Rabu, 30 Sep 2026 11:32 WIB

Jembatan Antar Desa Diresmikan Wabup Sidoarjo, Namanya Jembatan Mak Mimik

  • Penulis : Ariyanto
  • | Sabtu, 15 Agu 2026 16:40 WIB
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama warga saat peresmian Jembatan Mak Mimik di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama warga saat peresmian Jembatan Mak Mimik di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. (Foto: Ariyanto/selalu.id) 

selalu.id - Penantian warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, untuk memiliki akses penghubung yang lebih layak akhirnya berakhir. Jembatan yang selama bertahun-tahun hanya mengandalkan bambu dan balok kayu kini berubah menjadi konstruksi beton yang dapat dilalui kendaraan roda empat.

Jembatan yang menghubungkan Kedungbanteng dengan Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, itu diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Jumat malam (14/8/2026). Warga kemudian menamainya Jembatan Mak Mimik.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Temukan Material Tak Sesuai Spesifikasi dan Pekerjaan Lamban Saat Sidak Proyek

Pembangunan jembatan tersebut memperpendek akses antardesa, tetapi juga karena jalur itu bersinggungan langsung dengan aktivitas warga di kawasan tambak dan perikanan. Akses yang lebih kuat memungkinkan mobilitas masyarakat dan distribusi hasil usaha berjalan lebih mudah.

Mimik mengatakan pembangunan jembatan dapat direalisasikan dalam waktu kurang dari satu bulan setelah persoalan tersebut disampaikan kepadanya.

“Alhamdulillah, akhirnya terbangun dan ndak sampai satu bulan pembangunannya sudah selesai. Gak nunggu empat tahun gak pakai ribet. Langsung. Iki berarti salah satu doa dari masyarakat Kedungbanteng dikabulkan,” ujar Mimik saat peresmian.

Jembatan baru itu memiliki panjang sekitar 7,20 meter dan lebar 3,60 meter. Konstruksinya menggunakan box culvert U-ditch dan cor beton. Dengan struktur tersebut, akses yang sebelumnya terbatas bagi sepeda motor kini dapat digunakan kendaraan roda empat.

Kepala Desa Kedungbanteng Budiono mengungkapkan, pembangunan jembatan sebenarnya telah menjadi kebutuhan yang cukup lama. Pemerintah desa bahkan telah mengajukan proposal pembangunan sejak sekitar empat tahun lalu.

“Proposal pembangunan jembatan ini sejak empat tahun lalu. Tidak pernah ada dari DLHK. Baru Februari kemarin, DLHK memanggil soal jembatan ini. DLHK bilang segera diupayakan untuk pembangunannya, saya tanya kapan pastinya, belum bisa jawab,” ungkap Budiono.

Ketidakpastian tersebut membuat pemerintah desa bersama perangkat dan tokoh masyarakat mengambil langkah lain dengan menyampaikan langsung persoalan jembatan kepada Mimik.

Setelah menerima laporan tersebut, Mimik mengaku segera meminta tim menghitung kebutuhan pembangunan.

Baca Juga: Proyek Jembatan Candinegoro, Wabup Mimik Temukan Keterlambatan dan Spesifikasi Teknis

“Saya langsung panggil tim saya, saya minta hitungan biayanya,” ujarnya.

Pembangunan kemudian dilakukan secara gotong royong. Eko alias Toyo, selaku pimpinan proyek, menyebut sebagian besar pembiayaan berasal dari Mimik. Warga turut berpartisipasi dalam pengerjaan di lapangan.

“Hampir semuanya dananya dari Bu Mimik, sekitar 95 persen termasuk semua bahan materialnya. Yang 5 persen itu dari partisipasi warga untuk biaya pengerjaan di lapangan,” terang Toyo.

Selain membangun jembatan, kawasan sekitar juga ditata agar terlihat lebih rapi. Tanaman bunga bougenville ditanam di sisi sungai sehingga lingkungan di sekitar akses baru tersebut tampak lebih tertata.

“Di samping sungai ditanamin bunga bougenville. Jembatannya cilik tapi ketok apik. Kan seneng iso selfie-selfie, iso foto-fotoan,” kata Mimik.

Baca Juga: RSUD Sidoarjo Barat Kini Punya Layanan Cuci Darah, BPJS Kesehatan juga Disiapkan

Menurut Mimik, keberadaan jembatan diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat Kedungbanteng. Kawasan tersebut memiliki tambak yang menjadi bagian dari kegiatan warga.

“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini perekonomian yang ada di Kedungbanteng. Apalagi di sini sudah ada kolam tambak. Itu nanti bisa untuk dibikin lomba. Di sini sudah ada warung rujak biasanya jualan,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemeliharaan menjadi bagian penting agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Ojo didelok jembatane tapi niatkan dan manfaatnya. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih. Ayo jembatan ini dijaga bersama-sama,” ujarnya.

Kini, jembatan yang dahulu hanya berupa bambu dan kayu telah menjadi akses permanen bagi warga Kedungbanteng dan Balongdowo. Tantangannya adalah memastikan fasilitas tersebut tetap terawat sehingga manfaatnya tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi benar-benar menopang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ini Cara Nonton Film Jepang, Drama Korea hingga Indonesia di Yandex RU Browser Tanpa VPN 

Yandex Browser adalah peramban yang dikembangkan perusahaan teknologi asal Rusia.

Top 5 Berita: Kakek Tewas hingga Terlibat Pungl

Kelima berita yang banyak di klik oleh pembaca sangat beragam.

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.