Kamis, 22 Okt 2026 17:08 WIB

Penataan Pasar Tumpah, Gebrakan Pemkot dalam Benahi Perdagangan Tradisional di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Apr 2026 15:48 WIB
Pasar Gersikan Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).
Pasar Gersikan Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama PD Pasar Surya mulai menggenjot penataan pasar tumpah yang selama ini menjamur di sekitar pasar tradisional.

Pemkot ingin menarik pedagang masuk ke dalam area pasar resmi sekaligus mengakhiri praktik iuran liar di luar sistem retribusi daerah.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Langkah ini menyasar titik-titik yang kerap memicu kemacetan dan semrawut karena aktivitas jual beli di bahu jalan hingga trotoar.

Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain kawasan Jalan Tembok Dukuh, Jalan Putat sekitar Pasar Kupang Gunung, Jalan Dr. Soetomo (Pasar Pakis), Pasar Babaan, hingga Pasar Keputran.

Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo mengatakan penataan dilakukan secara masif untuk mengembalikan fungsi jalan dan fasilitas umum yang selama ini terpakai untuk berdagang.

“Programnya adalah menarik pedagang pasar tumpah masuk ke pasar resmi. Harapannya tidak ada lagi aktivitas di pedestrian maupun badan jalan,” jelasnya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Agus, fenomena pasar tumpah bukan hanya soal ketertiban kota, tetapi juga menyangkut potensi kebocoran pendapatan daerah.

Pedagang di pasar resmi dikenai retribusi yang masuk ke kas daerah, sementara di pasar tumpah kerap muncul pungutan tidak resmi yang tidak tercatat.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Sebagai solusi, PD Pasar Surya mengklaim telah menyiapkan stan di dalam pasar untuk menampung pedagang.

Proses penempatan dilakukan melalui verifikasi bersama pihak kecamatan untuk memastikan ketersediaan ruang dan ketepatan sasaran.

“Data pedagang sudah dipilah kecamatan, lalu kami arahkan melihat stan yang tersedia. Prinsipnya, kami siapkan tempat agar mereka bisa berjualan secara legal,” beber Agus.

Di sisi lain, Pemkot juga menyiapkan pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU) di kawasan Babaan dan Wonokromo.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Fasilitas ini dirancang terpisah dari bangunan pasar utama meski masih berada dalam satu kawasan, dengan tujuan menjaga standar kebersihan dan sanitasi.

Penataan pasar tumpah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot membenahi wajah perdagangan tradisional di Surabaya.

Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada konsistensi penertiban di lapangan serta kesediaan pedagang untuk beralih ke dalam pasar resmi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Mereka datang sekitar pukul 14.45 WIB.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.