Kamis, 03 Sep 2026 15:37 WIB

HUT Ke-52 PPNI Jember, Gus Fawait Dorong Perawat Perkuat Layanan Kesehatan dan Peluang Karir

Bupati Jember saat foto bersama perawat sekabupaten jember, sabtu  11/4/2026 (foto: Nurul/ selalu id)
Bupati Jember saat foto bersama perawat sekabupaten jember, sabtu 11/4/2026 (foto: Nurul/ selalu id)

selalu.id - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Jember berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Kegiatan yang dirangkai dengan halal bihalal ini digelar di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu (11/4/2026).

Bupati Jember, Gus Fawait, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh perawat yang tergabung dalam PPNI. Ia menegaskan pentingnya peran organisasi profesi dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di daerah.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

“Saya mengucapkan selamat Hari Jadi PPNI Jember. Pemerintah Kabupaten Jember ingin merangkul seluruh elemen tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, hingga tenaga lainnya,” ujarnya.

Gus Fawait menyoroti bahwa di era kepemimpinannya, peluang karir bagi tenaga kesehatan semakin terbuka. Ia menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah Kabupaten Jember, perawat diberi kesempatan menduduki jabatan strategis sebagai kepala puskesmas.

“Ini menjadi bukti bahwa kami membuka ruang seluas-luasnya bagi tenaga kesehatan untuk berkembang. Tidak hanya sebagai perawat, tetapi juga bisa menjadi pemimpin, selama memiliki kinerja yang baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh tenaga kesehatan di Jember dapat bekerja secara kompak dan bersinergi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Dengan kolaborasi yang kuat, ia optimistis sektor kesehatan Jember akan semakin maju," jelas mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah yang membutuhkan dukungan penuh dari PPNI. Di antaranya program Universal Health Coverage (UHC), penanganan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), penurunan stunting, serta rencana peluncuran layanan home care bagi masyarakat kurang mampu.

“Bulan depan kami akan meluncurkan program home care sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung potensi pengembangan wisata medis di Jember, mengikuti tren di negara maju. Menurutnya, hal ini dapat menjadi peluang besar apabila didukung oleh kualitas layanan kesehatan yang mumpuni.

Baca Juga: Cerita Manis Riezda Indo Dairy, Berdayakan Warga Lokal Lewat Peternakan Sapi Perah

“Ke depan, kita ingin Jember tidak hanya berkembang dari sisi pariwisata, tetapi juga wisata medis,” tambahnya.

Gus Fawait memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember akan terus memberikan perlindungan dan dukungan kepada tenaga kesehatan, termasuk perawat. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui peningkatan kesejahteraan dan jenjang karier.

Melalui momentum HUT ke-52 PPNI yang dirangkai dengan halal bihalal ini, diharapkan semakin memperkuat solidaritas antar tenaga kesehatan sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan demi terwujudnya Jember Baru, Jember Maju.(ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.