Kamis, 03 Sep 2026 13:58 WIB

250 Peserta Ramaikan Open Chess Turnament 2026 Piala Bupati Pasuruan

  • Penulis : Ariyanto
  • | Senin, 18 Mei 2026 11:00 WIB
Open Chess Tournament 2026 Piala Bupati Pasuruan. (Dok. Pemkab Pasuruan).
Open Chess Tournament 2026 Piala Bupati Pasuruan. (Dok. Pemkab Pasuruan).

selalu.id - Halaman Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan berubah menjadi arena adu strategi. Sebanyak 250 pecatur dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Open Chess Tournament 2026 Piala Bupati Pasuruan.

Turnamen ini tidak hanya diikuti peserta lokal, tetapi juga menarik perhatian pecatur dari luar Jawa Timur, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga: Kejurnas Sprint Rally 2026 Hadir di Pasuruan, Sirkuit Astrojoyo Tawarkan Lintasan Menantang

Peserta datang dari berbagai kota dan provinsi seperti NTB, Bali, Jakarta, Yogyakarta, Madura, Malang, Surabaya, Lumajang hingga Probolinggo.

Antusiasme itu bahkan membuat Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat terkejut melihat besarnya animo peserta.

"Ada juga yang dari Madura, Malang, Surabaya, Probolinggo, Lumajang, dan lainnya. Ternyata sebanyak ini pesertanya," ungkapnya.

Turnamen tersebut dibuka langsung oleh Samsul Hidayat. Ia berharap ajang serupa dapat kembali digelar dengan skala yang lebih besar, terutama saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan.

"Mudah-mudahan DPRD bersama Pemkab Pasuruan bisa membuatkan event seperti ini dengan jumlah anggaran yang memadai, apalagi dalam rangka hari jadi Kabupaten Pasuruan, pas sekali," jelasnya.

Ketua Panitia, Henry Sulfianto, menjelaskan mayoritas peserta berasal dari kategori senior, sementara sisanya merupakan peserta junior. Seluruh pertandingan menggunakan sistem swiss dengan waktu 10 menit ditambah 3 detik dalam setiap langkah.

Baca Juga: Gegara Sampah, Tempat Usaha Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Ludes Terbakar

Dalam sistem tersebut, peserta akan dipertemukan dengan lawan yang memiliki poin sama atau mendekati.

Setiap kemenangan bernilai 1 poin, hasil remis mendapat 0,5 poin, sedangkan kekalahan tanpa poin.

"Format turnamen ini mewajibkan seluruh peserta bermain dalam 7 putaran tanpa sistem gugur. Poin dikumpulkan dari setiap pertandingan untuk menentukan pemenang, danemain dengan skor setara akan saling berhadapan di babak berikutnya," terangnya.

Panitia menyiapkan total 30 pemenang untuk kategori senior dan 25 juara kategori junior. Sementara peringkat 1 hingga 10 akan memperoleh tambahan sertifikat penghargaan selain trofi.

Baca Juga: Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

"Untuk kategori senior kita ambil 30 pemenang dan junior diambil 25 juara. Tapi untuk juara 1-10 akan diberikan sertifikat selain trophy," sebut Henry.

Di tengah dominasi peserta dewasa, sejumlah pecatur muda juga tampil percaya diri. Salah satunya Davin, peserta berusia 11 tahun asal Probolinggo.

Ia mengaku mulai menyukai catur sejak kecil karena permainan tersebut menuntut kemampuan berpikir dan menyusun strategi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.