Selasa, 04 Agu 2026 18:34 WIB

Skandal Dugaan Penipuan Kerja oleh Camat Pakal Surabaya, Ini Fakta Lengkapnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Apr 2026 19:46 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak ada pungutan dalam proses rekrutmen tenaga kerja di lingkungan Pemkot.

Pernyataan itu merespons dugaan penipuan bermodus rekrutmen outsourcing (OS) yang menyeret nama mantan Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

Eri menyebut praktik tersebut bukan bagian dari mekanisme resmi pemerintah kota dan mengarahkannya sebagai persoalan pribadi.

Ia juga mengaku baru mengetahui kabar itu dan belum menerima laporan resmi.

“Belum. Karena yang bersangkutan sudah mengundurkan diri melalui masa persiapan pensiun (MPP), jadi saya kurang tahu. Kasus ini juga baru muncul hari ini,” jelas Eri, Selasa (21/4/2026).

Eri mengatakan bahwa status Deddy saat ini berada dalam skema MPP sejak awal tahun, sehingga tidak lagi aktif menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Bukan pensiun dini, tapi MPP. Kalau tidak diambil, biasanya tetap bekerja,” bebernya.

Terkait warga yang mengaku menjadi korban, Eri meminta agar kasus tersebut ditempuh melalui jalur hukum.

Baca Juga: Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Menurutnya, jika dugaan penipuan terbukti, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu, bukan institusi.

“Kalau benar terjadi, silakan dilaporkan. Ini masalah pribadi. Nanti dari proses hukum akan terlihat benar atau tidak,” tegas Eri.

Eri menegaskan tidak akan memberikan pendampingan khusus kepada korban karena kasus tersebut dinilai tidak berkaitan dengan tugas resmi pemerintahan.

Pendampingan hanya diberikan jika pelaku masih aktif sebagai pegawai.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Ia pun mengingatkan bahwa seluruh proses rekrutmen di lingkungan Pemkot Surabaya tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

Eri meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik serupa.

“Kalau ada pungutan mengatasnamakan pemkot, partai, atau siapa pun, tolong dilaporkan. Kalau masih terjadi, itu tanggung jawab pribadi pelakunya,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Potret Sentuhan Kemanusiaan Polisi untuk Korban KMP Mutiara Sentosa II

Pelayanan itu dilakukan agar proses evakuasi hingga penanganan pascakejadian berlangsung efektif dan seluruh korban dapat segera memperoleh pelayanan terbaik.

Kepala Basarnas Sebut Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa II Segera Ditutup

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait penumpang yang hilang, sehingga Basarnas optimis operasi pencarian dan pertolongan dapat segera dihentikan.

BPKH Salurkan Rp2,06 Triliun Nilai Manfaat Tahap I pada 5,7 Juta Jemaah Haji Tunggu

Penyaluran ini merupakan bagian dari optimalisasi manfaat dana haji yang dikelola secara berkelanjutan agar dapat dirasakan oleh seluruh jemaah.

Revitalisasi Pasar Keputran Surabaya Kini Sudah 60 Persen, Pemotongan Unggas Dipindah ke RPU

Selain itu, kawasan pasar juga akan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mendukung aktivitas perdagangan, khususnya di sektor unggas.

Korban Meninggal dalam Tragedi KMP Mutiara Sentosa II Dapat Santunan Rp125 Juta per Orang

Wamenhub Suntana menyatakan pemberian santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang menjadi korban kecelakaan angkutan umum.

Kejati Jatim Lelang Mobil, Motor hingga Tanah di Mojokerto, Berikut Tanggal Dibuka dan Syaratnya

Kajati Jatim Abdul Qohar menjamin proses lelang transparansi dan masyarakat tak kuatir lantaran semua proses menggunakan sistem elektronik yang canggih.