online di Indonesia

Gus Muwafiq bahkan menilai lewat media sosial, "Hubungan dengan Pak Prabowo juga bagus. Kalau bisa, Cak Imin itu yang coba nyalon juga," katanya.

Namun di tengah isu itu, Cak Imin hingga kini masih memegang jabatan Ketua Umum PKB, partai politik praktis. 

Caketum PBNU, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menegaskan Cak Imin harus mundur dari kepemimpinan PKB terlebih dahulu jika ingin maju.

Dorongan agar Cak Imin maju juga datang dari sejumlah pihak, mulai dari Gus Muwafiq, Gus Maftuh, Forum Kader NU Yogyakarta, hingga Aliansi Santri Gus Dur. 

Di sisi lain, Cak Imin beberapa pekan terakhir kerap menyindir kepemimpinan PBNU lima tahun tanpa perubahan dan menyebut NU butuh pemimpin baru yang fresh, sindiran yang direspons balik oleh Ketua Umum PBNU Gus Yahya.

Baca Juga: Menatap Abad Kedua NU di Bawah Kepemimpinan Teduh Gus Kikin

Wacana itu menyisakan pertanyaan yang mengganjal di hati banyak nahdliyin.

Survei Parameter Politik Indonesia pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi menunjukkan 65,8 persen warga NU setuju organisasi menjauh dari politik elektoral, dan 76,1 persen berharap PBNU fokus mengurus umat dan agama.

Organisasi yang lahir dari perjuangan para muassis, yang melahirkan Resolusi Jihad dan ikut menjaga tegaknya negeri.

Baca Juga: Gus Kikin Terpilih jadi Ketum PBNU

Lantas, apakah kini rela dijadikan tunggangan partai politik? 

Para santri yang datang dari berbagai daerah untuk menjaga marwah NU berharap, jam'iyyah ini tidak digadaikan untuk kepentingan kursi.

Pertanyaan yang kemudian menggantung di ruang-ruang sidang menjelang pemilihan, mungkinkah NU dipimpin oleh ketua partai politik praktis yang masih aktif memegang kendali partainya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Cabai Rawit Tembus Rp92 Ribu per Kilogram, Siap-siap Inflasi Makin Pedas

Merespons kondisi tersebut, LPEM FEB UI mendorong pemerintah untuk memperkuat rantai distribusi dan pemerataan pasokan antarwilayah.

Penjelasan PSI Surabaya di Balik Foto Viral Pertemuan dengan Kader PDIP

Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa PSI Surabaya selalu terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk para politisi maupun kader dari partai lain untuk bergabung.

Dugaan Video Call Mesra dengan Pria Tersebar, Ruben Onsu Lapor ke Polda Metro Jaya

Saat ini, laporan tersebut telah diterima Polda Metro Jaya dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

PSI Surabaya Sebut Bakal Banyak Kader Partai Lain Bergabung Jelang Pemilu 2029

Di tengah dinamika perpindahan kader tersebut, Yuga menyatakan optimistis menghadapi agenda politik atau Pemilu pada 2029.

Puluhan Warga Ajung Jember jadi Korban Arisan-Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Saat ini, korban tengah mengumpulkan seluruh bukti transfer dan catatan transaksi untuk proses verifikasi faktual sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Gabung PSI Surabaya, Eks Kader PDIP Wajib Ikuti Patron Politik Jokowi

Yuga mengatakan PSI menjadikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai patron perjuangan partai, untuk membesarkan partai serta berjuang bagi masyarakat.