Rabu, 04 Nov 2026 00:48 WIB

Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis, Universitas Ciputra Surabaya Resmikan 3 Prodi Baru

Universitas Ciputra Surabaya saat meresmikan tiga program studi baru. (Dok. Humas UC Surabaya).
Universitas Ciputra Surabaya saat meresmikan tiga program studi baru. (Dok. Humas UC Surabaya).

selalu.id - Universitas Ciputra (UC) Surabaya meresmikan tiga program studi (Prodi) baru. Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan mendesak tenaga kesehatan secara nasional.

Tiga program studi itu diantaranya pendidikan dokter spesialis obstetri ginekologi, bedah, serta profesi psikolog tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga: Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Wirawan Endro Dwi Radianto mengatakan bahwa sekarang kebutuhan dokter spesialis benar-benar mendesak. Pihaknya langsung bergerak cepat membuka prodi baru.

"Kami ditugaskan membuka dua spesialis dan satu profesi psikologi, dan kami merespons dengan segera,” jelasnya, Sabtu (18/4/2026).

Prof Wirawan menyebut, tiga prodi yang dibuka yakni Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), Pendidikan Dokter Spesialis Bedah, serta Pendidikan Profesi Psikolog.

Tema yang diusung adalah “Integrating Mind, Body, and Surgical Excellence” guna mengintegrasikan keilmuan medis, psikologi, dan keterampilan bedah secara komprehensif.

"Animo pendaftar sangat tinggi, bahkan melampaui kuota yang ditetapkan, sehingga kampus mempertimbangkan penambahan kapasitas. Hal ini dinilai mencerminkan besarnya kebutuhan dokter spesialis dan psikolog, terutama untuk pemerataan layanan kesehatan," katanya.

Dalam pelaksanaannya, kampus menggandeng sejumlah rumah sakit sebagai wahana pendidikan klinis, termasuk RSUD dr. Soewandhie Surabaya.

Masa studi profesi psikolog ditempuh sekitar 1,5 tahun, sedangkan pendidikan dokter spesialis berlangsung selama empat tahun.

Baca Juga: Komitmen Universitas Ciputra Surabaya: Musibah Tak Boleh Memutus Kesempatan Mahasiswa Meraih Cita-Cita

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., Fellow of Indonesian College of Surgeons (FINACS), Fellow of International College of Surgeons (FICS) menyebut kebutuhan dokter spesialis, khususnya bedah, masih belum terpenuhi.

“Produksi dokter spesialis masih kurang. Bahkan antrean operasi di rumah sakit masih panjang,” jelasnya.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, Sp.OG (K), Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (FER) menambahkan bahwa pembukaan program spesialis memerlukan persiapan kompleks, baik tenaga medis maupun fasilitas.

“Prosesnya tidak sederhana. Untuk pendidikan spesialis, pencatatan dan penanganan harus dilakukan oleh dokter spesialis. Ini menjadi tantangan tersendiri, sehingga kami menyiapkan sistem dan kolaborasi dengan rumah sakit agar kurikulum tetap berjalan,” terangnya.

Prof Hendy mengatakan bahwa ketersediaan pasien menjadi faktor penting dalam pembelajaran klinis, serta didukung fasilitas modern, termasuk teknologi operasi minimal invasif.

Baca Juga: Gelar Alumni Peduli Ojek Online, Cara IKA MM Universitas Ciputra Ringankan Beban Masyarakat

“Kami menggunakan pendekatan operasi minimal, tetapi dengan teknologi yang canggih. Semua peralatan dan fasilitas kami siapkan untuk menunjang kualitas pendidikan,” bebernya.

Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Universitas Ciputra, Dr. Stefani Virlia, M.Psi., menjelaskan kurikulum profesi psikolog kini mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2022 dengan empat latar layanan utama.

“Tahun ini profesi psikolog mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2022. Kalau dulu mahasiswa memilih satu peminatan, sekarang ada empat latar layanan yang harus ditempuh, yaitu kesehatan, pendidikan, tempat kerja, dan komunitas. Setiap latar memiliki praktik lapangan minimal 270 jam sehingga lulusan menjadi psikolog umum yang bisa menangani berbagai kasus,” katanya.

Program ini ditempuh selama tiga semester dengan fokus teori, praktikum, serta praktik lapangan di berbagai institusi seperti puskesmas, rumah sakit, lembaga pendidikan, perusahaan, hingga komunitas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gila! Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Prabowo hingga Media Sejak 2025

Nomor-nomor yang disadap dimasukan ke dalam sistem tanpa verifikasi. Pada Oktober 2026 tersangka diduga memerintahkan menghapus file penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Diduga Disadap, Ini Komentar PDIP untuk Polri

Menurut Hasto, pengungkapan kasus penyadapan ilegal harus menjadi pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik-praktik serupa.

Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Jika aktivitas perdagangan dibatasi oleh waktu yang terlalu ketat, Kaji Ipuk khawatir dapat berdampak pada kondisi komoditas yang mudah rusak.

Eks Kapolri Listyo Sigit hingga Ahrie Sonta jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

Diketahui, ketiga jenderal polisi tersebut tak tanya menyadap Presiden Prabowo Subianto, tapi juga menyadap sejumlah pejabat, politisi, media hingga LSM.

Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

Dalam momen itu, ‎Khofifah mengatakan bahwa bantuan tersebut mencakup bidang perumahan, ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Razia Toko Kelontong di Nganjuk, Petugas Sita 7.540 Batang Rokok Ilegal

David mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha agar tidak nekat terlibat dalam rantai distribusi barang ilegal tersebut.