Kamis, 04 Jun 2026 18:26 WIB

Sempat Dikejar Petugas, "Ulah" Dua Remaja Asal Tuban ini Gegerkan Check Poin PSBB Gresik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Mei 2020 17:53 WIB

Gresik (Selalu.id) - Terjadi aksi pengejaran oleh petugas check poin Tol Kebomas,Gresik terhadap dua pemuda bersepeda motor yang nekat hendak masuk Tol, Senin (4/5/2020). Tak hanya melanggar lalu lintas, pemuda itu juga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dua pemuda asal Tuban tersebut mengaku hendak ke Surabaya untuk jalan-jalan, namun keduanya hendak masuk ke jalan tol dengan mengendarai motor. Petugas berniatengjentikan, namun keduanya berbalik arah dan tancap gas. Aksi kejar-kejaran pun terjadi (Rt).

Baca Juga: Mobil Anggota DPR RI Gus Hilman Kecelakaan di Tol Paspro, Dua Staf Pendamping Tewas

Petugas sempat dibuat marah dengan tingkah dua remaja yang diketahui tidak membawa SIM dan KTP. Kedua remaja ini mengaku hendak menuju Surabaya, tepatnya di Pantai Kenjeran.

"Katanya mau jalan-jalan ke pantai. Dari Tuban ke Surabaya gak bawa surat-surat. Yang satu 19 tahun, temannya masih di bawah umur," ungkap Camat Gresik Kota, Purnomo, yang ada di lokasi pos Check Point.

Kedua remaja ini, Setiawan (16) dan Muntaha (19), langsung dicek suhu tubuhnya oleh tim kesehatan. Karena suhunya lebih dari 37 derajat selsius, keduanya diminta istirahat dan cuci tangan.

Baca Juga: Langkah Serius Pemkot dalam Atasi Kemacetan Jalur Penghubung Surabaya-Gresik

Muntaha dan Setiawan, mengaku tidak tahu jika di Gresik dan Surabaya masuk zona merah dan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka mengaku kesasar masuk tol.

"Saya ndak tahu karena belum pernah ke Surabaya. Ini tadi ndak bawa Google Map, jadi kesasar sampai masuk tol," ujar Muntaha dengan polos.

Baca Juga: Kasus Dugaan Proyektil Rekoset di SMPN 33 Gresik, Korban Tolak Bantuan Rp50 Juta

Karena kesal, petugas sempat mengancam akan mengisolasi keduanya selama 14 hari. Namun setelah satu jam di pos, Muntaha dan Setiawan akhirnya hanya diberi surat teguran dan diminta kembali lagi ke Tuban.

"Jadi ya ini karena mereka ini anak muda dari daerah terpencil, gak tau info-info. Kita suruh mereka pulang saja," tutup Purnomo.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.