Selasa, 21 Jul 2026 07:10 WIB

Jasad Pria di Prambon Masih Misterius, Diperkirakan Meninggal 6 Hari Lalu

  • Penulis : Ariyanto
  • | Minggu, 03 Mei 2026 18:20 WIB
Barang bukti milik jasad pria yang ditemukan di prambon Sidoarjo. (istimewa)
Barang bukti milik jasad pria yang ditemukan di prambon Sidoarjo. (istimewa)

selalu.id - Kasus penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, masih menyisakan tanda tanya. Hingga Minggu (3/5/2026) sore, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan guna mengungkap 
identitas korban serta penyebab kematiannya.

Diketahui, jasad pria itu ditemukan di area persawahan, tepatnya di bawah pohon pisang di Dusun Wonogiri. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 5 hingga 6 hari sebelum ditemukan.

Baca Juga: Sebelum Dihabisi, Jasad Perempuan Probolinggo di Dalam Sumur Ternyata Disetubuhi Dulu

Kapolsek Prambon, AKP Sugiono, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Identifikasi Polresta Sidoarjo. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

“Masih kami dalami, termasuk identitas korban. Kami juga sudah meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi,” ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. 

Korban memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 152 cm, rambut pendek beruban, serta kondisi fisik yang sudah rusak akibat pembusukan. Pada bagian kaki kanan ditemukan luka borok yang dibungkus plastik.

Baca Juga: Mayat Perempuan dalam Sumur Diduga Korban Pembunuhan, Kenal Pelaku dari Aplikasi Perjodohan

Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya sarung kotak-kotak warna hijau, sandal jepit, celana pendek hijau, kaos merah, serta sisa makanan ringan yang telah membusuk. 

Berdasarkan keterangan saksi, jasad korban pertama kali diketahui setelah seorang pencari rumput melihat tubuh tergeletak di sawah. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada warga yang sedang kerja bakti membersihkan makam di sekitar lokasi.

Selanjutnya, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Prambon yang langsung menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan mengevakuasi jenazah. 

Baca Juga: Tak Pulang Seharian, Supeltas di Mojokerto Ditemukan Tewas dalam Selokan

Saat ini, jasad korban berada di ruang jenazah RS Pusdik Gasum Porong. Polisi masih menunggu batas waktu 2x24 jam untuk proses identifikasi. Apabila belum ada pihak keluarga yang mengenali, maka akan dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. 

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke pihak berwajib. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu mengungkap identitas korban dalam kasus ini.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berjalan dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan oleh pihak kepolisian.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.