Konser Denny Caknan di Surabaya Makan Korban: 2 Orang Terluka Parah, Lainnya Luka dan Trauma
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 06 Jul 2026 13:57 WIB
selalu.id - Konser Denny Caknan di acara soft launching Surabaya Expo Center (SUBEC) di kawasan eks Hi-Tech Mall (THR), Surabaya, ricuh, Minggu (5/7/2026) malam.
Akibatnya, sekitar 10 orang penonton harus dilarikan ke RSUD dr Soewandhie setelah terjadi aksi saling dorong yang menyebabkan pagar pembatas jebol.
Baca Juga: Diduga Dicekoki Telur Mentah, Bayi di Surabaya Meninggal Dunia
Konser gratis dan terbuka untuk umum yang menjadi bagian dari peluncuran pusat kreativitas anak muda, itu dipadati pengunjung sejak sore.
Membludaknya massa membuat situasi di pintu masuk, khususnya di sisi selatan kawasan eks Hi-Tech Mall, tidak terkendali.
Ribuan penonton yang tertahan di luar area konser berdesakan untuk masuk hingga pagar pembatas roboh.
Kondisi itu memicu kepanikan. Sejumlah penonton dilaporkan terjatuh, terinjak, dan terhimpit massa yang terus merangsek ke dalam lokasi acara.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh membenarkan adanya korban dalam insiden tersebut. Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD dr Soewandhie untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Sempat Hilang Misterius, Ibu Muda Baru Melahirkan Ditemukan di Jurang Malang
“Semua dievakuasi ke RSUD Soewandhie. Terdapat 10 korban. Yang mengalami trauma fisik akibat berdesakan dan dorong-dorongan ada delapan orang,” katanya, Senin (6/7/2026).
Dari delapan korban trauma fisik, dua orang mengalami luka berat dan harus menjalani operasi.
“Dari delapan orang itu, yang luka berat ada dua orang dan saat ini memerlukan tindakan operasi,” jelas Billy.
Baca Juga: Persiapan Porprov Jatim 2027, Pemkot Surabaya Mulai Petakan Venue Pertandingan
Sementara itu, dua korban lainnya tidak mengalami trauma fisik akibat desakan massa, tetapi membutuhkan perawatan karena mengalami sesak napas dan stres setelah menjadi korban pencopetan di tengah kerumunan.
“Dua korban lainnya masuk kategori non-trauma karena memiliki riwayat sesak napas serta mengalami stres setelah menjadi korban pencopetan,” ungkap Billy.
Pihaknya memastikan sebagian korban yang hanya mengalami luka ringan sudah diperbolehkan pulang. Namun, dua korban dengan luka berat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan menunggu tindakan operasi.
Editor : Zein Muhammad