Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, SIERLakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran
- Penulis : Arif Ardianto
- | Sabtu, 26 Sep 2026 17:15 WIB
selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) memastikan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui respons yang cepat dan tepat terhadap setiap informasi, keluhan, maupun masukan yang disampaikan oleh masyarakat, tenant, maupun media.
Hal tersebut salah satunya ditunjukkan melalui respons manajemen SIER dalam menindaklanjuti informasi mengenai dugaan pembuangan air limbah oleh PT Veolia Services Indonesia, yang merupakan salah satu perusahaan yang beroperasi di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), kawasan industri yang dikelola PT SIER.
Baca Juga: Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan
Direktur Operasi PT SIER, Yohanes Deddy Setiawan, mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan lingkungan menjadi perhatian serius perusahaan dan akan segera ditindaklanjuti untuk memastikan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
“Setiap informasi yang kami dapat, baik dari masyarakat, tenant, maupun media, langsung kami tindaklanjuti dengan cepat. Apalagi jika berkaitan dengan persoalan lingkungan, tentu kami memberikan perhatian khusus,” kata Yohanes.

Terkait informasi mengenai dugaan pembuangan limbah tersebut, Yohanes menjelaskan bahwa manajemen PIER telah melakukan koordinasi dan penelusuran terhadap informasi yang berkembang. Langkah tersebut dilakukan antara lain dengan mengecek area yang disebutkan dalam pemberitaan serta meminta klarifikasi dan data pendukung dari perusahaan terkait.
“Kami telah melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Prinsip kami, setiap kesimpulan harus berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Yohanes menambahkan, kondisi air pada saluran drainase yang secara visual terlihat keruh atau berwarna gelap perlu diverifikasi lebih lanjut. Kondisi visual tersebut tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan ada atau tidaknya pencemaran lingkungan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap persoalan lingkungan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi manajemen SIER. Namun, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh agar informasi yang disampaikan kepada publik memiliki dasar yang objektif dan tidak menimbulkan kesimpulan sebelum proses verifikasi selesai,” ungkapnya.
Baca Juga: Peduli Pendidikan di Ring Satu Kawasan, SIER Tebus Ijazah dan Bantu Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu

Sebagai langkah penanganan awal, kata Yohanes, saat ini saluran air hujan yang diduga terdampak luberan air limbah telah dibersihkan oleh tim PIER. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan preventif untuk menjaga kebersihan sekaligus memastikan fungsi saluran drainase kawasan tetap berjalan dengan baik selama proses verifikasi berlangsung.
Selain penanganan langsung di lapangan, SIER juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengaliran air limbah di kawasan. Sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem, SIER merencanakan penambahan jaringan perpipaan dan fasilitas pompa yang terhubung dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Sebagai pengelola kawasan industri dengan tagline “Green, Modern, Integrated”, Yohanes menegaskan bahwa SIER senantiasa mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan untuk memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan sesuai dengan karakteristik kegiatan usahanya dan peraturan yang berlaku.
Pengawasan terhadap aspek lingkungan juga menjadi bagian dari pengelolaan kawasan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas industri dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan prinsip keberlanjutan.
Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang memerlukan perbaikan atau tindak lanjut, SIER akan berkoordinasi dengan perusahaan terkait serta instansi yang berwenang untuk memastikan langkah korektif dilakukan sesuai ketentuan.
“SIER tidak akan menutupi apabila ditemukan ketidaksesuaian. Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi telah memenuhi ketentuan, hal tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang,” jelas Yohanes.

Lebih lanjut, Yohanes menyampaikan bahwa PIER memiliki fasilitas IPAL dengan kapasitas mencapai 14.000 meter kubik per hari. Fasilitas tersebut digunakan untuk mengolah limbah cair non-B3 yang berasal dari tenant di kawasan PIER.
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-15666-respons-cepat-dugaan-luberan-air-limbah-sier-
