Kamis, 03 Sep 2026 13:29 WIB

Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Pasuruan Benahi Data Bansos dan Perluas Program Sosial

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 28 Mei 2026 22:03 WIB
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat melakukan kunjungan. (Dok. Pemkab Pasuruan).
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat melakukan kunjungan. (Dok. Pemkab Pasuruan).

selalu.id - Perbaikan data penerima bantuan sosial (bansos) menjadi pintu masuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem.

Langkah tersebut mulai diikuti sejumlah program terpadu lain, mulai dari pemberdayaan ekonomi warga, perbaikan rumah tidak layak huni hingga penguatan pendidikan bagi keluarga prasejahtera.

Baca Juga: Kejurnas Sprint Rally 2026 Hadir di Pasuruan, Sirkuit Astrojoyo Tawarkan Lintasan Menantang

Langkah pembenahan justru diawali dari proses validasi data penerima bantuan. Pemerintah daerah menilai ketepatan sasaran menjadi faktor penting agar anggaran sosial tidak salah distribusi.

Pendataan ulang dilakukan setelah ditemukan sejumlah warga yang dinilai sudah mampu secara ekonomi namun masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo menyebut penertiban data menjadi bagian penting dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan di daerahnya.

“Orang-orang yang pura-pura miskin itu dikeluarkan. Jadi yang selama ini punya kendaraan pribadi namun mendapatkan bantuan kita tertibkan dengan pendataan ulang,” katanya Kamis (28/05/2026).

Rusdi mengatakan pembaruan data desil diperlukan agar angka kemiskinan yang tercatat benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, bantuan sosial dapat diterima masyarakat yang memang membutuhkan.

Selain pembenahan data bansos, intervensi juga dilakukan melalui penguatan kualitas hidup keluarga miskin.

Salah satunya lewat integrasi program Sekolah Rakyat dengan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

Baca Juga: Gegara Sampah, Tempat Usaha Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Ludes Terbakar

Skema tersebut tidak hanya berfokus pada pendidikan anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga kondisi tempat tinggal orang tuanya. Pemerintah daerah menilai pendekatan seperti ini lebih efektif karena menyentuh kebutuhan dasar keluarga secara menyeluruh.

“Banyak program masif yang dijalankan, seperti saat anaknya masuk Sekolah Rakyat, maka rumah orang tuanya juga akan kita perbaiki melalui program RTLH,” jelas Rusdi.

Di sisi lain, program penyediaan gizi masyarakat juga mulai diarahkan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi warga sekitar.

Melalui pelibatan relawan dapur, masyarakat yang sebelumnya masuk kategori miskin ekstrem disebut mulai memperoleh tambahan penghasilan.

Baca Juga: Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

Program tersebut dinilai memberi efek ganda karena selain mendukung pemenuhan gizi, juga membuka ruang kerja bagi warga di lingkungan sekitar.

“Adanya relawan dapur dalam program gizi tersebut membantu masyarakat sekitar mempunyai pendapatan yang layak sehingga mengurangi kemiskinan ekstrem,” paparnya.

Berbagai program itu kini dijalankan dengan pola sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah agar penanganan kemiskinan tidak berjalan parsial.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap tren penurunan angka kemiskinan ekstrem dapat terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.