Kamis, 06 Agu 2026 04:52 WIB

Muktamar ke-35 NU 2026, Gus Ulib Minta PCNU-PWNU Hindari Konflik

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib. (Dok. Ponpes Darul Ulum Rejoso).
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib. (Dok. Ponpes Darul Ulum Rejoso).

selalu.id - Perebutan posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), jelang Muktamar ke-35 NU semakin memanas.

Sejumlah nama calon mulai bermunculan dan memicu perdebatan serius di seluruh lapisan organisasi, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

Baca Juga: Gus Yahya Sebut PKB Ibarat Produk Mobil Gagal, Gus Halim: Mulut Rusak!

Menyikapi polemik tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) dan Pengurus Wilayah NU (PWNU) yang memiliki hak suara dalam musyawarah akbar tersebut.

Ia meminta agar tidak memilih figur yang pernah terlibat dalam konflik kepengurusan pada periode sebelumnya.

Menurut Gus Ulib, perselisihan yang terjadi di tingkat pusat tidak hanya berdampak pada kalangan elite semata, tetapi juga merembet hingga ke basis utama organisasi, yaitu lingkungan pesantren.

“Pesan saya jelas kepada PCNU dan PWNU, jangan sampai kembali memilih pihak-pihak yang terlibat dalam rezim konflik lama. Dampaknya sampai ke bawah, sampai ke pondok-pondok yang menjadi tulang punggung NU,” tegasnya, Senin (27/4/2026).

Meskipun dirinya dan kalangan ulama pesantren tidak memiliki hak pilih formal dalam muktamar, Gus Ulib menegaskan suara moral mereka tetap menjadi pertimbangan penting untuk menyeimbangkan arah kebijakan organisasi.

Ia berharap kepemimpinan PBNU mendatang benar-benar kembali berpijak pada kekuatan dan nilai-nilai pesantren.

“Figur dari lingkungan pesantren lebih mengerti tradisi, kultur, serta kebutuhan nyata warga NU di akar rumput. Ini yang harus jadi prioritas,” jelasnya.

Baca Juga: Tegas ! Gus Syafiq Bakal Pukul Mundur Demonstran di PBNU - PWNU Jatim

Di tengah perbincangan tersebut, dua tokoh dzuriyah pendiri NU asal Jombang juga menjadi sorotan utama, yaitu KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) dari Pondok Pesantren Tebuireng dan KH Abdus Salam Shohib (Gus Salam) dari Pondok Pesantren Denanyar.

Gus Ulib menilai pencalonan keduanya sah secara aturan organisasi dan kapasitasnya tidak perlu diragukan lagi.

“Secara ilmu, kepemimpinan, dan garis keturunan, beliau berdua sudah teruji dan terhormat. Tidak ada yang perlu dipersoalkan dari sisi kualifikasi,” tegasnya.

Meski demikian, Gus Ulib mengungkapkan kekhawatiran tersendiri jika keduanya benar-benar memutuskan maju. Pasalnya, peran mereka dinilai sangat sentral dan tak tergantikan dalam mengelola pesantren masing-masing.

“Kalau sampai terpilih dan harus fokus di pusat, tentu ini pengorbanan yang sangat besar. Pondok akan kehilangan sosok kunci yang menjaga tradisi keilmuan dan kaderisasi ulama. Ini harus dipikirkan matang-matang, jangan sampai ada yang terabaikan,” tambahnya.

Baca Juga: Gus Kikin Enggan Campuri Urusan PBNU Soal Rencana Ambil Ahli Parpol

Selain kedua nama tersebut, sejumlah figur lain juga disebut-sebut memiliki peluang, terutama yang berasal dari Jombang.

Di antaranya adalah Gus Irfan dari Tebuireng yang kini menjabat Menteri Haji, Gus Ufik dari Darul Ulum yang aktif di lembaga struktural PBNU, serta Romahurmuziy, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Muktamar ke-35 NU diproyeksikan menjadi titik balik penentu masa depan organisasi.

Pilihan yang diambil oleh PCNU dan PWNU nantinya akan menentukan apakah NU akan kembali berakar kuat pada identitas pesantren, atau justru terperangkap kembali dalam bayang-bayang perselisihan masa lalu.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Salah satu kasus yang jadi perhatian adalah seorang mahasiswi di kawasan Wonokromo yang terancam menghentikan kuliahnya meski memiliki prestasi akademik tinggi.