Minggu, 19 Jul 2026 21:56 WIB

FMKMP Soroti Pembangunan Tanggul Raksasa Rp1.297 T dari Banten ke Jatim, Berikut Dampak Bahayanya

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 28 Apr 2026 21:26 WIB
Giant Sea Wall (GWS) atau tanggul raksasa di tengah laut yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Dok. Istimewa).
Giant Sea Wall (GWS) atau tanggul raksasa di tengah laut yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Dok. Istimewa).

selalu.id - Forum Masyarakat Kelautan, Maritim, dan Perikanan (FMKMP) menyoroti rencana pembangunan Giant Sea Wall (GWS) atau tanggul raksasa di tengah laut oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ketua FMKMP Jawa Timur, Oki Lukito mengatakan bahwa GWS dibangun membentang dari Banten hingga Jawa Timur. Fokus wilayah (Jawa Timur) diprioritaskan di lintas pesisir utara, yakni kawasan Kabupaten Tuban, Gresik, dan Lamongan.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

"Informasinya dana anggaran fantastis, estimasinya US$ 80–100 miliar atau sekitar Rp1,3 hingga Rp1,68 kuadriliun, atau setara Rp1.297 triliun. Saat ini GSW masih prioritas di DKI dan Jateng, terutama Semarang," jelas Oki kepada selalu.id, Selasa (28/4/2026).

Menurut dia, sebaiknya pembangunan GSW di Jawa Timur lebih efektif soft structure, yaitu rehab pesisir degan vegetasi pantai atau sabuk pantai.

Pertimbangannya bathi metri (kedalaman), pola arus, vegetasi yang existing (mangrove ).

"Hal ini agar aktivitas masyarakat mudah untuk menuju ke area tangkap. Ada industri maritim seperti galangan kapal yang umumnya berada di pinggir pantai akan terhambat aktivitasnya," papar Oki.

Pria yang juga tergabung dalam Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir (HAPPI) Jatim ini menegaskan, jika GSW model hard structure (beton) akan berdampak multisektor dan perubahan signifikan fisika, kimia ekosistem dan perubahan area tangkap atau bahkan hilangnya sumber daya ikan.

"Jujur, sejatinya untuk apa pemerintah bangun GSW. Ini kan proyek besar dengan biaya yang sangat besar. Dalam jangka pendek-menengah, 5-15 tahun ke depan, apa urgensinya? APBN kita sudah defisit, bayar bunga hutang dan cicilannya juga sangat besar. Ini akan memperberat ruang fiskal. Apalagi, jika proyek tersebut dibiayai lewat hutang luar negeri. Pertanyaan saya, apa yang mau dibanggakan?," tegas Oki.

Ia menambahkan bahwa hasil diskusi internal HAPPI akan terdapat dampak dari pembangunan GSW (beton).

Berikut Dampak dari Pembangunan GWS Menurut HAPPI:

1. Kerusakan Habitat Alami

Tanggul dapat menutup atau mengubah area seperti mangrove, padang lamun, dan rawa pesisir.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

Ekosistem ini penting sebagai tempat berkembang biak ikan dan penahan abrasi alami. Jika hilang, keanekaragaman hayati ikut menurun.

2. Perubahan Aliran Air dan Sedimen

Struktur besar ini mengganggu arus laut alami. Akibatnya, sedimentasi bisa menumpuk di satu sisi.

Erosi bisa makin parah di sisi lain. Ini bisa merusak garis pantai dalam jangka panjang.

3. Penurunan Kualitas Air

Jika air laut terperangkap di dalam tanggul tanpa sirkulasi baik, bisa terjadi penumpukan limbah dan polusi.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

penurunan kadar oksigen. Hal ini berbahaya bagi ikan dan organisme laut lainnya.

4. Gangguan Migrasi Biota Laut

Banyak spesies (ikan, udang, dll), bergantung pada jalur migrasi alami antara laut dan muara. Tanggul bisa menjadi penghalang fisik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf saat bertemu Gubenrnur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa pembangunan GWS saat ini sedang dilakukan penelitian dan assesment.

"Seperti apa nanti dibangun di tengah laut sekitar 4-6 km dari bibir pantai. Dan rencananya akan kita laksanakan setelah selesai semua," katanya, Jumat (24/4/2026).

Reporter: Mohammad Rofik 

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.