Selasa, 20 Okt 2026 11:06 WIB

Viral Sampah Diduga dari Pasar Tanjung Jember Bikin Warga Geram, Begini Tanggapan DLH

Lokasi pembuangan sampah yang menjadi keresahan warga Patemon, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Lokasi pembuangan sampah yang menjadi keresahan warga Patemon, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Tumpukan sampah yang diduga berasal dari Pasar Tanjung akhirnya diangkut dari kawasan Desa Patemon, Kabupaten Jember, setelah sebelumnya viral di media sosial dan memicu kemarahan warga.

Lokasi pembuangan yang berada di dekat masjid, sekolah, pustu, hingga permukiman membuat warga geram karena bau menyengat dan serbuan lalat dianggap sudah melewati batas.

Baca Juga: Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Kasus ini mencuat setelah akun Facebook @Yulianita mengunggah keluhan di grup Info Warga Jember Official (IWJ).

Dalam unggahannya disebutkan bahwa sampah yang diduga berasal dari Pasar Tanjung dibuang di kawasan padat penduduk hingga meresahkan masyarakat sekitar.

“Bantu viralkan lokasi Desa Patemon dekat masjid, sekolah, pustu dan pemukiman warga. Infonya sampah dari Pasar Tanjung sudah meresahkan karena banyak lalat dan bau,” tulis unggahan tersebut.

Postingan itu langsung menyedot perhatian publik. Warga ramai-ramai mengeluhkan kondisi lingkungan yang berubah tidak nyaman dalam beberapa hari terakhir.

Bau busuk menyebar hingga ke rumah warga, sementara lalat disebut semakin banyak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Yang membuat warga semakin kecewa, pembuangan sampah itu disebut dilakukan tanpa sosialisasi maupun persetujuan masyarakat sekitar.

Sejumlah warga menilai lokasi tersebut tidak layak dijadikan tempat pembuangan karena berada sangat dekat dengan fasilitas umum dan tempat ibadah.

Baca Juga: RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Keresahan warga akhirnya meluas hingga ke media sosial dan kanal pengaduan Wadul Gus’e. Desakan publik agar sampah segera dipindahkan pun terus bermunculan.

Tak lama setelah viral, tumpukan sampah tersebut akhirnya diketahui sudah diangkut dari lokasi.

Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai ke mana sampah itu dipindahkan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Jupriono saat dikonfirmasi hanya mengirimkan foto kondisi lokasi yang sudah bersih tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga: Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Salah seorang warga berinisial J, mengaku baru mengetahui adanya pembuangan sampah di dekat tokonya setelah melihat video yang beredar di media sosial.

“Saya baru tahu setelah lihat postingan video di IWJ. Pantas beberapa hari ini banyak lalat dan baunya tidak enak,” ujarnya.

Meski kini sampah telah dibersihkan, warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Harapannya jangan lagi sampah dibuang di tempat itu karena sangat mengganggu,” ungkap J.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.