Kamis, 20 Agu 2026 15:43 WIB

Konser Denny Caknan di Surabaya Makan Korban: 2 Orang Terluka Parah, Lainnya Luka dan Trauma

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jul 2026 13:57 WIB
Sejumlah penonton yang terluka saat dibawa menggunakan ambulans. (Dok. Istimewa).
Sejumlah penonton yang terluka saat dibawa menggunakan ambulans. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Konser Denny Caknan di acara soft launching Surabaya Expo Center (SUBEC) di kawasan eks Hi-Tech Mall (THR), Surabaya, ricuh, Minggu (5/7/2026) malam.

Akibatnya, sekitar 10 orang penonton harus dilarikan ke RSUD dr Soewandhie setelah terjadi aksi saling dorong yang menyebabkan pagar pembatas jebol.

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Konser gratis dan terbuka untuk umum yang menjadi bagian dari peluncuran pusat kreativitas anak muda, itu dipadati pengunjung sejak sore. 

Membludaknya massa membuat situasi di pintu masuk, khususnya di sisi selatan kawasan eks Hi-Tech Mall, tidak terkendali.

Ribuan penonton yang tertahan di luar area konser berdesakan untuk masuk hingga pagar pembatas roboh. 

Kondisi itu memicu kepanikan. Sejumlah penonton dilaporkan terjatuh, terinjak, dan terhimpit massa yang terus merangsek ke dalam lokasi acara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh membenarkan adanya korban dalam insiden tersebut. Seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD dr Soewandhie untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Menagih Komitmen Pemkot Surabaya Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Miskin

“Semua dievakuasi ke RSUD Soewandhie. Terdapat 10 korban. Yang mengalami trauma fisik akibat berdesakan dan dorong-dorongan ada delapan orang,” katanya, Senin (6/7/2026).

Dari delapan korban trauma fisik, dua orang mengalami luka berat dan harus menjalani operasi.

“Dari delapan orang itu, yang luka berat ada dua orang dan saat ini memerlukan tindakan operasi,” jelas Billy.

Baca Juga: Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

Sementara itu, dua korban lainnya tidak mengalami trauma fisik akibat desakan massa, tetapi membutuhkan perawatan karena mengalami sesak napas dan stres setelah menjadi korban pencopetan di tengah kerumunan.

“Dua korban lainnya masuk kategori non-trauma karena memiliki riwayat sesak napas serta mengalami stres setelah menjadi korban pencopetan,” ungkap Billy.

Pihaknya memastikan sebagian korban yang hanya mengalami luka ringan sudah diperbolehkan pulang. Namun, dua korban dengan luka berat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan menunggu tindakan operasi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

Persoalan tersebut mengemuka dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan IndoSolar 2026 di Jakarta.

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno-Welirang, Jalur Pendakian Ditutup

Dampak dari insiden kebakaran ini, akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total mulai Rabu (19/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Waspada! Ini Tanda Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh, Jangan Disepelekan

Apabila Anda mengalami batuk persisten yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Melalui program Rise and Speak, Polri mengajak masyarakat berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan di sekitarnya.

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).

Tegaskan Arsip Bukan Cuma Administrasi, Ning Ita Minta OPD Kota Mojokerto Genjot Kinerja

Pemkot Mojokerto menargetkan peningkatan kualitas kearsipan secara berkelanjutan. Target dalam RPJMD 2027 ditetapkan mencapai 82, atau setara dengan predikat A.