Kamis, 03 Sep 2026 11:20 WIB

DPRD Jatim Tegaskan Telusuri Penyebab Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso. (Foto: Dony/selalu.id).
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso menyampaikan keprihatinan mendalam terkait laporan ratusan siswa dari 12 sekolah di kawasan Bubutan, Surabaya, yang keracunan diduga usai menyantap MBG.

Menurut Cahyo, pihaknya akan segera menindaklanjuti peristiwa ini dengan menelusuri secara rinci akar penyebab masalah, termasuk mengonfirmasi apa yang menjadi pemicu gangguan kesehatan tersebut hingga korban harus dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

"Kami sangat prihatin mendengar informasi ini. Tentu ini menjadi perhatian serius kami. Langkah pertama yang kami lakukan adalah menggali informasi selengkap mungkin, apa sebenarnya yang menyebabkan anak-anak kita mengalami gangguan kesehatan ini. Apakah benar berkaitan dengan makanan yang mereka terima melalui program MBG, atau ada faktor lain yang belum diketahui," kata Cahyo kepada selalu.id, Senin (11/5/2026).

Ia menegaskan, jika hasil penelusuran dan keterangan dari tenaga kesehatan di lokasi menunjukkan masalah berawal dari makanan yang disalurkan, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dapur penyedia pasokan makanan ke sekolah-sekolah tersebut.

Beberapa hal utama yang akan dicek meliputi kepatuhan terhadap standar gizi yang ditetapkan, serta penerapan standar kebersihan dan kesehatan mulai dari proses pengolahan, pengemasan, pengiriman hingga penyajian makanan.

"Kami akan cek satu per satu. Apakah dapur penyedia sudah berjalan sesuai standar gizi yang ditetapkan. Apakah proses memasak, pengemasan, hingga penyajiannya bersih dan memenuhi syarat kesehatan. Semua aspek ini akan kami telusuri karena banyak faktor yang bisa memicu masalah tersebut," paparnya.

Cahyo mengingatkan bahwa program MBG merupakan inisiatif strategis sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi, kecerdasan, dan semangat belajar anak didik, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Oleh karenanya, pelaksanaannya harus selalu diawasi dan dipastikan berjalan benar, aman, dan bermanfaat sebagaimana tujuannya.

Baca Juga: BGN Suspend SPPG Penyedia MBG yang Diduga Picu Keracunan Ratusan Santri Sidoarjo

Saat ini, Cahyo sudah meminta warga masyarakat yang mengetahui langsung peristiwa tersebut untuk memantau proses penanganan di fasilitas kesehatan dan mengumpulkan data awal penyebab kejadian.

Apabila terbukti masalah muncul dari makanan program MBG, laporan akan segera disampaikan kepada Satgas Percepatan Perbaikan Gizi Jawa Timur yang diketuai oleh Wakil Gubernur.

Pihaknya menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.

Sebagai acuan, sebelumnya telah ada sekitar 700 hingga 1.000 dapur penyedia yang sempat dibekukan sementara karena dinilai tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

"Kita belum bisa menyimpulkan penyebab pasti. Dari informasi awal yang saya terima, gejala yang muncul berupa muntah-muntah. Namun apakah itu murni keracunan makanan atau faktor lain, harus dipastikan dulu lewat pemeriksaan medis dan pengecekan teknis. Keracunan makanan memiliki beragam ciri dan gejala, jadi kami tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan," kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jatim itu.

Baca Juga: Ini Nama Dapur SPPG yang Diduga Bikin Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

Cahyo menegaskan bahwa DPRD Jawa Timur akan terus mengawal pelaksanaan program ini agar selalu disempurnakan, dimaksimalkan manfaatnya, dan benar-benar aman bagi seluruh siswa penerima manfaat, sesuai harapan masyarakat dan amanat pemerintah pusat.

Diketahui, sekitar 200 siswa yang diduga keracunan MBG itu berasal dari 12 sekolahan yang menerima distribusi makanan dari dapur umum atau SPPG yang sama.

Sekolah tersebut terdiri dari jenjang TK, SD hingga SMP. Gejala yang paling banyak dikeluhkan siswa yakni mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan MBG.

Berdasarkan informasi, dari total siswa terdampak, sekitar 100 anak dibawa ke Rumah Sakit IBI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara lainnya ditangani langsung di sekolah maupun di Puskesmas Tembok Dukuh.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat.