Jumat, 09 Okt 2026 02:27 WIB

Ratusan Petani Gogol Sidoarjo Tagih Kejelasan Dana Gapoktan yang Kini Misterius Keberadaannya

  • Penulis : Ariyanto
  • | Rabu, 01 Jul 2026 21:26 WIB
Kantor Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id).
Kantor Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id).

selalu.id - Polemik dana simpanan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, kembali menjadi sorotan. 

Ratusan petani mempertanyakan kejelasan dana yang mereka setorkan sejak 2006, karena hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan maupun pengelolaannya.

Baca Juga: Aturan Baru Sound Horeg di Sidoarjo

Berdasarkan keterangan perwakilan kelompok tani, sebanyak 154 petani gogol masing-masing menyetorkan dana Rp500 ribu sehingga terkumpul sekitar Rp77 juta. Dana tersebut kemudian ditempatkan dalam bentuk deposito.

Selama kurang lebih enam tahun, para petani mengaku masih menerima pembagian bunga deposito sekitar Rp20 ribu per anggota setiap tahun. 

Namun, sekitar 2012 pembagian bunga berhenti tanpa penjelasan resmi. Sejak itu, mereka tidak lagi mengetahui perkembangan maupun status dana pokok yang telah disetorkan.

"Kami hanya ingin kejelasan. Dana itu berasal dari iuran para petani sejak 2006. Sampai sekarang kami tidak tahu dana itu ada di mana dan siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaannya," kata salah seorang perwakilan kelompok tani, Selasa (30/6/2026) malam. 

Para petani juga mengaku memperoleh informasi bahwa dana simpanan Gapoktan semula ditempatkan dalam rekening deposito di Bank BRI atas nama mantan Kepala Desa Grabagan. 

Menjelang berakhirnya masa jabatan kepala desa tersebut, rekening deposito itu disebut dipindahkan ke Bank BNI atas nama sekretaris desa yang hingga kini masih menjabat.

Namun, para petani mengaku tidak pernah menerima penjelasan resmi maupun dokumen mengenai dasar, mekanisme, dan proses perpindahan rekening deposito tersebut.

Persoalan kembali mencuat pada 2024 ketika anggota Gapoktan meminta dana pokok mereka dikembalikan. 

Hingga kini, mereka mengaku belum memperoleh kepastian mengenai keberadaan dana maupun mekanisme pengembaliannya.

Baca Juga: Bawa Ayam Krispi Isi Sabu ke Lapas Porong, Nenek asal Surabaya Diamankan

Para petani menyatakan telah berulangkali meminta klarifikasi kepada Pemerintah Desa Grabagan dan pihak-pihak yang pernah terlibat dalam pengelolaan dana Gapoktan. 

Namun, menurut mereka, belum ada penjelasan yang menjawab secara utuh mengenai keberadaan dana maupun pihak yang bertanggung jawab.

selalu.id telah beberapa kali berupaya meminta konfirmasi kepada Ketua Gapoktan, Sekretaris Desa, dan Bendahara Desa. Namun, hingga kini, Ketua Gapoktan belum memberikan tanggapan. 

Sementara itu, penjelasan yang disampaikan Sekretaris Desa dan Bendahara Desa belum menjawab secara utuh pokok persoalan yang dipertanyakan para petani.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan di kalangan petani adanya ketidakberesan dalam pengelolaan dana Gapoktan. 

Baca Juga: Desa Sidorejo Sidoarjo Sulap Greenhouse jadi Wisata Petik Melon Premium

Meski demikian, dugaan tersebut masih sebatas penyampaian para petani dan belum dapat dipastikan kebenarannya melalui proses hukum maupun pemeriksaan aparat penegak hukum.

"Kalau memang dananya masih ada, tunjukkan secara terbuka. Kalau ada dugaan penyimpangan, kami berharap aparat penegak hukum turun tangan agar persoalan ini terang dan hak para petani bisa dipenuhi," tegas perwakilan kelompok tani lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Grabagan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) membenarkan bahwa persoalan tersebut pernah dibahas pada masa pemerintahan kepala desa sebelumnya. Namun, pembahasan itu disampaikan di luar substansi utama konfirmasi yang diajukan. 

"Iya, Mas. Persoalan ini sudah pernah dibicarakan saat Pak Kades sebelum beliau terjerat kasus. Saat itu disampaikan bahwa kompensasi untuk petani akan dimusyawarahkan melalui Musyawarah Desa (Musdes), tetapi hingga kini belum terlaksana. Insya Allah, pada Musdes berikutnya hal ini akan kembali disampaikan dan keputusan diserahkan kepada para petani," ungkapnya.

Namun, jawaban tersebut belum menjelaskan keberadaan dana pokok Gapoktan, besaran dana yang masih tersimpan, maupun alasan dan mekanisme perpindahan rekening deposito.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Truk Boks Muatan Wortel Terbakar di Tol Jombang Mojokerto

Kebakaran terjadi saat pengemudi hendak beristirahat di rest area Karangdagangan.

Persib Bandung Bungkam Port FC 3-1 di ASEAN Club Championship

Persib kini menempati posisi kedua klasemen Grup B ASEAN Club Championship dengan tiga poin di bawah Johor Darul Ta'zim yang hanya selisih gol.

Jadwal Lengkap MPL ID S18 Hari Ini, NAVI Siap Bantai TLID

Berstatus sebagai tuan rumah, NAVI siap memberikan kejutan demi meruntuhkan dominasi TLID di puncak klasemen.

Bebas Bersyarat Dicabut, Mas Bechi Terpidana Pencabulan Santriwati Kini Masuk Bui Lagi

Atas keputusan ini, Mas Bechi dieksekusi kembali untuk menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang guna menghabiskan sisa masa hukumannya.

10 Lokasi Nobar Persib Vs Port FC di Bandung

Duel yang diprediksi bertensi tinggi ini berlangsung di Thammasat Stadium, Thailand, Kamis (8/10/2026) pukul 19.00 WIB.

Perbaikan Stadion Anjuk Ladang Nganjuk Hampir Rampung, Pakai Rumput Standar PSSI

Dinas PUPR Nganjuk mengatakan penambahan dan perbaikan tribun di sisi barat, selatan, serta utara baru direncanakan masuk dalam program pengerjaan tahun depan.