Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 02 Nov 2026 16:43 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memacu gerakan menanam cabai di lingkungan rumah guna mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan jelang akhir tahun.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkot mengajak masyarakat, kelompok tani, hingga komunitas urban farming untuk memanfaatkan lahan terbatas guna memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.
Baca Juga: Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!
Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa pembagian bibit cabai telah dimaksimalkan sejak akhir Agustus hingga awal September 2026.
Gerakan ini juga makin masif lewat gelaran Surabaya Urban Farming Competition di tingkat kampung.
“Harapannya, pada Desember nanti sudah ada hasil panen dari masyarakat maupun kelompok-kelompok yang mengikuti kegiatan ini. Dengan begitu, hasil panennya bisa ikut menambah pasokan cabai di pasaran sehingga membantu menekan harga,” terang Nanik, Senin (2/11/2026).
Menanam cabai, tidak menuntut pekarangan luas. Warga bisa memanfaatkan media pot maupun polybag di area sekitar hunian.
Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT
Tak hanya mendorong kemandirian warga, DKPP Surabaya juga menggarap lahan skala produktif di Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan. Di kawasan tersebut, sebanyak 4.100 bibit cabai ditanam menggunakan 2.050 polybag.
Panen cabai di Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Guna memaksimalkan hasil, Pemkot menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menerapkan teknologi budidaya modern agar tanaman lebih tahan hama dan hasil panen tidak cepat busuk.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember
“Di Jambangan kami menanam 4.100 bibit cabai dalam 2.050 polybag. Kami juga bekerja sama dengan ITS untuk mengembangkan teknologi penanaman yang diharapkan bisa menghasilkan tanaman lebih kuat terhadap hama dan hasil panennya tidak cepat busuk. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan,” jelasnya.
Melalui langkah terpadu ini, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menambah ketersediaan stok pasar jelang momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.
“Mari masyarakat, khususnya ibu-ibu, mulai memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam tanaman yang bermanfaat. Tidak harus punya pekarangan luas, lahan sempit pun bisa dimanfaatkan. Dengan menanam cabai sendiri, setidaknya kebutuhan rumah tangga bisa terbantu ketika harga pasar sedang tinggi,” kata Nanik.
Editor : Zein Muhammad