Minggu, 16 Agu 2026 03:40 WIB

Kades Buncitan Sidoarjo Itu Tewas karena Bunuh Diri, Ini Dugaan Motifnya

  • Penulis : Ariyanto
  • | Senin, 04 Mei 2026 17:16 WIB
Ilustrasi. (Dok. Freepik).
Ilustrasi. (Dok. Freepik).

selalu.id - Misteri penyebab kematian Mujiono, Kepala Desa (Kades) Buncitan, Sidoarjo, yang ditemukan tewas di ruang kerjanya, terungkap.

Polisi memastikan bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

Baca Juga: Bukan Sekadar Karakter, Pramuka Sidoarjo Didorong jadi Motor Swasembada Pangan

Hasil ini terungkap setelah penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan serangkaian penyelidikan mendalam.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma menegaskan, hasil pemeriksaan fisik terhadap tubuh korban tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan.

"​Penyebab kematian dipastikan akibat jeratan di leher yang menyebabkan korban meninggal dunia. Tidak ada luka atau tanda kekerasan lain di sekujur tubuh korban," jelasnya, Senin (4/5/2026).

Putra mengatakan, temuan lain yang memperkuat dugaan tersebut berasal dari ponsel pribadi korban.

Polisi mendapati riwayat pencarian di ponsel yang mengarah pada metode bunuh diri. Jejak digital ini menjadi bagian penting dalam mengungkap latar belakang kejadian.

"​Selain bukti yang terlihat dari fisik, penyidik menemukan petunjuk penting pada ponsel milik korban. Ditemukan riwayat pencarian (browsing) di Google mengenai cara-cara bunuh diri. Jejak digital ini menjadi salah satu bukti kuat tindakan itu, memang direncanakan korban," paparnya.

Baca Juga: Jejak "Koki" Tembakau Sintetis dan Langkah Polisi Membongkar Jaringan Narkoba di Sidoarjo

Meski demikian, penyidik tidak serta-merta menghentikan pendalaman. Dugaan motif juga ditelusuri, termasuk kondisi pribadi korban sebelum kejadian.

Dari hasil sementara, tekanan ekonomi disebut menjadi salah satu faktor yang memicu aksi tersebut.

"Untuk motif masih kami dalami lagi. Apakah karena ekonomi, atau yang lain, itu masih terus kami dalami," tandas Putra.

Kades Mujiono ditemukan tewas oleh petugas kebersihan balai desa di ruang kerjanya, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Hari Pramuka ke-65, Wabup Sidoarjo ajak Generasi Muda Teladani Semangat Para Pahlawan

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi duduk di sofa, mengenakan kaos dan celana jeans, dengan selang air yang melilit leher dan terikat pada ventilasi jendela.

Peristiwa ini sempat mengundang tanda tanya masyarakat. Namun, dengan terungkapnya hasil penyelidikan, kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kematian tersebut.

*Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Banggar DPRD Sidoarko meminta Pemkab memastikan dokumen perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten tetap selaras.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.