Kamis, 03 Sep 2026 11:31 WIB

Komplotan Begal Bersajam Gagal Beraksi di Surabaya, Panik Sampai Motornya Ditinggal

Ilustrasi begal bersenjata tajam. (Dok. AI/istimewa).
Ilustrasi begal bersenjata tajam. (Dok. AI/istimewa).

selalu.id - Komplotan begal bersenjata tajam (bersajam) gagal beraksi di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya.

Aksi yang dilakukan pada Minggu (24/5/2026) malam itu gagal setelah korban berteriak minta tolong. Pelaku panik, kabur, bahkan sampai motornya tertinggal.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Korbannya diketahui merupakan seorang pemuda asal Wonogiri, Jawa Tengah. Dalam kejadian tersebut korban sempat dipukul dan motornya nyaris dibawa kabur oleh komplotan begal tersebut.

IAF, salah satu saksi mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu ia sedang melintas dari arah barat menuju timur sebelum mendengar teriakan korban meminta pertolongan.

“Kejadiannya sekitar jam 9-an. Awalnya saya dari barat menuju ke timur, ada orang teriak minta tolong. Saya berhenti dan menanyakan kepada korban kenapa kok minta tolong,” katanya, Kamis (28/5/2026).

Menurut IAF, korban saat itu dalam kondisi syok. Sejumlah pedagang hewan kurban dan tukang tambal ban di sekitar Jalan Pakis Tirtosari IV membantu menenangkan korban dan menepikan sepeda motornya.

Berdasarkan cerita korban, peristiwa bermula saat dirinya hendak menuju ke salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Mayjend Sungkono. Karena tidak mengetahui akses jalan, korban kemudian berhenti untuk membuka aplikasi Google Maps di ponselnya.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Saat itulah korban didatangi empat motor yang ditumpangi para pelaku dari arah belakang. Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban.

Korban yang ketakutan langsung berusaha kabur meninggalkan sepeda motornya. Namun sebelum melarikan diri, korban sempat dipukul pada bagian kepala oleh pelaku.

Korban lalu spontan berteriak meminta pertolongan warga sekitar sehingga membuat komplotan begal panik dan melarikan diri.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

“Setelah menggeser motor korban ternyata ada salah satu motor diduga milik pelaku tertinggal. Pelaku diduga meninggalkan motor karena panik korban teriak-teriak,” ungkap IAF.

Di dalam jok motor yang diduga milik pelaku, warga menemukan alat pengisian daya ponsel, perangkat kunci keyless, serta STNK kendaraan.

Motor tersebut selanjutnya diserahkan kepada polisi yang datang ke lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.