Kamis, 03 Sep 2026 14:32 WIB

Selain Sapi, Peternakan di Mojokerto Kini juga Sediakan Unta untuk Kurban

Unta kurban yang disediakan Berkah Wafa Farm di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu id).
Unta kurban yang disediakan Berkah Wafa Farm di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu id).

selalu.id - Berkah Wafa Farm kini juga menyediakan Unta untuk kurban, yang sebelumnya hanya ada sapi, kerbau hingga kambing.

Peternakan yang berada di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini mendatangkan Unta langsung dari Australia sejak tahun 2025.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Pemilik Berkah Wafa Farm, Faisal Effendi mengatakan telah mendatangkan unta sebanyak 30 ekor.

Dari 30 ekor itu, saat ini hanya tersisa 5 ekor, sisanya ada yang dititipkan bahkan sudah laku. Namun unta yang sudah laku tidak dipakai untuk hewan kurban tetapi untuk zoo atau kebun binatang.

"Kita datangkan dari Australia. Jadi, kalau yang pertama kemarin kita habiskan untuk zoo. Jadi zoo di Bali, zoo di Jawa Tengah, di Jawa Barat, ngambil ke kami. Ya kita habiskan untuk yang 2025, 2026 ini kita sisakan 5 ekor sampai 6 ekor lah nanti. Jadi ada beberapa yang sudah diambil teman-teman, ada juga yang kita titipkan," kata Faisal, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, untuk perawatan Unta asli timur tengah ini sangatlah mudah berbanding terbalik dengan perawatan sapi yang rentan terhadap penyakit.

"Saya kira lebih praktis, lebih gampang karena makannya juga gampang, terus pertumbuhannya memang agak lama, tapi lebih mudah daripada sapi lebih kuat unta d aya tahan tubuhnya," jelas Faisal.

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

"Kalau sapi kan ada gampang kembung, terus gampang kena semacam panas perubahan cuaca juga dia gampang sakit. Apalagi sekarang kan ada PMK, ada LSD, sama juga demam ya, demam pada sapi," tambahnya.

Menurut Faisal, saat ini dirinya sedang berkonsentrasi untuk melakukan breeding atau pengembangbiakan Unta yang didatangkan dari Australia tersebut.

Namun ia juga tidak menutup kemungkinan ada yang membeli untuk hewan kurban.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

"Selain untuk zoo, kita pengen ngembangin untuk di ternak. Kita pengen breeding, supaya nanti ke depan kita pengennya ada namanya hewan kurban unta. Kita jual belikan untuk korban. Tapi kita harus menyesuaikan yang umurnya sudah tua," ungkapnya.

Breeding Unta di peternakan kampung di Jawa Timur belum ada yang melakukan selain breeding di kebun binatang.

"Makanya mau kita kembangkan untuk di sini, di breeding. Ini sementara belum, mungkin tahun depan ya. Masih fokus di breeding. Supaya berkembang di unta kalau untuk zoo itu kan udah biasa, udah banyak, udah bertahun-tahun tapi kalau untuk di ternak, di peternakan kampung belum ada," pungkas Faisal.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.