Sabtu, 15 Agu 2026 18:11 WIB

Ternyata Banyak Rumah di Surabaya yang Tak Layak Huni, Kini Tunggu Perbaikan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Jul 2026 14:55 WIB
Ilustrasi rumah tidak layak huni. (Dok. Google Gemini).
Ilustrasi rumah tidak layak huni. (Dok. Google Gemini).

selalu.id - Sebanyak 7.906 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Surabaya masih masuk daftar antrean perbaikan.

Jumlah tersebut menunjukkan kebutuhan penanganan hunian warga masih jauh lebih besar dibanding kemampuan pemerintah memperbaiki rumah setiap tahunnya.

Baca Juga: Remaja 15 Tahun di Surabaya Meninggal Gantung Diri, Tinggalkan Pesan Menyentuh

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan mengatakan ribuan usulan tersebut berasal dari laporan RT/RW, aspirasi anggota dewan, hingga pengaduan masyarakat yang masuk ke Pemerintah Kota Surabaya. 

Seluruhnya masih harus melalui proses verifikasi sebelum dapat ditetapkan sebagai penerima bantuan.

“Program Dandan Omah sejak 2021 berjalan cukup baik. Rata-rata sekitar 2.000 rumah diperbaiki setiap tahun. Tahun ini targetnya meningkat menjadi 3.792 unit, terdiri dari 2.240 rumah yang dibiayai APBD dan sisanya melalui kolaborasi pemerintah pusat, lembaga zakat, filantropi, serta CSR perusahaan,” terangnya, Rabu (1/7/2026).

Apabila target tersebut tercapai, antrean rutilahu diperkirakan turun menjadi sekitar 4.114 unit. Namun, angka itu masih bisa berubah karena setiap tahun terus muncul usulan baru maupun rumah yang mengalami kerusakan akibat berbagai faktor.

Karena itu, Komisi C DPRD Surabaya mendorong Pemkot memperluas kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, lembaga filantropi hingga sektor swasta agar kapasitas penanganan bisa meningkat.

“Kalau APBD 2027 bisa mengalokasikan sekitar 2.500 unit, sisanya bisa dipenuhi melalui kolaborasi sehingga antrean bisa lebih cepat diselesaikan,” jelas Eri.

Eri mengatakan masih ada kendala administratif yang menghambat pelaksanaan program, terutama rumah yang berdiri di atas lahan dengan status kepemilikan belum jelas atau masih disengketakan.

“Ada rumah yang sebenarnya sudah siap diperbaiki, material hampir dikirim, tetapi akhirnya ditunda karena tanahnya masih dalam sengketa keluarga dan harus dimediasi terlebih dahulu,” paparnya.

Baca Juga: PDAM Surabaya Tegaskan Tak Pernah Terbitkan Izin Pengelolaan Air Mandiri CitraLand

Selain memperluas kolaborasi, DPRD akan mendorong peningkatan anggaran program rutilahu secara bertahap. 

Efisiensi juga dilakukan melalui skema kontrak payung pengadaan material agar biaya pembangunan dapat ditekan sehingga jumlah rumah yang diperbaiki bisa lebih banyak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian menegaskan tidak semua dari 7.906 usulan tersebut otomatis bisa langsung dikerjakan. 

Pemkot masih melakukan pemutakhiran dan verifikasi data untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Verifikasi mencakup kondisi sosial ekonomi warga, status rumah dan lahan, tingkat kerusakan bangunan, hingga memastikan rumah benar-benar dihuni dan tidak sedang dalam sengketa.

Baca Juga: Bukan Air Tanah, CitraLand Surabaya Ungkap Sumber Air untuk Penyiraman Taman dan Lapangan Golf

“Kami harus memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memenuhi syarat dan memang menjadi prioritas penanganan,” jelasnya.

Menurut Iman, besarnya antrean dipengaruhi tingginya kebutuhan perbaikan rumah, adanya usulan lama yang harus diverifikasi ulang, serta keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah setiap tahun.

Untuk mempercepat penanganan, DPRKPP melakukan pemutakhiran data, mempercepat survei lapangan, menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan kondisi sosial ekonomi, serta menggandeng BAZNAS, yayasan sosial, CSR perusahaan, dan berbagai elemen masyarakat.

Meski demikian, Pemkot belum dapat memastikan total anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan seluruh antrean rutilahu karena besaran bantuan setiap rumah berbeda dan bergantung pada hasil survei lapangan.

“Program rutilahu bersifat stimulan. Kebutuhan setiap rumah tidak sama, sehingga kebutuhan anggaran baru dapat dihitung setelah seluruh data diverifikasi sesuai tingkat kerusakannya,” tandas Iman.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Respon Gempa Flores, Polri Prioritaskan Keselamatan Korban dan Warga

Kapolda NTT dan unsur Forkopimda merencanakan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Setidaknya ada sekitar 200 warga yang mengikuti kegiatan serentak secara nasional ini, dari berbagai unsur.

Genapi Rehabilitasi Kawasan Pesisir, TPS Serahkan Tiga Ribu Bibit Mangrove ke DLH Surabaya

Penyerahan ini sekaligus melengkapi total penyaluran program “Donasi Oksigen” milik TPS menjadi 10.000 bibit sepanjang tahun 2026.

Jembatan Antar Desa Diresmikan Wabup Sidoarjo, Namanya Jembatan Mak Mimik

Jembatan baru itu memiliki panjang sekitar 7,20 meter dan lebar 3,60 meter.

Gerindra Jember Minta APBD Lebih Berpihak ke Desa, Jalan hingga PJU

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, mengatakan pemerataan pembangunan menjadi salah satu komitmen yang terus dikawal pihaknya.

Rekomendasi Headset Olahraga Terbaik dan Murah dengan Harga Mulai Rp200 Ribuan

Untuk menunjang kenyamanan bergerak, pemilihan headset atau earphone yang tepat menjadi hal yang sangat krusial saat berolahraga.