Kamis, 04 Jun 2026 23:24 WIB

Sempat Dikejar Petugas, "Ulah" Dua Remaja Asal Tuban ini Gegerkan Check Poin PSBB Gresik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Mei 2020 17:53 WIB

Gresik (Selalu.id) - Terjadi aksi pengejaran oleh petugas check poin Tol Kebomas,Gresik terhadap dua pemuda bersepeda motor yang nekat hendak masuk Tol, Senin (4/5/2020). Tak hanya melanggar lalu lintas, pemuda itu juga melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dua pemuda asal Tuban tersebut mengaku hendak ke Surabaya untuk jalan-jalan, namun keduanya hendak masuk ke jalan tol dengan mengendarai motor. Petugas berniatengjentikan, namun keduanya berbalik arah dan tancap gas. Aksi kejar-kejaran pun terjadi (Rt).

Baca Juga: Mobil Anggota DPR RI Gus Hilman Kecelakaan di Tol Paspro, Dua Staf Pendamping Tewas

Petugas sempat dibuat marah dengan tingkah dua remaja yang diketahui tidak membawa SIM dan KTP. Kedua remaja ini mengaku hendak menuju Surabaya, tepatnya di Pantai Kenjeran.

"Katanya mau jalan-jalan ke pantai. Dari Tuban ke Surabaya gak bawa surat-surat. Yang satu 19 tahun, temannya masih di bawah umur," ungkap Camat Gresik Kota, Purnomo, yang ada di lokasi pos Check Point.

Kedua remaja ini, Setiawan (16) dan Muntaha (19), langsung dicek suhu tubuhnya oleh tim kesehatan. Karena suhunya lebih dari 37 derajat selsius, keduanya diminta istirahat dan cuci tangan.

Baca Juga: Langkah Serius Pemkot dalam Atasi Kemacetan Jalur Penghubung Surabaya-Gresik

Muntaha dan Setiawan, mengaku tidak tahu jika di Gresik dan Surabaya masuk zona merah dan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka mengaku kesasar masuk tol.

"Saya ndak tahu karena belum pernah ke Surabaya. Ini tadi ndak bawa Google Map, jadi kesasar sampai masuk tol," ujar Muntaha dengan polos.

Baca Juga: Kasus Dugaan Proyektil Rekoset di SMPN 33 Gresik, Korban Tolak Bantuan Rp50 Juta

Karena kesal, petugas sempat mengancam akan mengisolasi keduanya selama 14 hari. Namun setelah satu jam di pos, Muntaha dan Setiawan akhirnya hanya diberi surat teguran dan diminta kembali lagi ke Tuban.

"Jadi ya ini karena mereka ini anak muda dari daerah terpencil, gak tau info-info. Kita suruh mereka pulang saja," tutup Purnomo.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.