Jumat, 04 Sep 2026 13:33 WIB

Jasad Pria di Prambon Masih Misterius, Diperkirakan Meninggal 6 Hari Lalu

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 03 Mei 2026 18:20 WIB
Barang bukti milik jasad pria yang ditemukan di prambon Sidoarjo. (istimewa)
Barang bukti milik jasad pria yang ditemukan di prambon Sidoarjo. (istimewa)

selalu.id - Kasus penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, masih menyisakan tanda tanya. Hingga Minggu (3/5/2026) sore, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan guna mengungkap 
identitas korban serta penyebab kematiannya.

Diketahui, jasad pria itu ditemukan di area persawahan, tepatnya di bawah pohon pisang di Dusun Wonogiri. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 5 hingga 6 hari sebelum ditemukan.

Baca Juga: Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Makam Jumadil Kubro Mojokerto

Kapolsek Prambon, AKP Sugiono, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Identifikasi Polresta Sidoarjo. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

“Masih kami dalami, termasuk identitas korban. Kami juga sudah meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi,” ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. 

Korban memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 152 cm, rambut pendek beruban, serta kondisi fisik yang sudah rusak akibat pembusukan. Pada bagian kaki kanan ditemukan luka borok yang dibungkus plastik.

Baca Juga: Sebelum Dihabisi, Jasad Perempuan Probolinggo di Dalam Sumur Ternyata Disetubuhi Dulu

Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya sarung kotak-kotak warna hijau, sandal jepit, celana pendek hijau, kaos merah, serta sisa makanan ringan yang telah membusuk. 

Berdasarkan keterangan saksi, jasad korban pertama kali diketahui setelah seorang pencari rumput melihat tubuh tergeletak di sawah. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada warga yang sedang kerja bakti membersihkan makam di sekitar lokasi.

Selanjutnya, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Prambon yang langsung menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah. 

Baca Juga: Mayat Perempuan dalam Sumur Diduga Korban Pembunuhan, Kenal Pelaku dari Aplikasi Perjodohan

Saat ini, jasad korban berada di ruang jenazah RS Pusdik Gasum Porong. Polisi masih menunggu batas waktu 2x24 jam untuk proses identifikasi. Apabila belum ada pihak keluarga yang mengenali, maka akan dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. 

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke pihak berwajib. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu mengungkap identitas korban dalam kasus ini.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berjalan dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan oleh pihak kepolisian.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.