Selasa, 11 Agu 2026 06:34 WIB

KontraS Sebut Ada Dua Mahasiswa yang Diamankan saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Jun 2026 22:49 WIB
Demo ricuh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Demo ricuh di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir menyebut bahwa pihaknya telah mendata hampir 10 orang diamankan aparat kepolisian saat aksi demonstrasi berujung ricuh di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6/2026) malam.

Namun, hingga kini identitas yang berhasil diverifikasi baru empat orang.

Baca Juga: Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya, Wadah Pemersatu Talenta Muda Sepak Bola

“Dari pemantauan yang kami lakukan, yang sudah masuk data hampir 10 orang. Tapi yang baru bedata nama sekitar empat orang,” sebut Fatkhul.

Dari empat orang yang telah teridentifikasi, dua di antaranya merupakan mahasiswa. Sedangkan dua lainnya adalah pekerja informal. 

Salah seorang yang terdata diketahui bekerja di sebuah warung kopi di kawasan Jalan Kidal, Surabaya.

Meski demikian, KontraS Surabaya mengaku belum mengetahui dasar hukum penangkapan yang dilakukan aparat terhadap mereka.

“Ini yang belum kami ketahui, dasar mereka ditangkap hari ini apa. Kami masih melakukan pemantauan. Pada prinsipnya, apabila dibutuhkan bantuan hukum, KontraS siap mendampingi teman-teman yang ditangkap pihak kepolisian,” tegas Fatkhul.

Berdasarkan pemantauan sementara, Fatkhul menyebut orang-orang yang diamankan masih berada di sekitar kawasan Grahadi dan belum dipindahkan ke Mapolrestabes Surabaya.

Baca Juga: Jawa Barat Tekuk Tuan Rumah Jatim 4-1 di Laga Pembuka Soekarno Cup U-17

“Sementara dari pemantauan kami masih berada di Grahadi, sepertinya belum bergeser ke Polrestabes. Kami masih menunggu laporan dari teman-teman lain agar jelas siapa saja yang nantinya akan kami dampingi,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya tindakan kekerasan saat proses penangkapan, KontraS menyatakan belum menerima laporan maupun pengaduan dari pihak yang diamankan.

“Belum terdata. Kami belum mengetahui apakah massa yang ditangkap hari ini mengalami kekerasan atau tidak karena belum ada pengaduan yang utuh,” beber Fatkhul.

Ia menambahkan, tim pemantau KontraS menyaksikan secara langsung sedikitnya tiga orang diamankan polisi di sekitar lokasi aksi. 

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni jadi Tergugat di PN Surabaya, Segera Jalani Sidang

Namun, identitas ketiga orang tersebut belum diketahui dan belum dapat dipastikan apakah mereka merupakan bagian dari massa demonstrasi.

“Kami melihat ada tiga orang yang diamankan polisi saat berada di lokasi. Tapi kami tidak mengetahui nama maupun apakah mereka bagian dari massa aksi,” tandas Fatkhul.

Diketahui, belasan demonstran diamankan polisi usai membuat ricuh saat demo di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dari belasan demonstran yang diamankan itu, satu di antaranya adalah seorang perempuan yang orasi saat demo.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mencekam! Kelompok Perguruan Silat Bikin Onar hingga Bentrok dengan Warga Mojokerto

Keributan itu sempat terekam kamera pengendara yang melintas di lokasi kejadian. Nampak dari video, beberapa motor terlihat bergeletakan di jalan raya.

Tak Hanya Lindungi Pesisir, Pemkab Sidoarjo Sulap Kawasan Mangrove jadi Penggerak Ekonomi Warga

Menurut Bupati Sidoarjo Subandi keberlanjutan ekosistem harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan ketahanan ekonomi warga.

Kemenag Jatim Turun Gunung Geber Masjid 2026, Bahtiar: Momentum Hidupkan Gotong Royong!

Menag Nasaruddin menegaskan bahwa kebersihan rumah ibadah adalah bagian dari memuliakan rumah Allah sekaligus sarana pembersihan jiwa.

Pinjaman Rp786 Miliar Pemkab Jember Diharapkan Dongkrak Infrastruktur dan Ekonomi Warga

Karena itu, keberhasilan pembiayaan tersebut nantinya tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi dari hasil nyata yang diterima masyarakat.

Langkah Sigap Pelindo Terminal Petikemas Lindungi Pekerja dan Warga dari Asap Karhutla di Sampit

Berdasarkan pantauan BMKG Kotawaringin Timur, akumulasi hotspot atau titik panas telah menembus 204 titik hanya dalam 24 jam terakhir. 

MAKI Jatim Batal Gelar Aksi, Dukung Pinjaman Pemkab Jember Rp786,57 Miliar ke PT SMI

Meski begitu, MAKI Jatim tetap meminta agar seluruh proses pembiayaan dilakukan secara transparan dan akuntabel.