Rabu, 22 Jul 2026 04:11 WIB

Proyek Bozem Simohilir Surabaya Bikin Sengsara Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Apr 2026 20:08 WIB
Proyek Bozem Simohilir Surabaya. (Dok. Istimewa).
Proyek Bozem Simohilir Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, Josiah Michael menyoroti perluasan Bozem Simohilir. Ia mendesak Pemkot agar proyek itu dihentikan.

Josiah menilai proyek yang digarap Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) berpotensi merugikan warga karena diduga tidak didukung kajian komprehensif.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Ia menemukan indikasi kuat bahwa proyek perluasan Bozem Simohilir tidak dilandasi feasibility study (FS) yang memadai.

Perluasan tersebut terkesan hanya bertumpu pada status kepemilikan lahan oleh Pemerintah Kota Surabaya, khususnya tanah Surat Ijo atau Izin Pemakaian Tanah (IPT) yang saat ini ditempati warga.

“Pendekatan seperti ini berbahaya, karena mengabaikan aspek sosial, ekonomi, dan rasa keadilan masyarakat,” tegas Josiah, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan warga penghuni lahan IPT tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka memperoleh hak menempati lahan dengan biaya, sehingga memiliki kepentingan yang harus dilindungi.

Fraksi PSI juga mencatat dampak proyek ini cukup besar. Sedikitnya hampir 200 unit rumah berpotensi terdampak jika perluasan tetap dijalankan.

“Ini bukan angka kecil. Ini menyangkut kehidupan dan keberlangsungan ekonomi warga,” jelas anggota Komisi C DPRD Surabaya ini.

Selain itu, Josiah mempertanyakan dasar pengambilan keputusan proyek tersebut jika benar tidak berbasis kajian teknis yang matang. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar urusan infrastruktur, melainkan menyangkut nasib masyarakat.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Di sisi lain, Josiah juga menyoroti penyebab banjir di kawasan Simohilir yang dinilai tidak sepenuhnya berasal dari faktor permukiman warga.

Menurutnya, ada indikasi persoalan muncul akibat kurang optimalnya pemeliharaan infrastruktur oleh DSDABM.

Kondisi Bozem Simohilir sebelumnya disebut mengalami pendangkalan serta dipenuhi enceng gondok.

Selain itu, sistem drainase, termasuk box culvert di wilayah hilir, dinilai perlu dievaluasi, terutama terkait pembersihan dan sedimentasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Dulu saat awal dibangun, infrastruktur ini efektif mengurangi banjir. Artinya, perlu dilihat apakah pemeliharaannya sudah maksimal atau belum,” jelasnya.

Atas temuan tersebut, Fraksi PSI DPRD Surabaya meminta agar proyek perluasan Bozem Simohilir dihentikan sementara.

Evaluasi menyeluruh berbasis kajian teknis objektif dan mempertimbangkan aspek sosial masyarakat dinilai menjadi langkah mendesak.

“Kami di DPRD akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret yang benar-benar melindungi kepentingan warga,” pungkas Josiah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.