Minggu, 16 Agu 2026 03:40 WIB

Gebyar Seni Budaya di Museum Mpu Tantular, Momen Bangkitkan Budaya Jaranan Sidoarjo 

  • Penulis : Tim Selalu
  • | Minggu, 26 Apr 2026 16:21 WIB
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, bersama kesenian Jaranan Jawi di utara Museum Empu Tantular.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, bersama kesenian Jaranan Jawi di utara Museum Empu Tantular.

selalu.id – Kebangkitan kesenian tradisional di Kabupaten Sidoarjo mulai menemukan momentumnya dari ruang-ruang komunitas. Di tengah arus modernisasi, para pelaku seni menunjukkan bahwa budaya lokal seperti jaranan bantengan di Sidoarjo masih memiliki daya hidup yang kuat dan terus dirawat oleh masyarakatnya.

Gambaran itu terlihat dalam gelaran Halal Bihalal yang dirangkai dengan Gebyar Seni Budaya di pelataran Museum Mpu Tantular, Sidoarjo, Minggu (26/4/2026). Ratusan warga hadir, memadati area kegiatan, menikmati suasana kebersamaan yang tidak hanya diwarnai tradisi saling memaafkan, tetapi juga perayaan budaya khas daerah.

Baca Juga: KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

Dentum kendang dan suara selompret mengawali pertunjukan. Para penari jaranan dan pembarong bantengan tampil enerjik, menghadirkan kekuatan gerak, unsur magis, dan nilai estetika yang menjadi ciri khas kesenian tradisional Sidoarjo. Antusiasme penonton menjadi penanda bahwa kesenian ini tetap hidup di tengah masyarakat.

Di tengah dinamika tersebut, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, turut terlibat langsung. Ia bahkan dipercaya menjalankan peran sebagai “Bopo” dalam prosesi ritual pembuka, sebuah posisi penting dalam memastikan pertunjukan berlangsung aman dan penuh makna.

Namun di balik kemeriahan itu, terselip catatan mengenai kondisi budaya di Sidoarjo. Warih menilai, geliat kesenian daerah belum sepenuhnya ditopang oleh gerakan yang terstruktur dan berkelanjutan.

"Budaya di Sidoarjo ini sudah menurun jauh. Tidak ada gerakan, tidak ada upaya yang signifikan," ujar Warih dengan nada serius di tengah kerumunan para penggiat seni, Minggu 26 April 2026.

Baca Juga: Bukan Sekadar Karakter, Pramuka Sidoarjo Didorong jadi Motor Swasembada Pangan

Menurutnya, kekuatan komunitas perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan, termasuk keberpihakan anggaran agar pelaku seni di Sidoarjo memiliki ruang berkembang yang lebih luas.

"Memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi dan berorganisasi. Dukungan Anggaran," Kata Warih sekaligus bermaksud memperjuangkan alokasi anggaran dari berbagai instansi pemerintah untuk mendukung kegiatan kebudayaan.

Momen tersebut juga terasa lebih hangat karena bertepatan dengan hari ulang tahun Warih. Para seniman dan warga yang hadir spontan memberikan ucapan selamat, menciptakan suasana akrab yang memperlihatkan kedekatan antara tokoh publik dan komunitas budaya di Sidoarjo. 

Baca Juga: Jejak "Koki" Tembakau Sintetis dan Langkah Polisi Membongkar Jaringan Narkoba di Sidoarjo

Apresiasi terhadap kegiatan ini turut disampaikan oleh pimpinan acara, Deki. Ia berharap keterlibatan langsung pejabat publik dapat menjadi dorongan bagi penguatan ekosistem budaya di daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan Bapak Warih. Harapan kami, kehadiran dan dukungan langsung dari beliau tidak hanya menjadi respons positif, tetapi juga mampu menjadi stimulus bagi anggota DPRD lainnya serta jajaran pemerintahan untuk lebih proaktif dan turun tangan langsung dalam melestarikan kegiatan seni budaya di Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Deki dengan semangat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Selain di Margorejo Surabaya, Pos Polisi Cito juga Dilempar Molotov

Pantauan di Pos Polisi Cito, saat ini sejumlah petugas tengah berjaga. Di dalam ruang tengah pos polisi itu, terlihat terpasang police line atau garis polisi.

Pelaku Pelemparan Molotov di Pos Polisi Margorejo Surabaya Itu Kendarai Motor

Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Pelaku diketahui mengendarai motor dan kabur ke arah Utara.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov, Begini Kesaksian Warga

Molotov yang dilempar oleh seorang pengendara motor misterius, itu disebut mengeluarkan suara ledakan meski tidak keras.

Pos Polisi Margorejo Surabaya Dilempar Molotov oleh Pemotor Misterius

Saat ini, polisi masih di lokasi kejadian untuk melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap insiden tersebut.

Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta ESI Gresik memperbanyak event kompetisi untuk menjaring sekaligus membina bibit atlet esports.

SGE 2026 Catat Transaksi Rp7,75 Miliar, UMKM Surabaya Bidik Pasar Lebih Luas

Wali Kota Eri juga menilai, SGE menjadi momentum untuk memperkenalkan produk lokal Surabaya kepada masyarakat dan wisatawan.