Senin, 22 Jun 2026 00:34 WIB

Mencicipi Kelezatan Nasi Jamu Pak Pri Mojokerto: Sarapan Sehat, Harga Merakyat

Warung Nasi Jamu Pak Pri Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Warung Nasi Jamu Pak Pri Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Bagi Anda yang mencari rekomendasi sarapan pagi, Nasi Jamu Pak Pri di Jalan Hayam Wuruk No.86 Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto atau tepatnya depan jogging track bisa jadi pilihan.

Kalau mendengar kata jamu yang ada di benak kita pasti ada rasa pahit. Namun tidak dengan nasi jamu masakan dari pasangan suami istri, Supriyanto (65) dan Siti Musholikha (54).

Baca Juga: Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, Warga Rasakan Makan Gratis 1080 Porsi

Nasi Jamu menyajikan berbagai menu sayuran dari bahan yang menyehatkan seperti daun pepaya, pare, bunga pepaya gantung dan jantung pisang, daun singkong terkadang ada juga terong dan petai.

Sayuran-sayuran ini dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan. Bahan-bahan tersebut dimasak tumis oleh pasutri tersebut. Sedangkan untuk lauknya ada ikan patin, telur balado, dan pari.

Regita, salah seorang pembeli, mengaku tahu nasi jamu sejak tahun 2018 ketika temannya memberi rekomendasi tempat makan pagi.

"Setahu saya sudah ada dari tahun 2018, lumayan sering. Lumayan sering makan, saya sukanya pahit-pahitan, ini ada daun pepaya, bunga pepaya sama jantung pisang," ungkapnya, Selasa (5/5/2026).

Sementara pasutri, Agus dan istrinya Tri, warga Sooko mengungkapkqn bahwa masakan nasi jamu tersebut enak dan otentik. Keduanya suka daun pepaya dan jantung pisang.

"Menunya di sini sehat, rasanya cocok tidak ada pahitnya. Awalnya tahu dari teman dan cocok, harganya standar dan low budget. Ini minumannya rekomendasi banget serai jahe," ujarnya.

Baca Juga: Detik-detik Menegangkan Evakuasi Balita 3 Tahun Terkunci dalam Mobil di Mojokerto

Terpisah, Siti Musholikha, pemilik, menjelaskan bahwa ia dan suaminya awalnya menjual masakan seperti rawon, lodeh, pecel pada tahun 1990.

"Awalnya dulu jual rawon, lodeh, pecel karena sayurnya dari pepaya, terus sama orang-orang yang beli minta untuk di oseng (tumis). Mulai sejak itu saya osengan, ada orang langganan dia bilang sudah pakai nama sego jamu terus rawon, lodeh dan pecel sudah tidak jual," katanya.

Siti mengaku berjualan rawon, lodeh dan pecel hanya 5 tahun. Namun berjualan nasi jamu ini sudah 20 tahun atau sejak tahun 1995.

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Produksi Sepatu Safety di Mojokerto Banjir Pesanan

"Ikannya patin, pe (pari), pindang, telur, tuna, pepes kepala ikan, terkadang kalau ada ikan gabus di asem-asem. Sudah 20 tahun. Per porsi Rp12 ribu. Minumnya serai jahe, kopi, teh Rp 3 ribu," sebutnya.

Menurut Siti, agar daun pepaya, bunga pepaya dan pare tidak lagi pahit, ia mencampurnya dengan daun beluntas.

Warung Pak Pri ini buka mulai pukul 06.00 WIB sampai habis dan libur hari Minggu.

"Banyak fungsi (khasiat). Buka jam 6 sampai jam 11, kadang sampai jam 12 baru habis. Pembelinya tidak hanya lokal, ada yang dari Surabaya, Gresik. Kalau dari luar kota itu biasanya telepon dulu minta disisakan agar bisa menikmati nasi jamu. Saat digodok itu diberi daun beluntas dan sekalian beluntasnya dijadikan sayur kan banyak khasiat juga," kata Siti.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Telusuri Jejak Masa Kecil Bung Karno di Sidoarjo Lewat FGD

Salah satu yang kembali mencuat adalah keberadaan bangunan sekolah lama yang diduga tempat Soekarno sekolah.

Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

“Mungkin 300–500, belum terhitung yang massa cair,” ujar Korlap aksi tentang gambaran massa yang akan terlibat.

Besok Bakal Ada Aksi Massa Lagi di Pusat Kota Surabaya, Poster Terpasang di Medsos

Massa diarahkan berkumpul di Taman Bambu Runcing sebelum melakukan long march menuju Gedung Negara Grahadi. 

Surabaya Hasilkan Ribuan Ton Limbah B3, Tapi 46 Ton Masih Menumpuk di TPS

Menurut Maria, masih ada sejumlah pihak yang belum mampu mengelola limbah secara mandiri meskipun telah mendapatkan edukasi dari pemerintah.

Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Kebijakan ini membuat para pedagang dapat berjualan dengan lebih leluasa di tengah ramainya pengunjung.

Pria Asal Kenjeran Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya

Korban akhirnya ditemukan di dasar sungai. Posisinya sekitar dua meter dari titik terakhir terlihat sebelum tenggelam.