Sabtu, 12 Sep 2026 17:28 WIB

DPRD Surabaya Evaluasi Proyek Maut di Margorejo, Minggu Depan Kontraktor Akan Dipanggil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Jun 2026 13:14 WIB
Lubang proyek yang menyebabkan korban meninggal di Margorejo. (Istimewa)
Lubang proyek yang menyebabkan korban meninggal di Margorejo. (Istimewa)

selalu.id - DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan seluruh proyek infrastruktur yang sedang berjalan menyusul tewasnya seorang pengendara yang terperosok ke dalam lubang proyek saluran air di kawasan Margorejo Indah, depan Plaza Marina.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menegaskan bahwa aspek keselamatan konstruksi tidak hanya berkaitan dengan perlindungan pekerja proyek, tetapi juga harus menjamin keselamatan masyarakat yang terdampak aktivitas pembangunan.

Baca Juga: Adu Banteng Dua Motor di Trowulan Mojokerto, Satu Pelajar Tewas

“Keselamatan konstruksi harus ditekankan bukan hanya melindungi pekerja proyek, tetapi juga masyarakat yang terdampak pekerjaan,” kata Eri, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, proyek yang berada di badan jalan wajib menerapkan standar keselamatan publik secara ketat. Kontraktor bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus memastikan tersedianya pagar pengaman, lampu peringatan pada malam hari, rambu-rambu, marka sementara, barrier, hingga petugas pengatur lalu lintas jika diperlukan.

Eri menilai pengamanan proyek tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada kontraktor. OPD sebagai pemilik pekerjaan juga memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan dan memastikan seluruh prosedur keselamatan diterapkan dengan baik.

“OPD bukan sekadar pemberi pekerjaan. OPD memiliki kewajiban memastikan proyek berjalan sebaik mungkin, termasuk memastikan keselamatan publik karena proyek infrastruktur pasti memiliki dampak yang harus dimitigasi agar tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Identitas Korban Tewas dan Luka Laka Hiace di Tol Jombang-Mojokerto

Ia menambahkan, apabila monitoring dari OPD berjalan efektif, potensi masalah seperti minimnya rambu peringatan atau penerangan di lokasi proyek seharusnya dapat diketahui dan diperbaiki sebelum memicu kecelakaan fatal.

Karena itu, Komisi C meminta OPD terkait segera melakukan pengecekan terhadap seluruh proyek yang sedang maupun akan dikerjakan untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan benar-benar diterapkan di lapangan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan dan meminta penjelasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait kronologi serta pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga: Serapan Anggaran APBD Minim, Ketua DPRD Surabaya Desak Legislator Turun Lapangan Lakukan Sidak

“Belum kita panggil. Nanti kita panggil, saya belum cek ke Pemkot,” kata Aning saat dihubungi selalu.id, Minggu (14/6/2026).

Meski demikian, Aning memastikan Komisi C DPRD Surabaya akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak kontraktor maupun pihak terkait pada pekan depan untuk meminta penjelasan mengenai aspek keselamatan proyek yang menjadi sorotan pasca kejadian tersebut.

“Iya, (minggu depan kita panggil proyek itu),” ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sambil Menyelam Minum Air, Remaja Mojokerto Curi 6 Tabung Elpiji di Tempat Kerja

“Yang bersangkutan saat ini sudah diamankan di mapolres untuk diproses lebih lanjut,” urai Iptu Suhartanto.

Mau Ubah Desil? Ini Arahan dari Pemkot Mojokerto

Keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat yakni berkaitan dengan desil yang terlalu tinggi.

Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

"Bagaimana air bisa ditampung, disimpan, dan didistribusikan sehingga tersedia ketika musim kemarau," tegas Ony.

Konsolidasi Akbar FSPMI Bahas UU Cipta Kerja, yang Datang Kapolri

Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi tetap aman dan kondusif.

Ekstranas VIII di Lamongan Dibuka, Ajang Berbagi Perkembangan Vokasi di Madrasah

Akhmad Sruji Bahtiar mendorong seluruh peserta memanfaatkan momentum Ekstranas VIII untuk memperluas jejaring.

Hiace Tabrak Truk di Tol Jombang-Mojokerto, 4 Orang Tewas 7 Luka-luka

"Diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraannya oleng ke kiri," kata Panit PJR 3 Ditlantas Polda Jatim Ipda Siswanto.