Jumat, 04 Sep 2026 14:56 WIB

Viral Sampah Diduga dari Pasar Tanjung Jember Bikin Warga Geram, Begini Tanggapan DLH

Lokasi pembuangan sampah yang menjadi keresahan warga Patemon, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Lokasi pembuangan sampah yang menjadi keresahan warga Patemon, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Tumpukan sampah yang diduga berasal dari Pasar Tanjung akhirnya diangkut dari kawasan Desa Patemon, Kabupaten Jember, setelah sebelumnya viral di media sosial dan memicu kemarahan warga.

Lokasi pembuangan yang berada di dekat masjid, sekolah, pustu, hingga permukiman membuat warga geram karena bau menyengat dan serbuan lalat dianggap sudah melewati batas.

Baca Juga: Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Kasus ini mencuat setelah akun Facebook @Yulianita mengunggah keluhan di grup Info Warga Jember Official (IWJ).

Dalam unggahannya disebutkan bahwa sampah yang diduga berasal dari Pasar Tanjung dibuang di kawasan padat penduduk hingga meresahkan masyarakat sekitar.

“Bantu viralkan lokasi Desa Patemon dekat masjid, sekolah, pustu dan pemukiman warga. Infonya sampah dari Pasar Tanjung sudah meresahkan karena banyak lalat dan bau,” tulis unggahan tersebut.

Postingan itu langsung menyedot perhatian publik. Warga ramai-ramai mengeluhkan kondisi lingkungan yang berubah tidak nyaman dalam beberapa hari terakhir.

Bau busuk menyebar hingga ke rumah warga, sementara lalat disebut semakin banyak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Yang membuat warga semakin kecewa, pembuangan sampah itu disebut dilakukan tanpa sosialisasi maupun persetujuan masyarakat sekitar.

Sejumlah warga menilai lokasi tersebut tidak layak dijadikan tempat pembuangan karena berada sangat dekat dengan fasilitas umum dan tempat ibadah.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Keresahan warga akhirnya meluas hingga ke media sosial dan kanal pengaduan Wadul Gus’e. Desakan publik agar sampah segera dipindahkan pun terus bermunculan.

Tak lama setelah viral, tumpukan sampah tersebut akhirnya diketahui sudah diangkut dari lokasi.

Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai ke mana sampah itu dipindahkan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Jupriono saat dikonfirmasi hanya mengirimkan foto kondisi lokasi yang sudah bersih tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Salah seorang warga berinisial J, mengaku baru mengetahui adanya pembuangan sampah di dekat tokonya setelah melihat video yang beredar di media sosial.

“Saya baru tahu setelah lihat postingan video di IWJ. Pantas beberapa hari ini banyak lalat dan baunya tidak enak,” ujarnya.

Meski kini sampah telah dibersihkan, warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Harapannya jangan lagi sampah dibuang di tempat itu karena sangat mengganggu,” ungkap J.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jumat Ceria Bunda, Naik Lagi Harganya

Dengan demikian, terdapat selisih (spread) sebesar Rp 147.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali hari ini.