Kamis, 13 Agu 2026 02:15 WIB

Bikin Terenyuh, Ini Pengakuan Penjual Balon di Mojokerto Nekat Lukai Istri dan Bunuh Mertua

Tersangka Satuan saat diamankan di Polres Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Tersangka Satuan saat diamankan di Polres Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Satuan, tersangka penganiayaan terhadap istrinya dan bunuh mertua, kini telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Mojokerto.

Kepada polisi, pria 43 tahun tersebut mengaku nekat melakukan perbuatan kejam itu lantaran emosi yang sudah dipendam sejak lama.

Baca Juga: Dua Motor Tabrakan di Kebontunggul Mojokerto, 3 Orang Tewas dan Satu Kritis

Satuan mengaku mengetahui jika istrinya, Sri Wahyuni memiliki hubungan terlarang dengan pria idaman lain sejak perekonomian keluarganya mengalami kesulitan dan terlilit utang.

Satuan harus memeras keringat dengan menjadi badut serta menjual balon dengan cara berkeliling.

Bahkan, anaknya harus dibawa saat berjualan lantaran istrinya enggan mengasuh anak tersebut.

Di depan Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha, Satuan menyesali perbuatannya.

"Kepikiran terus tidak bisa tidur. Sudah lama sejak Desember konfliknya. Menantu kalau ada uang disayang, kalau tidak ada ya wes," ungkapnya, Kamis (7/5/2026).

Satuan menambahkan, istrinya menuntut ekonomi harus terpenuhi semua, dari uang belanja, make up, hingga uang sekolah.

Baca Juga: Komplotan Pembobol Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Rp1 M Dibekuk, Satu Pelaku Ditembak

"Dia (istri) sudah tidak hargai saya. Tiap hari itu juga ada terus paket yang datang. Padahal kondisi uang lagi gak ada," katanya.

Satuan menuturkan, jualan balon hasilnya tidak menentu.

"Berangkat jualan itu tunggu pas anak saya bangun. Tapi yang sering berangkat sore, kalau siang jarang orang. Bulan puasa kemarin berangkat pagi tapi sering sore," jelasnya.

Satuan menegaskan bahwa istrinya sudah memiliki pria idaman lain. Ia juga sudah memberikan nasihat bahwa ia harus bekerja jualan balon dengan membawa anaknya yang masih kecil.

Baca Juga: Lepas Kontingen Jamnas 2026, Wali Kota Mojokerto Tekankan Kebhinekaan dan Pengalaman Positif

"Sebenarnya saya sudah tahu sejak lama, tapi saya mengikuti alurnya. Saya pernah bilang apa kamu tidak melihat saya harus jualan membawa anak hujan-hujan," ungkap dia dengan mata berkaca-kaca.

Satuan mengatakan jualan balon biasanya di kawasan Mojosari, bahkan sempat ke Surabaya selama tiga hari, juga bersama anaknya.

"Saya penghasilan tidak menentu, tapi dia selalu meminta yang mewah. Dulu pernah minta izin (kerja dunia malam), tapi saya tidak bolehin, maunya itu instan," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Manjakan Tamu di HUT RI ke-81, ASTON Inn Jemursari Surabaya Siapkan Promo Menginap hingga Upgrade Kamar Gratis

Hotel berkonsep modern ini menghadirkan promo khusus bertajuk "Merdeka Deals" yang berlaku sepanjang bulan Agustus 2026.

LPSK Sosialisasi UU Nomor 3 Tahun 2026 di Surabaya, Tekankan Percepatan Restitusi Korban Sejak Penyidikan

LPSK mengatakan bahwa sosialisasi digelar karena masih banyak saksi dan korban yang belum mengetahui hak dasar serta bentuk pemulihan yang dijamin oleh negara.

Bantah Rugikan Negara Rp83,2 Miliar, Tiga Mantan Pejabat Pelindo 3 Tegaskan Tak Terima Suap

Atas dasar itu, tim penasihat hukum meminta majelis hakim Tipikor Surabaya membebaskan ketiga terdakwa dari seluruh tuduhan, memulihkan nama baik.

Wali Kota Eri Minta Figur Cak dan Ning Surabaya jaga Attitude dan Akhlak Buntut Kasus Dugaan Aborsi

Kata Eri, Cak dan Ning merupakan bagian dari figur yang membawa nama Kota Surabaya. Karena itu, perilaku pribadi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.

Derita Korban Kejahatan Jalanan: Tak Tercover BPJS, Orang Tua Kelimpungan

LPSK mengakui keterbatasan anggaran yang dimiliki. Untuk mengatasi tagihan medis yang fantastis, menerapkan skema kolaborasi atau cost sharing bersama Pemda.

Tersandung Kasus Dugaan Aborsi, Tio Ferdian Dicopot dari Anggota Paguyuban Cak dan Ning Surabaya

Keputusan itu merupakan tindak lanjut dari persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Yakni dugaan Tio yang menyuruh kekasihnya untuk melakukan aborsi.