Kamis, 03 Sep 2026 13:58 WIB

HJKS ke-733

Senja Budaya Hadir di Tugu Pahlawan Surabaya, Ada Live Music hingga Bazar UMKM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Mei 2026 13:19 WIB
Sejumlah pengunjung di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Sejumlah pengunjung di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Kawasan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya akan menjadi lokasi gelaran “Senja Budaya 2026” pada 30–31 Mei 2026.

Acara yang digelar mulai pukul 16.00 WIB, itu menghadirkan pertunjukan seni tradisional, hiburan musik, hingga kuliner khas tempo dulu dalam konsep ruang budaya terbuka.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Pengunjung nantinya dapat menikmati suasana lesehan santai ala cangkrukan di area Tugu Pahlawan sambil menyaksikan berbagai pertunjukan seni.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah mengatakan, konsep Senja Budaya tahun ini berbeda dibanding sebelumnya yang lebih banyak digelar dalam format Night at The Museum.

“Konsepnya kami padukan antara budaya tradisional dengan sentuhan modern supaya lebih dekat dengan anak-anak muda. Jadi bukan hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga merasakan suasana budaya yang lebih santai dan interaktif,” kata Saida, Jumat (29/5/2026).

Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi live music, dongeng budaya, pertunjukan jaranan, hingga ludruk dari Dagelan Luntas dan RRI.

Kesenian tradisional tersebut dikemas lebih ringan agar tetap diminati generasi muda.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Menurut Saida, kegiatan itu juga menjadi upaya mengenalkan kembali kesenian rakyat yang mulai jarang dikenal masyarakat.

“Banyak kesenian tradisional yang sekarang mulai jarang dikenal. Lewat kegiatan ini kami ingin mengingatkan kembali sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat, terutama anak-anak muda,” jelasnya.

Selain pertunjukan seni, acara juga menghadirkan tenant UMKM dengan berbagai sajian tradisional seperti semanggi Surabaya, nasi jagung, petulo, serabi Surabaya, putu, ketan lemet, hingga martabak jadul.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Pengunjung cukup membayar tiket masuk kawasan Tugu Pahlawan sebesar Rp5.000 untuk menikmati acara tersebut.

Sementara tiket Museum Sepuluh Nopember dibanderol Rp8.000 untuk umum, Rp15.000 bagi wisatawan mancanegara, gratis untuk pelajar Surabaya, serta Rp3.000 bagi pelajar luar Surabaya.

Tiket dapat dibeli langsung di lokasi maupun melalui laman resmi tiketwisata.surabaya.go.id.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.