Senin, 27 Jul 2026 19:41 WIB

Wali Kota Eri Minta Polisi Usut Tuntas Penyerobotan Ruko di Ngagel Rejo Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Jul 2026 18:49 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di ruko Ngagel Rejo. (Dok. Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat sidak di ruko Ngagel Rejo. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penyelesaian dugaan penyerobotan dan intimidasi terhadap ruko di kawasan Ngagel Rejo kini sepenuhnya berada di ranah hukum.

Ia meminta seluruh pihak menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian dan tidak menempuh cara-cara yang mengarah pada aksi premanisme.

Baca Juga: Heboh, Seorang Anggota DPRD Surabaya Diduga Asik Ngegim saat Rapat Paripurna

Pernyataan itu disampaikan Eri usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Sabtu (25/7/2026).

Sidak itu dilakukan menyusul adanya laporan dugaan pendudukan paksa oleh sekelompok orang yang disebut berasal dari organisasi masyarakat (ormas).

"Jangan menggunakan kekerasan. Indonesia ini negara hukum. Jadi jangan mau menang sendiri dan jangan pakai kekuatan premanisme. Selesaikan lewat jalur hukum, karena kalau model begini, rusak tali persaudaraan di Kota Surabaya," tegas Eri, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, sengketa bermula setelah aset ruko dibeli pemilik baru melalui lelang resmi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dari Bank BRI. 

Namun, ia menyebut pemilik lama diduga tidak menerima hasil lelang tersebut dan mendatangkan sekelompok orang untuk menguasai bangunan.

Baca Juga: Dini Hari Mencekam di Surabaya, Polisi Gagalkan Bentrok Ratusan Massa Bersenjata

Eri meminta pihak yang mengaku sebagai pemilik sah segera membuat laporan resmi ke kepolisian agar seluruh proses penyelesaian dilakukan sesuai ketentuan hukum.

"Yang diambil paksa kemarin, saya minta lapornya langsung ke polisi, bukan ke Pak Wali. Biar proses hukumnya berjalan. Laporan ke kepolisian sudah masuk dan saat ini kepolisian sudah memprosesnya," jelasnya.

Eri juga menyatakan Satgas Anti-Premanisme akan turun apabila kembali terjadi dugaan penguasaan paksa atau gangguan ketertiban di lokasi sengketa. Meski demikian, ia menekankan tindakan tersebut tetap harus mengikuti proses hukum yang berlaku.

Baca Juga: Tawuran Kelompok Debt Collector Vs Petugas Valet Klub Malam Surabaya, Satu Orang Jarinya Putus

"Tugas Satgas Anti-Preman itu, ketika lokasi dikuasai secara ilegal, kita datangi agar hal itu tidak terjadi. Kalau ada aksi seperti itu lagi, ya kita tangkap. Selesaikan saja lewat jalur hukum yang berlaku," tegasnya.

Eri berharap keberadaan rekaman CCTV dan pengawalan dari kepolisian dapat membantu mengungkap peristiwa tersebut sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang bersengketa.

"Saya berharap kejadian ini bisa diselesaikan secara hukum dan memberi kejelasan untuk kedua belah pihak," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kecelakaan Maut di Pasuruan, Berikut Daftar Korban Tewas dan Selamat

Dalam insiden tersebut, juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta.

Kawal Pertumbuhan Ekonomi, DPRD Jatim Perkuat Sinergi Lewat Agenda Reses

Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat dari 14 Daerah Pemilihan (Dapil) se-Jawa Timur.

Pemprov Jatim Siap Dukung Jember Fashion Carnaval Tembus Level Internasional

Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui promosi, tetapi juga penguatan infrastruktur, konektivitas, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kinerja Pelindo Semester I 2026 Tumbuh Positif, DPR RI Beri Catatan Begini

Pelindo optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan hingga semakin efisien, kompetitif dan berkelanjutan.

Dari Jember untuk Dunia, Jejak Sukses JFC dan Harumnya Kostum Nasional Indonesia

Keberhasilan JFC bertahan selama lebih dari dua dekade jadi bukti kuat bahwa ajang tersebut memiliki kualitas dan daya tarik yang diakui hingga internasional.

Foto: Kecelakaan Maut di Gempol Pasuruan

Polisi menegaskan kini masih fokus ke penanganan korban juga mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan.