Minggu, 18 Okt 2026 20:57 WIB

Sederet Cara Pemkab Pasuruan dan BNN Edukasi Anti Narkoba pada Generasi Muda

  • Penulis : Ariyanto
  • | Kamis, 07 Mei 2026 19:04 WIB
Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki saat talkshow di LPPL. (Dok. Pemkab Pasuruan).
Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki saat talkshow di LPPL. (Dok. Pemkab Pasuruan).

selalu.id - Ancaman penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pasuruan terus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Tidak hanya menyasar kalangan dewasa, peredaran barang terlarang itu kini dinilai semakin masif dan rentan menjangkau generasi muda hingga anak-anak.

Baca Juga: Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan menggelar edukasi publik dalam format talkshow di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL).

Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki, hadir langsung dalam dialog tersebut. Selama hampir satu jam, pembahasan berlangsung dinamis dengan menitikberatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Menurutnya, persoalan narkotika kini tidak lagi mengenal batas usia maupun gender. Fenomena itu menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat agar tidak lengah menghadapi ancaman peredaran narkoba yang terus berkembang.

“Kasus narkotika di Kabupaten Pasuruan menyasar semua usia. Mulai anak-anak hingga orang tua, tanpa melihat gender. Artinya, kita harus berpikir cerdas sehingga tidak gampang terpengaruh narkotika, jika ingin hidupnya bahagia,” tegas Masduki, Kamis (7/5/2026).

Masduki menjelaskan, hasil penelitian BNN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika terjadi secara luas di berbagai kelompok usia. Bahkan, profil pengguna ditemukan mulai usia muda hingga 64 tahun.

Kondisi tersebut membuat BNN Kabupaten Pasuruan terus mengoptimalkan pola pencegahan melalui edukasi berkelanjutan dan pemantauan lingkungan.

Fokus utamanya menyasar institusi pendidikan mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.

Baca Juga: Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Selain sekolah, lingkungan keluarga dinilai menjadi benteng utama dalam membangun ketahanan anak terhadap pengaruh negatif narkotika.

Penguatan karakter sejak dini dianggap menjadi langkah penting untuk meminimalisasi potensi penyimpangan perilaku remaja.

“Di kalangan anak-anak, upaya pencegahan bersama harus digalakkan. Karena itu, keluarga berperan penting untuk membekali karakter anaknya sebagai daya tangkal dari perilaku buruk di lingkungan luar,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga mulai memperluas pelibatan generasi muda dalam gerakan anti narkoba.

Salah satunya melalui pelantikan puluhan anggota Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) di Auditorium Mpu Sindok pada Senin (4/5/2026) lalu.

Baca Juga: Mahasiswa asal Pasuruan Tewas Terlindas Truk di Surabaya

Dalam agenda tersebut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan bahwa remaja memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkotika. Sebab, kelompok usia muda kerap menjadi sasaran utama peredaran narkoba.

"Ini menjadi tugas kita bersama untuk memerangi narkoba, khususnya di Kabupaten Pasuruan. Dan salah satu pihak yang berperan penting adalah para pemuda. Dengan dilantiknya anggota KOPAN, saya berharap Panjenengan bisa langsung berkoordinasi, membuat rencana dan aksi kerja nyata yang berdampak pada semakin menurunnya kasus narkoba di daerah,” terangnya.

Dalam momen ini, Masduki menambahkan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh BNN semata. Dibutuhkan sinergi lintas sektor serta kepedulian bersama agar lingkungan masyarakat terbebas dari pengaruh narkoba.

“Kita harus sadar dan menyelamatkan lingkungan kita dari penggunaan narkoba. Cepat atau lambat, pecandu bisa menularkan kecanduannya ke orang lain. Saling aware, menjaga lingkungan dari peredaran narkoba. Berani bilang tidak pada narkoba,” tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.