Kasus HIV/AIDS Merata di Sidoarjo, Wilayah Porong dan Krian Tertinggi
- Penulis : Ariyanto
- | Rabu, 24 Jun 2026 20:52 WIB
selalu.id - Angka kasus HIV/AIDS yang terus bertambah di Kabupaten Sidoarjo mendorong DPRD setempat memperkuat koordinasi lintas sektor.
Persoalan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik itu dinilai membutuhkan penanganan lebih serius karena jumlah kasus yang terdeteksi terus meningkat setiap tahun.
Baca Juga: Heboh, Mobil Berisi Mayat Wanita Ditemukan di Parkiran Bandara Juanda
Komisi D DPRD Sidoarjo pun menggelar rapat koordinasi pengendalian HIV/AIDS bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Rabu (24/6/2026).
Koordinasi tersebut dihadiri Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Satpol PP, seluruh kecamatan, serta perwakilan Puskesmas Porong, Krian, Candi, dan Sidoarjo.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menunjukkan jumlah kasus HIV yang tercatat telah mencapai 7.129 kasus. Penyebarannya hampir merata di berbagai wilayah, namun Kecamatan Porong dan Krian menjadi kawasan dengan persentase kasus tertinggi.
Dalam forum tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Sidoarjo, Hinu Trisulistijorini, mengungkapkan bahwa Jawa Timur masih berada di posisi pertama kasus HIV tertinggi secara nasional. Sementara itu, Sidoarjo menempati peringkat keempat tertinggi di tingkat provinsi.
Meski demikian, angka yang tercatat diyakini belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Banyak kasus baru diketahui setelah masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan secara sukarela melalui layanan deteksi dini yang digelar petugas kesehatan.
Baca Juga: Bea Cukai Juanda Sidoarjo Musnahkan 9 Juta Rokok Ilegal Senilai Rp13,05 M
“Kasus baru banyak ditemukan setelah penderita bersedia melakukan skrining sukarela melalui layanan Mobile VCT Puskesmas bersama Delta Crisis Center,” kata dr Hinu.
Menurutnya, pola penyebaran HIV di Sidoarjo masih menyerupai fenomena gunung es. Artinya, jumlah kasus yang teridentifikasi diperkirakan hanya sebagian kecil dari jumlah sebenarnya karena masih banyak orang yang belum melakukan tes.
Temuan tersebut memantik perhatian Komisi D DPRD Sidoarjo. Ketua Komisi D, Damroni Chudlori, menilai peningkatan kasus yang terus terjadi dari tahun ke tahun harus direspons dengan langkah yang lebih cepat dan terukur.
“Jangan sampai kita terlambat. Semakin banyak kasus ditemukan, semakin besar kebutuhan intervensi yang harus dilakukan,” tegasnya.
Baca Juga: Kortastipidkor Polri Geledah Kantor Bea Cukai Juanda Sidoarjo, Ini Dugaan Kasusnya
Melalui rapat koordinasi tersebut, Komisi D meminta Dinas Kesehatan mempercepat pelaksanaan rencana aksi penanggulangan HIV/AIDS.
Upaya yang telah berjalan meliputi skrining rutin terhadap kelompok berisiko, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan kolaborasi dengan fasilitas kesehatan swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta.
Pengendalian HIV/AIDS di Sidoarjo juga mengacu pada Perda Nomor 3 dan Perbup Nomor 27 Tahun 2018.
Regulasi tersebut menjadi dasar pelaksanaan berbagai program, mulai dari promosi pencegahan, konseling dan tes HIV, layanan perawatan, pendampingan pasien, hingga penguatan partisipasi masyarakat.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-14367-kasus-hivaids-merata-di-sidoarjo-wilayah-porong-dan-krian-tertinggi
