Vikram Sinha Kembali Pimpin Indosat, Fokus Perluas Ekosistem AI North Star
- Penulis : Zein Muhammad
- | Jumat, 02 Okt 2026 19:03 WIB
selalu.id - PT Indosat Tbk (Indosat atau IOH) resmi memperpanjang masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO).
Keputusan strategis ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 29 September 2026, menyusul pengumuman awal yang telah disampaikan pada Juli 2026.
Baca Juga: Kinerja Indosat Melonjak Tajam di 2026, Jatim jadi Penyumbang Terbanyak Kedua
Selain mengukuhkan posisi CEO, RUPSLB tersebut juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.
RUPSLB secara resmi menerima pengunduran diri Seppalga Ahmad dari jabatannya sebagai Komisaris. Pihak manajemen Indosat menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta kontribusi besar yang diberikan Seppalga selama mengabdi di jajaran komisaris.
Corporate Secretary, Director dan Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menegaskan bahwa perpanjangan kepemimpinan ini memperkuat optimisme perusahaan dalam melangkah ke babak baru transformasi digital.
“Kami menyambut babak baru bagi Indosat dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar. Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” kata Reski dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Ia menambahkan, melalui semangat #LebihBaikIndosat, Perseroan berkomitmen terus memberikan dampak positif bagi Indonesia bersama para pelanggan, mitra, dan pemegang saham.
Baca Juga: IM3 SATSPAM+, Inovasi Terbaru dari Indosat untuk Lindungi Penipuan di WA
Hasil RUPSLB ini sekaligus menjadi bahan bakar bagi Indosat untuk memperluas realisasi strategi AI North Star.
Indosat tak hanya berfokus pada infrastruktur AI dan kapabilitas cloud, tetapi juga membangun ekosistem AI terintegrasi dari hulu ke hilir, mencakup infrastruktur, platform, hingga solusi berbasis AI yang siap diakses pelaku usaha dan masyarakat luas.
Untuk menopang ambisi tersebut, Indosat mengandalkan dua mesin pertumbuhan utama. Pertama adalah Zankore: Memperkuat kapabilitas komputasi perusahaan lewat kontrak jangka panjang berkapasitas 200 MW.
Kemudian RAIA Grid: Didukung jaringan fiber optic sepanjang 86.000 kilometer untuk mendekatkan kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti, hingga masyarakat umum.
Baca Juga: Wow! Total Pendapatan Indosat Capai Rp51,2 Triliun di 2023
Tak berhenti di infrastruktur, Indosat juga memperkuat komitmen pada efisiensi energi melalui uji coba teknologi AI-Radio Access Network (AI-RAN). Inovasi ini mampu menekan konsumsi daya hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional.
Di sisi sumber daya manusia, Indosat menargetkan dapat memberdayakan hingga 2 juta talenta digital pada 2030.
Langkah ini ditempuh lewat kolaborasi intensif bersama perguruan tinggi, pemerintah, serta mitra teknologi guna memperluas riset AI dan mengasah keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Editor : Zein Muhammad