Senin, 02 Nov 2026 19:13 WIB

Licinnya Aksi Ki Bedil dalam Bisnis Senpi Ilegal: 20 Tahun Tak Terendus, Untung Ratusan Juta

selalu.id - Kualitas produk senjata api (senpi) ilegal karya TS alias Ki Bedil membuat harga jual bisa mencapai Rp20 juta. 

Ki Bedil dikenal sebagai sosok yang licin, mungkin karena pengalaman panjang di dunia jual beli senpi ilegal.

Baca Juga: Usut Dugaan Penyerobotan Lahan 13 Tahun di Pasuruan, Bareskrim Temukan Bukti Khusus

"Saudara TS alias Ki Bedil ini cukup licin dan lihai. Selama ini dia bergerak di bawah bayang-bayang dan baru pertama kali tertangkap setelah 20 tahun dia beroperasi," kata Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Arsya Khadafi, Selasa (14/4/2026).

Arsya menjelaskan, Ki Bedil punya mekanisme sendiri saat menjual senpi ilegal. Pembeli tak bisa bertemu langsung dengannya.

Ki Bedil menjual senpi ilegal melalui perantara atau broker, namanya Asep Saepudin alias AS, laki-laki berusia 41 tahun.

AS memasarkan senjata-senjata tersebut melalui media sosial (medsos). Setelah kesepakatan harga tercapai dan pembayaran diterima, barang akan dikirimkan ke alamat yang telah ditentukan pembeli.

Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 3.394 Burung di Sidoarjo, Dua WNA Vietnam Diamankan

"Modusnya, saat barang dipesan dan pembayaran diterima, barang dikirimkan di alamat yang ditentukan pembeli. Kami mengamankan satu buah pistol kaliber 22 beserta peluru dan satu buah senapan setengah jadi dari tangan AS," sebut Arsya.

Sebelum Ki Bedil berhasil diringkus, polisi sempat menggencarkan penindakan terhadap para perajin dan penjual senpi ilegal di wilayah Cipacing, Jabar, beberapa waktu lalu. 

Saat itu Ki Bedil tak tertangkap. Dia sempat menghilang dan beroperasi di bawah tanah dalam menjalankan bisnis gelap jual beli senpi ilegal. 

Baca Juga: Lima Pelaku Ganjal ATM Dibekuk, Beraksi di Banyuwangi hingga Merak

Sejak saat itu, Ki Bedil menjalankan bisnis dengan sangat tertutup.

"Pada saat itu, pernah ada proses penegakan hukum di wilayah Cipacing untuk senjata api ilegal. Kemudian, saudara TS ini menghilang dan kemudian dia bekerja sendiri dengan sangat hati-hati dan berdasarkan pesanan dari orang yang hanya dia percayai," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.

48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

Tujuannya sederhana menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

Melalui langkah ini, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menambah ketersediaan stok pasar jelang Natal dan Tahun Baru.

Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Dewi mengaku kaget saat mengetahui motornya raib. Motor itu merupakan satu-satunya kendaraan untuk berangkat kerja.