Minggu, 07 Jun 2026 00:25 WIB

Mama Evi, dari Dunia Basket, Pengagum Jokowi, Hingga Pimpin PSI Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 11 Apr 2026 14:01 WIB
Ketua DPD PSI Surabaya, Grace Evi Ekawati. (Dok. Istimewa)
Ketua DPD PSI Surabaya, Grace Evi Ekawati. (Dok. Istimewa)

selalu.id – Nama Grace Evi Ekawati belakangan mencuat sebagai figur baru di panggung politik Kota Surabaya. Ia terpilih sebagai Ketua DPD PSI Surabaya.

Perempuan kelahiran Tulungagung, 10 Januari 1970 ini menapaki jalur yang tak biasa, bermula dari dunia olahraga hingga bisa memimpin partai politik.

Baca Juga: Kaesang Merinding Lihat PSI Jatim Usai Uji Kinerja Ketua Wilayah

Sebelum terjun ke politik, Evi dikenal aktif di dunia bola basket. Ia mengaku awalnya tidak memiliki latar belakang sebagai pemain. Keterlibatannya justru berawal dari keinginan sang anak.

“Awalnya saya bukan orang yang ngerti basket, bahkan bukan pemain. Tapi karena anak saya ingin basket, saya support. Dari situ, karena ketulusan dan kepedulian, akhirnya saya dipercaya memimpin. Meski sempat diragukan, tapi kami bisa buktikan dengan prestasi,” ujarnya, saat ditemui selalu.id, Jumat (10/4/2026).

Kariernya di organisasi olahraga terus menanjak. Ia dipercaya memimpin PERBASI Surabaya, kemudian menjabat Ketua Umum PERBASI Jawa Timur. Saat ini, ia memasuki periode kedua (2025–2029) dengan fokus pada pembinaan atlet muda.

“Kami fokus pembinaan. Bikin ring gratis, bagi bola, turun ke daerah, motivasi anak-anak supaya punya aktivitas positif dan tidak terjerumus hal negatif. Saya percaya bibit atlet itu ada di mana-mana,” katanya.

Meski aktif di organisasi, wanita yang akrab disapa Mama Evi itu sempat menolak dunia politik. Ia menilai politik identik dengan konflik dan persaingan tidak sehat.

“Dulu saya berpikir politik itu keras, saling sikut, tidak ada teman. Jadi waktu ditawari, saya bilang tidak karena merasa itu bukan dunia saya,” ungkapnya.

Pandangan itu berubah setelah mendapat dorongan dari keluarga. Ia mulai melihat politik sebagai sarana memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Keluarga saya bilang, kalau hati saya memang ingin membantu banyak orang, politik justru bisa jadi jalan yang lebih luas. Dari situ saya mulai berpikir dan akhirnya menerima,” ujarnya.

Evi mengungkapkan, dirinya sempat dilirik sejumlah partai politik sebelum akhirnya memilih Partai Solidaritas Indonesia. Keputusan tersebut diambil karena kesesuaian nilai yang ia rasakan setelah bergabung.

“Awalnya saya tidak benar-benar memahami partai. Saya bahkan tidak tahu istilah-istilah seperti DPC, DPD, atau dapil. Tapi setelah masuk, saya baru tahu ternyata partai ini cocok dengan saya, sangat nasional, terbuka, dan toleransinya tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengaku mengagumi sosok Joko Widodo, yang dinilainya membawa dampak besar bagi pembangunan, termasuk di Jawa Timur.

“Saya ini pengagum Pak Jokowi. Saya merasakan langsung manfaat pembangunan, seperti jalan tol. Ketika tahu PSI ada kaitannya dengan anak beliau, saya merasa senang dan hormat. Dari situ saya semakin mantap,” ujarnya.

Baca Juga: Wawali Madiun Bagus Panuntun Pimpin PSI Jatim, Siap Bertarung di Pemilu 2029

Setelah dipercaya sebagai Ketua DPD PSI Surabaya, Mama Evi mengaku langsung bergerak bahkan sebelum pelantikan resmi pada Februari 2026. Ia mulai menjalankan berbagai program sosial dan penguatan struktur partai.

“Begitu dapat SK, meskipun masih soft copy, saya langsung jalan. Ada warga butuh ambulans, saya beli ambulans. Butuh tempat, saya sewa kantor di tengah kota supaya mudah dijangkau,” ujarnya.

Ia juga aktif menggelar safari Ramadan, membangun struktur hingga tingkat bawah, serta terlibat langsung dalam kegiatan sosial di masyarakat.

“Buat saya, partai harus hadir nyata, bukan hanya saat pemilu,” tegasnya.

Bagi Mama Evi, politik bukan sekadar soal jabatan, melainkan sarana untuk membantu lebih banyak orang. Ia mengaku kerap menemukan berbagai persoalan masyarakat secara langsung.

“Kadang ada yang tidak punya BPJS, butuh kursi roda, atau ada musibah. Kita bantu semampunya. Bahkan saya pernah ikut bantu warga yang rumahnya kena pohon tumbang,” katanya.

Di luar politik, Mama Evi diketahui memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia pernah menjalankan berbagai lini bisnis, mulai dari layanan fisioterapi, hotel, kantor akuntan publik, hingga firma hukum. Namun kini, seluruh bisnis tersebut telah diserahkan kepada anak-anaknya.

Baca Juga: Kaesang Dijadwalkan Hadiri Rakorwil PSI Jatim, Naik Kereta dari Solo ke Gubeng

“Saya sudah lepas semua. Sekarang bisnis dipegang anak-anak,” ujarnya.

Keputusan itu diambil agar ia dapat fokus pada aktivitas sosial, organisasi, dan politik.

Lebih lanjut, Evi menyampaikan pesan dan mendorong perempuan dan generasi muda untuk berani tampil, termasuk terjun ke dunia politik.

“Perempuan itu punya potensi besar karena multitasking. Tinggal berani atau tidak untuk berkembang,” katanya.

Ia pun mengajak anak muda untuk tidak ragu masuk politik.

“Jangan ragu masuk politik. Saya dulu juga menolak, tapi ternyata kalau dijalani dengan niat baik, politik itu bisa jadi jalan untuk membantu lebih banyak orang,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lewat Pro Gus'e Update, Bupati Fawait Beber Rp312 Miliar Dukungan Pertanian untuk Jember

"Kami ingin masyarakat mengetahui apa yang sedang dan telah dikerjakan pemerintah," ujar Bupati Jember Muhammad Fawait.

Kakak Thomas Ungkap Kronologi Pengeroyokan yang Diduga Dipicu Perselisihan Sandal Crocs

Menurut Hana, persoalan muncul karena pelaku menganggap sandal pengganti yang diberikan korban tidak setara dengan sandal yang hilang.

Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Khofifah Ajak Tanam Pohon dan Kelola Sampah

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.125 peserta itu dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara daring dengan kegiatan nasional.

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.