Selasa, 29 Sep 2026 20:06 WIB

Bikin Terenyuh, Ini Pengakuan Penjual Balon di Mojokerto Nekat Lukai Istri dan Bunuh Mertua

Tersangka Satuan saat diamankan di Polres Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Tersangka Satuan saat diamankan di Polres Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Satuan, tersangka penganiayaan terhadap istrinya dan bunuh mertua, kini telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Mojokerto.

Kepada polisi, pria 43 tahun tersebut mengaku nekat melakukan perbuatan kejam itu lantaran emosi yang sudah dipendam sejak lama.

Baca Juga: Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Satuan mengaku mengetahui jika istrinya, Sri Wahyuni memiliki hubungan terlarang dengan pria idaman lain sejak perekonomian keluarganya mengalami kesulitan dan terlilit utang.

Satuan harus memeras keringat dengan menjadi badut serta menjual balon dengan cara berkeliling.

Bahkan, anaknya harus dibawa saat berjualan lantaran istrinya enggan mengasuh anak tersebut.

Di depan Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha, Satuan menyesali perbuatannya.

"Kepikiran terus tidak bisa tidur. Sudah lama sejak Desember konfliknya. Menantu kalau ada uang disayang, kalau tidak ada ya wes," ungkapnya, Kamis (7/5/2026).

Satuan menambahkan, istrinya menuntut ekonomi harus terpenuhi semua, dari uang belanja, make up, hingga uang sekolah.

Baca Juga: Tabrak Pikap Tetangga Parkir Sembarangan di Mojokerto, Pemuda Tewas

"Dia (istri) sudah tidak hargai saya. Tiap hari itu juga ada terus paket yang datang. Padahal kondisi uang lagi gak ada," katanya.

Satuan menuturkan, jualan balon hasilnya tidak menentu.

"Berangkat jualan itu tunggu pas anak saya bangun. Tapi yang sering berangkat sore, kalau siang jarang orang. Bulan puasa kemarin berangkat pagi tapi sering sore," jelasnya.

Satuan menegaskan bahwa istrinya sudah memiliki pria idaman lain. Ia juga sudah memberikan nasihat bahwa ia harus bekerja jualan balon dengan membawa anaknya yang masih kecil.

Baca Juga: Kabid TIK dan Kapolres Jajaran Polda Jatim Berganti, Ini Daftarnya

"Sebenarnya saya sudah tahu sejak lama, tapi saya mengikuti alurnya. Saya pernah bilang apa kamu tidak melihat saya harus jualan membawa anak hujan-hujan," ungkap dia dengan mata berkaca-kaca.

Satuan mengatakan jualan balon biasanya di kawasan Mojosari, bahkan sempat ke Surabaya selama tiga hari, juga bersama anaknya.

"Saya penghasilan tidak menentu, tapi dia selalu meminta yang mewah. Dulu pernah minta izin (kerja dunia malam), tapi saya tidak bolehin, maunya itu instan," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Jatanras Polda Jatim Gulung Komplotan Curanmor Lintas Kota, Ini Tampang Pelakunya

Saat ini, polisi terus melakukan pendalaman lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau selalu waspada dengan segala bentuk modus kejahatan.

Arah Baru Pengembangan Rumah Sakit di Sidoarjo

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan medis yang proporsional dan tidak menumpuk di satu titik.

Cegah Pungli, Pemkot Surabaya Buka Skema Bantuan Seragam Lewat BOPDA

Eri menegaskan, jika sekolah membantu menyediakan seragam bagi siswa yang membutuhkan, harganya tidak boleh lebih mahal dibandingkan harga di toko.

Pelindo Perkuat Integrasi Layanan di TPK Bagendang dan Bumiharjo

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Pelindo dalam mendukung kelancaran arus barang dan penguatan rantai logistik nasional.

Banyak ASN Pemkot Surabaya Langgar Aturan, Dari Terlibat Pungli hingga Penyalahgunaan Wewenang

Atas sanksi ini, Kepala BkPSDM Surabaya Ira Tursilawati meminta seluruh ASN menjalankan tugas sesuai aturan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.