Kamis, 03 Sep 2026 17:14 WIB

KBIH Minta Kebijakan Kemenhaji Soal Penyelenggaran Haji Dievaluasi Total

  • Penulis : Redaksi
  • | Minggu, 31 Mei 2026 17:03 WIB
Gus Adzim, pengurus KBIH. (Dok. KBIH/Istimewa).
Gus Adzim, pengurus KBIH. (Dok. KBIH/Istimewa).

selalu.id - Di tengah harapan jutaan umat Islam terhadap pelayanan haji yang lebih baik, penyelenggaraan haji 2026 justru dibayangi gelombang kritik.

Sejumlah pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menilai berbagai kebijakan yang diterapkan Kementerian Haji telah memicu kekacauan di lapangan, mulai dari persoalan penempatan jemaah hingga lemahnya koordinasi dengan mitra penyelenggara.

Baca Juga: Operasional Kepulangan Jemaah Haji Jatim di Debarkasi Surabaya Tuntas

Sorotan tajam pun mengarah kepada Wakil Menteri Haji Daniel Azhar Simanjuntak yang dinilai menjadi aktor utama di balik kebijakan kontroversial tersebut.

Mewakili sejumlah pengurus KBIH, Gus Adzim melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Kementerian Haji yang dinilai minim koordinasi dengan para mitra penyelenggara di lapangan.

Ia menegaskan, berbagai keputusan strategis kerap diambil secara sepihak tanpa melibatkan KBIH yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendampingi jemaah.

Ironisnya, ketika muncul berbagai persoalan dalam penyelenggaraan haji, KBIH justru sering dijadikan pihak yang disalahkan.

Padahal, menurut Gus Adzim, ruang komunikasi dan partisipasi KBIH dalam proses perumusan kebijakan sangat terbatas sehingga banyak kebijakan yang tidak selaras dengan kondisi riil di lapangan.

"Kami sering diminta bertanggung jawab atas persoalan yang sejak awal tidak pernah kami diajak membahas maupun memutuskan," tegas Gus Adzim dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Baca Juga: 20.849 Jemaah Haji Jatim Tiba di Surabaya

Selain itu, pihaknya juga menyoroti kualitas sebagian petugas haji yang bertugas di lapangan.

Gus Adzim menilai masih terdapat petugas yang belum memiliki pemahaman memadai terkait aspek pelayanan dan pendampingan ibadah jemaah.

"Kami berharap petugas yang ditugaskan benar-benar memiliki kompetensi yang memadai, baik dari sisi pelayanan maupun pemahaman keagamaan, sehingga dapat memberikan pendampingan yang optimal kepada jemaah," tegasnya.

KBIH juga menyoroti persoalan akomodasi jemaah di Mina. Menurut mereka, terdapat sejumlah jemaah yang mengalami kesulitan mendapatkan tempat istirahat yang layak akibat kepadatan dan persoalan teknis di lapangan.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Kami melihat masih ada jemaah yang mengalami kesulitan terkait penempatan di tenda Mina. Hal ini perlu menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang pada penyelenggaraan haji berikutnya," papar Gus Adzim.

Di samping itu, KBIH meminta transparansi terkait berbagai kebijakan yang diambil selama pelaksanaan ibadah haji, termasuk mengenai fasilitas dan pendampingan bagi pejabat yang bertugas di Tanah Suci.

Melalui pernyataan tersebut, KBIH mendorong Kementerian Haji untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji tahun 2026.

Kemudian memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan jemaah pada musim haji mendatang.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.