Minggu, 06 Sep 2026 13:30 WIB

Peringati Hari TBC Dunia, Gubernur Khofifah Kejar Penyembuhan di Jawa Timur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Mar 2022 17:28 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa

selalu.id - Peringatan Hari Tuberkulosis Se-Dunia yang jatuh tepat hari ini, Kamis (24/3/2022), dijadikan momen oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mendorong semua pihak terlibat dalam pencegahan dan pengendalian TBC.

Sebagaimana diketahui, berdasar Global TB Report WHO 2021, diungkapkan bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan dunia hingga saat ini. Pada 2020, terdapat 9,9 juta jiwa yang menderita TBC serta 1,5 juta nyawa melayang akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan diobati itu.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Saat ini di Indonesia setidaknya 824 ribu jiwa jatuh sakit dan 93 ribu jiwa meninggal akibat TBC pada 2020.

Di Jawa Timur, pada tahun 2021 tercatat ada 43.268 jiwa penderita TBC, dan ini merupakan jumlah kasus TBC tertinggi ketiga di nasional. Dimana tertinggi pertama adalah Jawa Barat sebanyak 93.626 jiwa penderita TBC, dan tertinggi kedua adalah Jawa Tengah sebanyak 44.203 jiwa penderita TBC.

Angka tersebut masih 45,08 persen dari estimasi kasus yang harus ditemukan. Dengan kata lain, sekitar 50 ribuan penderita TBC belum berhasil ditemukan dan diobati sehingga berpotensi menularkan ke orang di sekitarnya.

"Peringatan Hari TBC Sedunia (HTBCS) merupakan momen yang tepat untuk mendorong semua pihak agar terlibat aktif dalam pencegahan dan pengendalian TBC. TBC bisa dicegah dan diobati. Jangan ragu memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala TBC," ucap Gubernur Khofifah, Kamis (24/3/2022).

Dikatakannya, mengakhiri epidemi TBC menjadi salah satu target penting dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) negara untuk bisa sejahtera dan setara. TBC harus dieliminasi karena mudah menular serta pengobatannya tidak mudah dan murah. Jika tidak ditangani sampai tuntas, tubuh menjadi resisten terhadap obat.

Tahun lalu, angka keberhasilan pengobatan kasus TBC per kabupaten/kota di Jatim adalah 89,12 persen dari target 90 persen.

Angka keberhasilan pengobatan TBC di Jawa Timur masih terus didorong. Terutama karena sebanyak 53 persen kabupaten/kota belum mampu mencapai 90 persen keberhasilan pengobatan.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Terus meningkatkan angka keberhasilan pengobatan TBC sangat penting. Karena kasus TBC yang tidak tuntas pengobatan tentu dapat memicu meningkatnya kasus TBC resisten obat," papar Khofifah.

Untuk itu, Khofifah menekankan pentingnya keterlibatan multisektor untuk memutus transmisi penularan dan menuju eliminasi TBC 2030.

"Pelibatan multisektor dalam penemuan dan pengobatan penderita TBC serta terapi pencegahan menjadi upaya prioritas untuk dilakukan," ungkapnya.

Pasalnya, menemukan orang dengan TBC dan memastikan mereka diobati sampai sembuh membutuhkan pendekatan yang melampaui sektor kesehatan. Keberhasilan eliminasi TBC ditentukan kontribusi dan kolaborasi lintas sektor.

Mulai organisasi profesi, tokoh masyarakat, fasilitas kesehatan, organisasi perangkat daerah, kementerian/lembaga terkait di wilayah Jatim, ormas, komunitas peduli TBC, kader kesehatan, akademisi perguruan tinggi, dan masyarakat umum.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Peringatan Hari TBC Sedunia (HTBCS), kata Khofifah, merupakan momen yang tepat untuk mendorong semua pihak terlibat aktif dalam pencegahan dan pengendalian TBC.

"Sesuai dengan tema kita tahun ini, Investasi untuk Eliminasi TBC, Selamatkan Bangsa. Mari satukan tekad dan perkuat inovasi dalam rangka mencapai eliminasi TBC 2030," paparnya.

Senada dengan upaya tersebut, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatakan melaksanakan serangkaian kegiatan dalam rangka eliminasi TBC. Di antaranya, sosialisasi pelaksanaan peraturan presiden tentang penanggulangan TBC, koordinasi pelibatan koalisi organisasi profesi (Kopi TBC) Jatim, serta pelibatan big chain hospital di Jatim dalam jejaring pelayanan TBC.

Dinkes Jatim juga menggelar talk show Deteksi dan Pencegahan TBC Sedini Mungkin, ekspansi pelayanan TBC resisten obat di RSUD Blambangan Kabupaten Banyuwangi, serta peningkatan kapasitas dokter praktik mandiri dan klinik dalam tata laksana TBC. Juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk penanggulangan TBC. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item