Guruh Soekarnoputra di Mata Wakil DPD PDI Perjuangan Jatim: Indonesia Kehilangan Marhaenis
- Penulis : Redaksi
- | Sabtu, 26 Sep 2026 12:49 WIB
selalu.id – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mas Guruh Soekarnoputra, Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Bung Karno.
Baca Juga: Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun
Indonesia kehilangan seorang putra Bung Karno yang sepanjang hidupnya memilih jalan pengabdian melalui kebudayaan, politik, dan perjuangan menjaga kepribadian Indonesia.
Mas Guruh bukan hanya mewarisi nama besar seorang Bapak Bangsa, tetapi membangun jejaknya sendiri sebagai seniman, budayawan, Marhaenis, dan kader PDI Perjuangan.
Bagi kami di Jawa Timur, kepergian Mas Guruh terasa dekat. Bertahun-tahun beliau menjadi wakil rakyat dari Jawa Timur di DPR RI. Pernah mewakili Surabaya–Sidoarjo, dan kemudian kembali mengabdi melalui daerah pemilihan yang meliputi Kediri, Blitar, dan Tulungagung.
"Karena itu, Jawa Timur bukan sekadar daerah pemilihan dalam perjalanan politik beliau, tetapi bagian panjang dari pengabdiannya sebagai wakil rakyat.
Saya juga mengenang Mas Guruh sebagai sosok yang teguh menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dari jati diri bangsa. Musik, tari, dan karya-karyanya selalu membawa kecintaan yang kuat kepada Indonesia—sebuah semangat yang terasa sangat dekat dengan ajaran Bung Karno tentang bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Selamat jalan, Mas Guruh.
Terima kasih atas karya, perjuangan, dan pengabdian panjang untuk Indonesia dan untuk masyarakat Jawa Timur.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar Bung Karno diberikan kekuatan dan ketabahan.
Husnul khatimah, Mas Guruh.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur
Didik Prasetiyono
Editor : Achmad Supriyadi