Senin, 13 Jul 2026 02:46 WIB

Viral Sampah Diduga dari Pasar Tanjung Jember Bikin Warga Geram, Begini Tanggapan DLH

Lokasi pembuangan sampah yang menjadi keresahan warga Patemon, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Lokasi pembuangan sampah yang menjadi keresahan warga Patemon, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Tumpukan sampah yang diduga berasal dari Pasar Tanjung akhirnya diangkut dari kawasan Desa Patemon, Kabupaten Jember, setelah sebelumnya viral di media sosial dan memicu kemarahan warga.

Lokasi pembuangan yang berada di dekat masjid, sekolah, pustu, hingga permukiman membuat warga geram karena bau menyengat dan serbuan lalat dianggap sudah melewati batas.

Baca Juga: Satgas ITR Tertibkan Tambang Gunung Sadeng Jember, Tunggakan Pajak Capai Rp1,6 Miliar

Kasus ini mencuat setelah akun Facebook @Yulianita mengunggah keluhan di grup Info Warga Jember Official (IWJ).

Dalam unggahannya disebutkan bahwa sampah yang diduga berasal dari Pasar Tanjung dibuang di kawasan padat penduduk hingga meresahkan masyarakat sekitar.

“Bantu viralkan lokasi Desa Patemon dekat masjid, sekolah, pustu dan pemukiman warga. Infonya sampah dari Pasar Tanjung sudah meresahkan karena banyak lalat dan bau,” tulis unggahan tersebut.

Postingan itu langsung menyedot perhatian publik. Warga ramai-ramai mengeluhkan kondisi lingkungan yang berubah tidak nyaman dalam beberapa hari terakhir.

Bau busuk menyebar hingga ke rumah warga, sementara lalat disebut semakin banyak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Yang membuat warga semakin kecewa, pembuangan sampah itu disebut dilakukan tanpa sosialisasi maupun persetujuan masyarakat sekitar.

Sejumlah warga menilai lokasi tersebut tidak layak dijadikan tempat pembuangan karena berada sangat dekat dengan fasilitas umum dan tempat ibadah.

Baca Juga: Bupati Jember Fawait Pastikan Pendidikan Berkualitas Bagi Anak-anak Keluarga Miskin

Keresahan warga akhirnya meluas hingga ke media sosial dan kanal pengaduan Wadul Gus’e. Desakan publik agar sampah segera dipindahkan pun terus bermunculan.

Tak lama setelah viral, tumpukan sampah tersebut akhirnya diketahui sudah diangkut dari lokasi.

Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai ke mana sampah itu dipindahkan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Jupriono saat dikonfirmasi hanya mengirimkan foto kondisi lokasi yang sudah bersih tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga: Usut Dugaan Penyimpangan Dana dan Aset, Warga Desa Rowo Melapor ke Kejari Jember

Salah seorang warga berinisial J, mengaku baru mengetahui adanya pembuangan sampah di dekat tokonya setelah melihat video yang beredar di media sosial.

“Saya baru tahu setelah lihat postingan video di IWJ. Pantas beberapa hari ini banyak lalat dan baunya tidak enak,” ujarnya.

Meski kini sampah telah dibersihkan, warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Harapannya jangan lagi sampah dibuang di tempat itu karena sangat mengganggu,” ungkap J.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Menembus Batas Akses Medis: RSK Ksatria Airlangga Bawa Misi Kemanusiaan ke 4 Pulau Terpencil

Program tersebut menjadi bagian dari JKN 3T yang jadi salah satu fokus BPJS Kesehatan perluas layanan Jaminan Kesehatan di daerah terluar hingga terpencil.

PGN Sabet Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026

PGN dinilai sebagai salah satu perusahaan yang konsisten menjunjung tinggi GCG di tengah ketidakpastian global dan disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI).

MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber

Dispendik Kota Surabaya juga menegaskan seluruh kegiatan dipastikan berlangsung ramah anak dan bebas dari praktik perpeloncoan.

2.500 Perserta Ramaikan PKB Run Festival Jatim 2026 Berhadiah Ratusan Juta

Tak hanya berolahraga, peserta juga berkesempatan membawa pulang beragam hadiah menarik dan uang ratusan juta rupiah.

Tabrak Salon di Mojokerto, Pemotor Vario asal Jombang Tewas

Hingga saat ini penyebab pasti kecelakaan masih didalami Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto.

DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, menegaskan MPLS harus menjadi sarana mengenalkan lingkungan sekolah.