Senin, 19 Okt 2026 03:29 WIB

Langkah Serius Pemkot Surabaya Cegah Penyakit Skabies pada Hewan Kurban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 22 Mei 2026 13:12 WIB
Pemeriksaan hewan kurban. (Dok. Selalu.id).
Pemeriksaan hewan kurban. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji menemukan satu hewan kurban yang terindikasi penyakit skabies di lapak penjualan hewan kurban.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, ia meminta pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban diperketat agar masyarakat terhindar dari risiko penyakit.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Politisi PDIP yang akrab disapa Cak Ji itu menegaskan seluruh hewan kurban yang masuk dan diperjualbelikan di Surabaya wajib dipastikan dalam kondisi sehat sebelum dikonsumsi masyarakat. Ia mengingatkan pengawasan yang longgar dapat membahayakan kesehatan warga.

“Jadi hewan kurban yang masuk Surabaya, yang berjualan di pinggir-pinggir jalan, itu harus dites dulu. Kalau enggak, nanti bahaya karena itu akan dikonsumsi orang banyak,” jelasnya, Jumat (22/5/2026).

Armuji mengatakan seluruh lapak penjualan hewan kurban di Kota Pahlawan harus diperiksa secara menyeluruh dengan melibatkan petugas kesehatan dan dinas terkait.

Langkah itu dinilai penting untuk memberi rasa aman kepada masyarakat saat membeli hewan kurban.

“Seluruh lapak yang ada di Surabaya itu harus diperiksa. Petugas kesehatan harus turun. Kalau ada penyakit seperti itu kan membahayakan warga yang mengonsumsinya,” tegas Armuji.

Tak hanya pengawasan di lapak, pihaknya juga meminta pemeriksaan kesehatan diperketat mendekati hari penyembelihan.

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

Hewan yang dinyatakan sehat diminta diberi tanda khusus sebagai bentuk jaminan keamanan konsumsi.

“Makin diintensifkan sebelum hari H penyembelihan. Nanti mana yang lolos dan sehat harus dikasih stempel,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menemukan satu hewan kurban yang terindikasi skabies saat melakukan inspeksi di lapak penjualan hewan kurban.

Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina mengatakan hewan tersebut langsung diisolasi agar tidak diperjualbelikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Satpol PP Ancam Razia Warung Remang Bandel di Surabaya, RT-RW Wajib Catat

“Hingga saat ini, tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat,” katanya.

DKPP Surabaya sendiri telah melakukan pengawasan sejak 18 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 26 Mei mendatang.

Hingga hari ketiga pemeriksaan, sebanyak 61 lapak penjualan hewan kurban di 31 kecamatan Surabaya telah diperiksa oleh tim gabungan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Hasil MU vs Leeds 1-1, Suporter The Red Devils Desak Carrick Out

Kondisi ini kian memojokkan posisi Michael Carrick di kursi kepelatihan. Suporter mulai kehilangan kesabaran dan meminta dia out atau dipecat.

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.