Senin, 07 Sep 2026 05:33 WIB

Penataan Pasar Tumpah, Gebrakan Pemkot dalam Benahi Perdagangan Tradisional di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Apr 2026 15:48 WIB
Pasar Gersikan Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Pasar Gersikan Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama PD Pasar Surya mulai menggenjot penataan pasar tumpah yang selama ini menjamur di sekitar pasar tradisional.

Pemkot ingin menarik pedagang masuk ke dalam area pasar resmi sekaligus mengakhiri praktik iuran liar di luar sistem retribusi daerah.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Langkah ini menyasar titik-titik yang kerap memicu kemacetan dan semrawut karena aktivitas jual beli di bahu jalan hingga trotoar.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Jalan Tembok Dukuh, Jalan Putat sekitar Pasar Kupang Gunung, Jalan Dr. Soetomo (Pasar Pakis), Pasar Babaan, hingga Pasar Keputran.

Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo mengatakan penataan dilakukan secara masif untuk mengembalikan fungsi jalan dan fasilitas umum yang selama ini terpakai untuk berdagang.

“Programnya adalah menarik pedagang pasar tumpah masuk ke pasar resmi. Harapannya tidak ada lagi aktivitas di pedestrian maupun badan jalan,” jelasnya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Agus, fenomena pasar tumpah bukan hanya soal ketertiban kota, tetapi juga menyangkut potensi kebocoran pendapatan daerah.

Pedagang di pasar resmi dikenai retribusi yang masuk ke kas daerah, sementara di pasar tumpah kerap muncul pungutan tidak resmi yang tidak tercatat.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Sebagai solusi, PD Pasar Surya mengklaim telah menyiapkan stan di dalam pasar untuk menampung pedagang.

Proses penempatan dilakukan melalui verifikasi bersama pihak kecamatan untuk memastikan ketersediaan ruang dan ketepatan sasaran.

“Data pedagang sudah dipilah kecamatan, lalu kami arahkan melihat stan yang tersedia. Prinsipnya, kami siapkan tempat agar mereka bisa berjualan secara legal,” beber Agus.

Di sisi lain, Pemkot juga menyiapkan pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU) di kawasan Babaan dan Wonokromo.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Fasilitas ini dirancang terpisah dari bangunan pasar utama meski masih berada dalam satu kawasan, dengan tujuan menjaga standar kebersihan dan sanitasi.

Penataan pasar tumpah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot membenahi wajah perdagangan tradisional di Surabaya.

Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada konsistensi penertiban di lapangan serta kesediaan pedagang untuk beralih ke dalam pasar resmi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.