Kamis, 03 Sep 2026 14:51 WIB

Sederet Cara Pemkab Pasuruan dan BNN Edukasi Anti Narkoba pada Generasi Muda

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 07 Mei 2026 19:04 WIB
Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki saat talkshow di LPPL. (Dok. Pemkab Pasuruan).
Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki saat talkshow di LPPL. (Dok. Pemkab Pasuruan).

selalu.id - Ancaman penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pasuruan terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Tidak hanya menyasar kalangan dewasa, peredaran barang terlarang itu kini dinilai semakin masif dan rentan menjangkau generasi muda hingga anak-anak.

Baca Juga: Kejurnas Sprint Rally 2026 Hadir di Pasuruan, Sirkuit Astrojoyo Tawarkan Lintasan Menantang

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan menggelar edukasi publik dalam format talkshow di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL).

Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki, hadir langsung dalam dialog tersebut. Selama hampir satu jam, pembahasan berlangsung dinamis dengan menitikberatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Menurutnya, persoalan narkotika kini tidak lagi mengenal batas usia maupun gender. Fenomena itu menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman peredaran narkoba yang terus berkembang.

“Kasus narkotika di Kabupaten Pasuruan menyasar semua usia. Mulai anak-anak hingga orang tua, tanpa melihat gender. Artinya, kita harus berpikir cerdas sehingga tidak gampang terpengaruh narkotika, jika ingin hidupnya bahagia,” tegas Masduki, Kamis (7/5/2026).

Masduki menjelaskan, hasil penelitian BNN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika terjadi secara luas di berbagai kelompok usia. Bahkan, profil pengguna ditemukan mulai usia muda hingga 64 tahun.

Kondisi tersebut membuat BNN Kabupaten Pasuruan terus mengoptimalkan pola pencegahan melalui edukasi berkelanjutan dan pemantauan lingkungan.

Fokus utamanya menyasar institusi pendidikan mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.

Baca Juga: Gegara Sampah, Tempat Usaha Servis Elektronik dan Laundry di Pandaan Ludes Terbakar

Selain sekolah, lingkungan keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam membangun ketahanan anak terhadap pengaruh negatif narkotika.

Penguatan karakter sejak dini dianggap menjadi langkah penting untuk meminimalisasi potensi penyimpangan perilaku remaja.

“Di kalangan anak-anak, upaya pencegahan bersama harus digalakkan. Karena itu, keluarga berperan penting untuk membekali karakter anaknya sebagai daya tangkal dari perilaku buruk di lingkungan luar,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga mulai memperluas pelibatan generasi muda dalam gerakan anti narkoba.

Salah satunya melalui pelantikan puluhan anggota Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) di Auditorium Mpu Sindok pada Senin (4/5/2026) lalu.

Baca Juga: Pembakar-Perusak Mobil Polisi saat Bentrok di Pasuruan Diamankan, Hukuman Berat Menanti

Dalam agenda tersebut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan bahwa remaja memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkotika. Sebab, kelompok usia muda kerap menjadi sasaran utama peredaran narkoba.

"Ini menjadi tugas kita bersama untuk memerangi narkoba, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Dan salah satu pihak yang berperan penting adalah para pemuda. Dengan dilantiknya anggota KOPAN, saya berharap Panjenengan bisa langsung berkoordinasi, membuat rencana dan aksi kerja nyata yang berdampak pada semakin menurunnya kasus narkoba di daerah,” terangnya.

Dalam momen ini, Masduki menambahkan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh BNN semata. Dibutuhkan sinergi lintas sektor serta kepedulian bersama agar lingkungan masyarakat terbebas dari pengaruh narkoba.

“Kita harus sadar dan menyelamatkan lingkungan kita dari penggunaan narkoba. Cepat atau lambat, pecandu bisa menularkan kecanduannya ke orang lain. Saling aware, menjaga lingkungan dari peredaran narkoba. Berani bilang tidak pada narkoba,” tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.