Rabu, 30 Sep 2026 20:37 WIB

Kades Buncitan Sidoarjo Itu Tewas karena Bunuh Diri, Ini Dugaan Motifnya

  • Penulis : Ariyanto
  • | Senin, 04 Mei 2026 17:16 WIB
Ilustrasi. (Dok. Freepik).
Ilustrasi. (Dok. Freepik).

selalu.id - Misteri penyebab kematian Mujiono, Kepala Desa (Kades) Buncitan, Sidoarjo, yang ditemukan tewas di ruang kerjanya, terungkap.

Polisi memastikan bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

Baca Juga: GSJT Protes Barcode Solar Bersubsidi, Ratusan Truk Towing Padati Surabaya

Hasil ini terungkap setelah penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan serangkaian penyelidikan mendalam.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma menegaskan, hasil pemeriksaan fisik terhadap tubuh korban tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan.

"​Penyebab kematian dipastikan akibat jeratan di leher yang menyebabkan korban meninggal dunia. Tidak ada luka atau tanda kekerasan lain di sekujur tubuh korban," jelasnya, Senin (4/5/2026).

Putra mengatakan, temuan lain yang memperkuat dugaan tersebut berasal dari ponsel pribadi korban.

Polisi mendapati riwayat pencarian di ponsel yang mengarah pada metode bunuh diri. Jejak digital ini menjadi bagian penting dalam mengungkap latar belakang kejadian.

"​Selain bukti yang terlihat dari fisik, penyidik menemukan petunjuk penting pada ponsel milik korban. Ditemukan riwayat pencarian (browsing) di Google mengenai cara-cara bunuh diri. Jejak digital ini menjadi salah satu bukti kuat tindakan itu, memang direncanakan korban," paparnya.

Baca Juga: Arah Baru Pengembangan Rumah Sakit di Sidoarjo

Meski demikian, penyidik tidak serta-merta menghentikan pendalaman. Dugaan motif juga ditelusuri, termasuk kondisi pribadi korban sebelum kejadian.

Dari hasil sementara, tekanan ekonomi disebut menjadi salah satu faktor yang memicu aksi tersebut.

"Untuk motif masih kami dalami lagi. Apakah karena ekonomi, atau yang lain, itu masih terus kami dalami," tandas Putra.

Kades Mujiono ditemukan tewas oleh petugas kebersihan balai desa di ruang kerjanya, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Operasi Tekan ODOL di Sidoarjo, Puluhan Truk Tak Laik Jalan

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi duduk di sofa, mengenakan kaos dan celana jeans, dengan selang air yang melilit leher dan terikat pada ventilasi jendela.

Peristiwa ini sempat mengundang tanda tanya masyarakat. Namun, dengan terungkapnya hasil penyelidikan, kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kematian tersebut.

*Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Baliho itu dipasang, cara pedagang menyampaikan protes setelah surat permohonan dialog kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disebut tak kunjung dibalas.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.

DPRD Surabaya Desak Sanksi ASN Diterapkan Adil Tanpa Pandang Bulu

Anas meminta pengawasan internal di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diperkuat. Jangan cuma setelah ada kejadian.

Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Sebanyak 9 ton beras yang diperuntukkan bagi warga miskin, khususnya di wilayah Surabaya nekat dijegal dan dijual murah oleh para pelaku.

Pemkot Surabaya Bidik Potensi Reklame di Ruang Publik Demi Genjot PAD

Informasi yang diterima selalu.id, reklame besar atau videotron itu milik swasta JJ Promotion.