Jumat, 18 Sep 2026 16:09 WIB

Kisah Inspiratif Rizky, Pemuda Surabaya yang Sukses Ternak Kadal

Muhammad Rizky, pemuda Surabaya yang kini sukses ternak reptil jenis kadal. (Foto: Rizky for selalu.id).
Muhammad Rizky, pemuda Surabaya yang kini sukses ternak reptil jenis kadal. (Foto: Rizky for selalu.id).

selalu.id - Umumnya, masyarakat merawat binatang piaraan seperti kucing hingga burung.

Namun, berbeda dengan Muhammad Rizky. Pemuda 28 tahun warga Tenggumung Wetan gang Dukuh No.39, Surabaya ini justru memilih memelihara reptil. Salah satunya ialah kadal.

Baca Juga: Surabaya Panaskan Mesin Atlet Menuju Porprov Jatim 2027 Lewat SRC

Rizky, biasa ia dipanggil, mengaku memelihara kadal sejak tahun 2017 lalu. Jenisnya beragam, mulai dari Bearded Dragon, Leopard Gecko, hingga Pogona.

Lantaran peliharaannya terus beranak pinak, ia pun menekuni hingga dijadikan pundi-pundi rupiah.

Sebelum menekuni budidaya kadal, Rizky mengumpulkan banyak referensi. Ia juga menyempatkan diri untuk berguru ke komunitas reptil.

Tentunya, perjalanan dia tak selancar jalan tol. Jungkir balik pernah dialaminya. Mulai dari tak bisa berkembang, keracunan, hingga mati. 

"Menurut saya hal itu lumrah. Karena saya kan masih merintis dan terbilang masih prematur dalam bisnis ini," ungkapnya, Kamis (7/5/2026).

Lambat laun, Rizky mulai memahami budidaya kadal. Ia mengaku, perawatan kadal memang perlu perhatian lebih layaknya bayi.

Baca Juga: Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Karena, harus dijemur setiap pagi dan menyesuaikan suhu ruangan dengan kondisi tubuhnya.

"Makanannya setiap hari saya kasih jangkrik, kecoa dubia, sorenya bisa diselingin sayuran dan jemur matahari," sebutnya.

Belum lagi, lanjut Rizky, pada proses pengenalan hingga kawin yang terbilang lama. Untuk sepasang kadal membutuhkan waktu sekitar satu bulan agar mau dikawin dan bertelur.

Apabila berhasil, bisa bertelur sampai tiga kali. Sekali bertelur, kadal bisa menghasilkan 15 sampai 20 butir telur dengan presentase 95 persen.

"Kendalanya itu suhu, kalau masuk musim dingin kayak hujan gitu kayak mogok makanan muntah atau bisa mati tiba-tiba," ungkap Rizky. 

Baca Juga: Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

Perlahan tapi pasti, usaha Rizky dalam mengembangbiakkan kadal tersebut dilirik sebaya dan warga sekitar.

Ia pun mulai memasarkan melalui media sosial dan marketplace. Harga yang dibandrol beragam. Mulai Rp600 ribu sampai Rp6 juta per ekor.

"Kalau harga paling murah Rp600 ribu, paling mahal itu jenis Baby dragon, Rp6 juta. Belinya bisa lewat Instagram atau online-online lainnya. Bisa juga langsung datang kesini," pungkas Rizky.

Kisah Rizky ini bisa menjadi inspirasi, bahwa usaha tidak mengkhianati hasil. Ketika usah yang dibarengi dengan niat, komitmen, akan membuahkan hasil.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Patahan Aktif, Pemkot Surabaya Siapkan 5 Seismograf

Alat yang disiapkan merupakan Raspberry Shake (RS6D), berdasarkan usulan tim geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dipimpin Prof Amien Widodo.

Helikopter Polri Dikerahkan Bantu Evakuasi Keluarga Korban di Operasi Damai Cartenz

Proses evakuasi berjalan lancar dan korban dalam kondisi selamat.

Pabrik Sepatu Terbakar di Mojokerto Belum Padam, Ini Kendala Pemadam di Lokasi

Tim harus membongkar dinding dulu pakai ekskavator yang sudah didatangkan pihak pabrik.

Gagal Berangkatkan Jemaah, Kemenhaj Blokir PT Annisa Ahmada Travelindo

Kemenhaj akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap persoalan tersebut.

Kejati Jatim Tahan Tersangka Baru Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara 6,1 Miliar

Buku rekening dan ATM diserahkan kepada SH. Uang dikelola sendiri, dipakai melunasi kredit macet agar bisa mengajukan pinjaman baru serta melunasi utang pribadi

Gandeng Duta Pancasila, Pemkab Mojokerto Perkuat Edukasi Cukai dan Perang Lawan Rokok Ilegal

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Pemkab menggelar sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai khusus untuk Duta Pancasila atau Purna Paskibraka