Senin, 02 Nov 2026 17:54 WIB

Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Nov 2026 16:43 WIB
Gerakan menanam cabai di Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).
Gerakan menanam cabai di Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memacu gerakan menanam cabai di lingkungan rumah guna mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan jelang akhir tahun.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkot mengajak masyarakat, kelompok tani, hingga komunitas urban farming untuk memanfaatkan lahan terbatas guna memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Baca Juga: Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan bahwa pembagian bibit cabai telah dimaksimalkan sejak akhir Agustus hingga awal September 2026.

Gerakan ini juga makin masif lewat gelaran Surabaya Urban Farming Competition di tingkat kampung.

“Harapannya, pada Desember nanti sudah ada hasil panen dari masyarakat maupun kelompok-kelompok yang mengikuti kegiatan ini. Dengan begitu, hasil panennya bisa ikut menambah pasokan cabai di pasaran sehingga membantu menekan harga,” terang Nanik, Senin (2/11/2026).

Menanam cabai, tidak menuntut pekarangan luas. Warga bisa memanfaatkan media pot maupun polybag di area sekitar hunian.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Tak hanya mendorong kemandirian warga, DKPP Surabaya juga menggarap lahan skala produktif di Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan. Di kawasan tersebut, sebanyak 4.100 bibit cabai ditanam menggunakan 2.050 polybag.

Panen cabai di Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).Panen cabai di Surabaya. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

Guna memaksimalkan hasil, Pemkot menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menerapkan teknologi budidaya modern agar tanaman lebih tahan hama dan hasil panen tidak cepat busuk.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

“Di Jambangan kami menanam 4.100 bibit cabai dalam 2.050 polybag. Kami juga bekerja sama dengan ITS untuk mengembangkan teknologi penanaman yang diharapkan bisa menghasilkan tanaman lebih kuat terhadap hama dan hasil panennya tidak cepat busuk. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan,” jelasnya.

Melalui langkah terpadu ini, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menambah ketersediaan stok pasar jelang momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

“Mari masyarakat, khususnya ibu-ibu, mulai memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam tanaman yang bermanfaat. Tidak harus punya pekarangan luas, lahan sempit pun bisa dimanfaatkan. Dengan menanam cabai sendiri, setidaknya kebutuhan rumah tangga bisa terbantu ketika harga pasar sedang tinggi,” kata Nanik.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.

48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

Tujuannya sederhana menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi pencari kerja.

Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Dewi mengaku kaget saat mengetahui motornya raib. Motor itu merupakan satu-satunya kendaraan untuk berangkat kerja.

Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pembelian Seragam Dinas di 4 OPD Gunakan APBD 2027

Empat OPD tersebut memiliki mobilitas tinggi karena personelnya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Subandi menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.