Kamis, 03 Sep 2026 15:24 WIB

Mencicipi Kelezatan Nasi Jamu Pak Pri Mojokerto: Sarapan Sehat, Harga Merakyat

Warung Nasi Jamu Pak Pri Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Warung Nasi Jamu Pak Pri Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Bagi Anda yang mencari rekomendasi sarapan pagi, Nasi Jamu Pak Pri di Jalan Hayam Wuruk No.86 Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto atau tepatnya depan jogging track bisa jadi pilihan.

Kalau mendengar kata jamu yang ada di benak kita pasti ada rasa pahit. Namun tidak dengan nasi jamu masakan dari pasangan suami istri, Supriyanto (65) dan Siti Musholikha (54).

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Nasi Jamu menyajikan berbagai menu sayuran dari bahan yang menyehatkan seperti daun pepaya, pare, bunga pepaya gantung dan jantung pisang, daun singkong terkadang ada juga terong dan petai.

Sayuran-sayuran ini dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan. Bahan-bahan tersebut dimasak tumis oleh pasutri tersebut. Sedangkan untuk lauknya ada ikan patin, telur balado, dan pari.

Regita, salah seorang pembeli, mengaku tahu nasi jamu sejak tahun 2018 ketika temannya memberi rekomendasi tempat makan pagi.

"Setahu saya sudah ada dari tahun 2018, lumayan sering. Lumayan sering makan, saya sukanya pahit-pahitan, ini ada daun pepaya, bunga pepaya sama jantung pisang," ungkapnya, Selasa (5/5/2026).

Sementara pasutri, Agus dan istrinya Tri, warga Sooko mengungkapkqn bahwa masakan nasi jamu tersebut enak dan otentik. Keduanya suka daun pepaya dan jantung pisang.

"Menunya di sini sehat, rasanya cocok tidak ada pahitnya. Awalnya tahu dari teman dan cocok, harganya standar dan low budget. Ini minumannya rekomendasi banget serai jahe," ujarnya.

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

Terpisah, Siti Musholikha, pemilik, menjelaskan bahwa ia dan suaminya awalnya menjual masakan seperti rawon, lodeh, pecel pada tahun 1990.

"Awalnya dulu jual rawon, lodeh, pecel karena sayurnya dari pepaya, terus sama orang-orang yang beli minta untuk di oseng (tumis). Mulai sejak itu saya osengan, ada orang langganan dia bilang sudah pakai nama sego jamu terus rawon, lodeh dan pecel sudah tidak jual," katanya.

Siti mengaku berjualan rawon, lodeh dan pecel hanya 5 tahun. Namun berjualan nasi jamu ini sudah 20 tahun atau sejak tahun 1995.

Baca Juga: Kejam! Wanita di Mojokerto jadi Korban Perampasan Lalu Diperkosa Residivis di Lahan Tebu

"Ikannya patin, pe (pari), pindang, telur, tuna, pepes kepala ikan, terkadang kalau ada ikan gabus di asem-asem. Sudah 20 tahun. Per porsi Rp12 ribu. Minumnya serai jahe, kopi, teh Rp 3 ribu," sebutnya.

Menurut Siti, agar daun pepaya, bunga pepaya dan pare tidak lagi pahit, ia mencampurnya dengan daun beluntas.

Warung Pak Pri ini buka mulai pukul 06.00 WIB sampai habis dan libur hari Minggu.

"Banyak fungsi (khasiat). Buka jam 6 sampai jam 11, kadang sampai jam 12 baru habis. Pembelinya tidak hanya lokal, ada yang dari Surabaya, Gresik. Kalau dari luar kota itu biasanya telepon dulu minta disisakan agar bisa menikmati nasi jamu. Saat digodok itu diberi daun beluntas dan sekalian beluntasnya dijadikan sayur kan banyak khasiat juga," kata Siti.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.