Selasa, 27 Okt 2026 20:25 WIB

DPRD Surabaya Evaluasi Proyek Maut di Margorejo, Minggu Depan Kontraktor Akan Dipanggil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Jun 2026 13:14 WIB
Lubang proyek yang menyebabkan korban meninggal di Margorejo. (Istimewa)
Lubang proyek yang menyebabkan korban meninggal di Margorejo. (Istimewa)

selalu.id - DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan seluruh proyek infrastruktur yang sedang berjalan menyusul tewasnya seorang pengendara yang terperosok ke dalam lubang proyek saluran air di kawasan Margorejo Indah, depan Plaza Marina.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menegaskan bahwa aspek keselamatan konstruksi tidak hanya berkaitan dengan perlindungan pekerja proyek, tetapi juga harus menjamin keselamatan masyarakat yang terdampak aktivitas pembangunan.

Baca Juga: Pasar Keputran Surabaya Ditargetkan Rampung Oktober 2026, Jika Molor Sanksi Menanti

“Keselamatan konstruksi harus ditekankan bukan hanya melindungi pekerja proyek, tetapi juga masyarakat yang terdampak pekerjaan,” kata Eri, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, proyek yang berada di badan jalan wajib menerapkan standar keselamatan publik secara ketat. Kontraktor bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus memastikan tersedianya pagar pengaman, lampu peringatan pada malam hari, rambu-rambu, marka sementara, barrier, hingga petugas pengatur lalu lintas jika diperlukan.

Eri menilai pengamanan proyek tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada kontraktor. OPD sebagai pemilik pekerjaan juga memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan dan memastikan seluruh prosedur keselamatan diterapkan dengan baik.

“OPD bukan sekadar pemberi pekerjaan. OPD memiliki kewajiban memastikan proyek berjalan sebaik mungkin, termasuk memastikan keselamatan publik karena proyek infrastruktur pasti memiliki dampak yang harus dimitigasi agar tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Perwali Hunian Layak Segera Terbit usai Temuan Kos 6 Lantai

Ia menambahkan, apabila monitoring dari OPD berjalan efektif, potensi masalah seperti minimnya rambu peringatan atau penerangan di lokasi proyek seharusnya dapat diketahui dan diperbaiki sebelum memicu kecelakaan fatal.

Karena itu, Komisi C meminta OPD terkait segera melakukan pengecekan terhadap seluruh proyek yang sedang maupun akan dikerjakan untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan benar-benar diterapkan di lapangan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan dan meminta penjelasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait kronologi serta pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Pemkot Perhatikan Karakteristik Rute dan Nasib Driver Feeder Wira Wiri

“Belum kita panggil. Nanti kita panggil, saya belum cek ke Pemkot,” kata Aning saat dihubungi selalu.id, Minggu (14/6/2026).

Meski demikian, Aning memastikan Komisi C DPRD Surabaya akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak kontraktor maupun pihak terkait pada pekan depan untuk meminta penjelasan mengenai aspek keselamatan proyek yang menjadi sorotan pasca kejadian tersebut.

“Iya, (minggu depan kita panggil proyek itu),” ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mitsubishi Pajero Rilis SUV Terbaru, Intip Kecagihan dan Harganya

Diproduksi langsung di fasilitas Mitsubishi Motors Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand menawarkan Pajero terbaru dalam tiga pilihan varian.

Pengelola Pasar Tanjungsari Surabaya Minta Pemkot Tak Tebang Pilih Terapkan Perda

Proses distribusi komoditas dari berbagai wilayah dinilai tidak selalu bisa menyesuaikan ketentuan waktu yang berlaku.

Sekum MUI Jatim Ajak Pemuda Bangun Bangsa dengan Ilmu dan Amal Saleh

Gus Hasan menekankan semangat persatuan yang lahir dari Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan di tengah keberagaman bangsa. 

Mantan Anggota DPR Dilaporkan atas Dugaan Penipuan Kuota Haji 2026, Kerugian Diklaim Rp2 Miliar

Herman menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kerugian finansial, tetapi juga harapan masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.

Soroti Pengelolaan Situs Sendang Agung, Wabup Sidoarjo: Butuh Sentuhan Pemerintah

Sendang Agung memiliki peluang besar dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan religi.

Gegara Utang Istri, Pria Bacok Penagih di Mojokerto

Petugas menyebut Joss menderita empat luka tusuk di perut, serta luka di dada dan pundak.