Jumat, 05 Jun 2026 20:03 WIB

Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis, Universitas Ciputra Surabaya Resmikan 3 Prodi Baru

Universitas Ciputra Surabaya saat meresmikan tiga program studi baru. (Dok. Humas UC Surabaya).
Universitas Ciputra Surabaya saat meresmikan tiga program studi baru. (Dok. Humas UC Surabaya).

selalu.id - Universitas Ciputra (UC) Surabaya meresmikan tiga program studi (Prodi) baru. Langkah ini diambil untuk merespons kebutuhan mendesak tenaga kesehatan secara nasional.

Tiga program studi itu diantaranya pendidikan dokter spesialis obstetri ginekologi, bedah, serta profesi psikolog tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli Gandeng UC Surabaya: Edukasi Kesehatan, Siapkan Karir Generasi Muda

Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Wirawan Endro Dwi Radianto mengatakan bahwa sekarang kebutuhan dokter spesialis benar-benar mendesak. Pihaknya langsung bergerak cepat membuka prodi baru.

"Kami ditugaskan membuka dua spesialis dan satu profesi psikologi, dan kami merespons dengan segera,” jelasnya, Sabtu (18/4/2026).

Prof Wirawan menyebut, tiga prodi yang dibuka yakni Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), Pendidikan Dokter Spesialis Bedah, serta Pendidikan Profesi Psikolog.

Tema yang diusung adalah “Integrating Mind, Body, and Surgical Excellence” guna mengintegrasikan keilmuan medis, psikologi, dan keterampilan bedah secara komprehensif.

"Animo pendaftar sangat tinggi, bahkan melampaui kuota yang ditetapkan, sehingga kampus mempertimbangkan penambahan kapasitas. Hal ini dinilai mencerminkan besarnya kebutuhan dokter spesialis dan psikolog, terutama untuk pemerataan layanan kesehatan," katanya.

Dalam pelaksanaannya, kampus menggandeng sejumlah rumah sakit sebagai wahana pendidikan klinis, termasuk RSUD dr. Soewandhie Surabaya.

Masa studi profesi psikolog ditempuh sekitar 1,5 tahun, sedangkan pendidikan dokter spesialis berlangsung selama empat tahun.

Baca Juga: Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya Soroti Paradoks Digital Indonesia

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., Fellow of Indonesian College of Surgeons (FINACS), Fellow of International College of Surgeons (FICS) menyebut kebutuhan dokter spesialis, khususnya bedah, masih belum terpenuhi.

“Produksi dokter spesialis masih kurang. Bahkan antrean operasi di rumah sakit masih panjang,” jelasnya.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, Sp.OG (K), Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi (FER) menambahkan bahwa pembukaan program spesialis memerlukan persiapan kompleks, baik tenaga medis maupun fasilitas.

“Prosesnya tidak sederhana. Untuk pendidikan spesialis, pencatatan dan penanganan harus dilakukan oleh dokter spesialis. Ini menjadi tantangan tersendiri, sehingga kami menyiapkan sistem dan kolaborasi dengan rumah sakit agar kurikulum tetap berjalan,” terangnya.

Prof Hendy mengatakan bahwa ketersediaan pasien menjadi faktor penting dalam pembelajaran klinis, serta didukung fasilitas modern, termasuk teknologi operasi minimal invasif.

Baca Juga: UC Fair dan UC Play 2026, Gebrakan Universitas Ciputra Surabaya Ciptakan Entrepreneur Muda

“Kami menggunakan pendekatan operasi minimal, tetapi dengan teknologi yang canggih. Semua peralatan dan fasilitas kami siapkan untuk menunjang kualitas pendidikan,” bebernya.

Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Universitas Ciputra, Dr. Stefani Virlia, M.Psi., menjelaskan kurikulum profesi psikolog kini mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2022 dengan empat latar layanan utama.

“Tahun ini profesi psikolog mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2022. Kalau dulu mahasiswa memilih satu peminatan, sekarang ada empat latar layanan yang harus ditempuh, yaitu kesehatan, pendidikan, tempat kerja, dan komunitas. Setiap latar memiliki praktik lapangan minimal 270 jam sehingga lulusan menjadi psikolog umum yang bisa menangani berbagai kasus,” katanya.

Program ini ditempuh selama tiga semester dengan fokus teori, praktikum, serta praktik lapangan di berbagai institusi seperti puskesmas, rumah sakit, lembaga pendidikan, perusahaan, hingga komunitas.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.