Jumat, 28 Agu 2026 16:37 WIB

Polda Jatim Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak agar Tak Terprovokasi Kericuhan

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Dok. Selalu.id).
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Polda Jawa Timur mengajak para orang tua untuk meningkatkan perhatian, komunikasi dan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, khususnya agar tidak mudah ikut-ikutan maupun terprovokasi untuk berada dalam kegiatan yang berpotensi berkembang menjadi kericuhan dan membahayakan keselamatan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama untuk melindungi anak, sekaligus memberikan edukasi agar generasi muda memahami pentingnya menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, tertib dan sesuai ketentuan.

Baca Juga: Polri Perkuat Pengamanan Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya tidak ikut-ikutan berada di lokasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Berikan pemahaman kepada mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh ajakan yang justru dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Abast mengatakan, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun demikian, penyampaian pendapat harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab serta tidak boleh berubah menjadi tindakan kekerasan, perusakan ataupun perbuatan lain yang melanggar hukum.

“Menyampaikan pendapat tentu harus kita hormati. Tetapi jangan sampai penyampaian aspirasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Terlebih bagi anak-anak dan pelajar, keselamatan dan masa depan mereka harus menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Ringkus Curanmor Warung Soto Sidoarjo asal Bangkalan

Pihaknya pun mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak, mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan mereka, termasuk memperhatikan informasi maupun ajakan yang diterima anak melalui media sosial.

“Anak-anak kita hidup sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengingatkan agar mereka tidak mudah percaya, terprovokasi atau mengikuti ajakan yang belum tentu mereka pahami tujuan maupun risikonya,” tutur Abast.

Polda Jatim juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak menjadikan keikutsertaan dalam suatu kegiatan sekadar sebagai bentuk ikut-ikutan.

Baca Juga: Upacara HUT ke-81 RI di Polda Jatim: Dari Refleksi Kemerdekaan hingga Apresiasi Personel

“Kami mengajak adik-adik pelajar dan generasi muda untuk berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi. Jangan karena ajakan teman atau informasi di media sosial kemudian ikut dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan. Sampaikan pendapat dengan cara yang baik, bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan kekerasan,” ujarnya.

Abast menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan kerja sama keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah dan kepolisian.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing dan kita edukasi anak-anak kita. Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terprovokasi, mereka justru menjadi korban ataupun terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka,” pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

BFI Finance Buka Ruang Edukasi Pembiayaan dan Otomotif lewat NGOPI 

Otospector membagikan tips memilih kendaraan bekas berkualitas, termasuk pemeriksaan kondisi kendaraan bekas.

Proyek Saluran Bikin Pengendara Terancam Kecelakaan, Wali Kota Eri: Keluar Saja Kalau Tak Sanggup!

Eri meminta kontraktor yang tidak sanggup mengikuti tahapan pekerjaan untuk tidak mengambil proyek di Kota Pahlawan. Lebih baik keluar.

Cak Imin Disebut Siap Maju Ketum PBNU

Namun di tengah isu itu, Cak Imin hingga kini masih memegang jabatan Ketua Umum PKB, partai politik praktis. 

Gegara Sampah, Tempat Usaha Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Ludes Terbakar

Saat ini, garis polisi telah dipasang dan penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan tim penyidik kepolisian setempat.

Sosok KH Miftachul Akhyar, Obor Tradisi di Abad Kedua NU

Memasuki abad kedua NU, muktamirin diajak untuk lebih bijak memilih Rais Aam yang berpegang teguh pada khittah dan independen dari kepentingan politik praktis.

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Isu Penekanan Peserta, Gus Salam Imbau Kembalikan Akhlak Ulama

Gus Salam menyerukan seluruh pihak mengedepankan penghormatan terhadap tuan rumah dan para ulama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan NU.