Minggu, 18 Okt 2026 20:55 WIB

Kabupaten Pasuruan Lirik Pie Susu jadi Oleh-oleh Baru, UMKM Siap Digenjot

  • Penulis : Ariyanto
  • | Rabu, 06 Mei 2026 21:59 WIB
Kunjungan kerja Ketua Komisi III DPRD Pasuruan, Yusuf Daniyal ke sentra produksi Pie Susu Dewata Agung di Denpasar, Bali. (Dok. DPRD Pasuruan).
Kunjungan kerja Ketua Komisi III DPRD Pasuruan, Yusuf Daniyal ke sentra produksi Pie Susu Dewata Agung di Denpasar, Bali. (Dok. DPRD Pasuruan).

selalu.id - Kabupaten Pasuruan mulai menjajaki peluang menghadirkan varian baru oleh-oleh khas daerah.

Bukan sekadar wacana, langkah ini diperkuat dengan studi langsung ke sentra produksi Pie Susu Dewata Agung di Denpasar, Bali, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon buah tangan Pulau Dewata.

Baca Juga: Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Dari kunjungan tersebut, muncul keyakinan bahwa produk pie susu memiliki prospek untuk dikembangkan di Pasuruan, terutama dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal agar lebih kompetitif.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, menyebut ide ini sebagai bagian dari strategi memperluas pilihan oleh-oleh khas daerah.

Menurutnya, adopsi konsep bukan berarti kehilangan identitas, melainkan membuka peluang baru.

“Ini untuk mendongkrak usaha UMKM agar bisa memiliki oleh-oleh khas Pasuruan, meskipun kita adopsi,” kata Daniyal, Rabu (6/5/2026).

Hasil pengamatan di lokasi produksi Pie Susu Dewata Agung juga menunjukkan bahwa proses pembuatan produk tersebut relatif sederhana.

Baca Juga: Mahasiswa asal Pasuruan Tewas Terlindas Truk di Surabaya

Peralatan yang digunakan dinilai tidak memerlukan biaya besar, sehingga dinilai cocok diterapkan oleh pelaku usaha skala rumahan di Pasuruan.

“Alatnya tidak mahal dan prosesnya tidak ribet, ini sangat memungkinkan untuk diterapkan oleh UMKM kita,” jelasnya.

Di tengah rencana itu, kekhawatiran soal potensi persaingan dengan pia khas Pasuruan sempat mencuat.

Namun, Daniyal menilai keduanya tidak berada pada segmen yang sama, baik dari sisi bahan baku maupun karakter rasa.

Baca Juga: Usut Dugaan Penyerobotan Lahan 13 Tahun di Pasuruan, Bareskrim Temukan Bukti Khusus

“Bentuk dan komposisinya beda, jadi tidak akan terjadi persaingan dengan pia khas Pasuruan. Ini justru saling melengkapi,” ujarnya.

Alih-alih saling menyaingi, kehadiran pie susu justru dipandang sebagai upaya memperkaya ragam oleh-oleh.

Dengan semakin banyak pilihan, wisatawan diharapkan memiliki alternatif yang lebih beragam saat berkunjung ke Pasuruan, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi UMKM setempat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.