Jumat, 04 Sep 2026 16:34 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Waspadai Permainan Oknum di Tengah Harga Plastik Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Apr 2026 12:46 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksano. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksano. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono menyoroti kenaikan harga plastik yang disebut mencapai 60 persen di Kota Pahlawan.

Ia mengingatkan pemerintah kota segera turun tangan untuk memastikan kenaikan tersebut agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu melalui praktik penimbunan dan permainan harga.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Politisi yang akrab disapa Buleks ini menilai, isu kenaikan harga bahan kebutuhan seperti plastik sangat rentan memicu kepanikan di masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang bergantung pada kemasan.

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan besar secara tidak wajar.

“Jangan sampai isu kenaikan ini membuat masyarakat panik, lalu dimanfaatkan oleh oknum untuk menahan barang dan menjual saat harga tinggi,” jelasnya kepada selalu.id Jumat (10/3/2026).

Menurut Buleks, pemerintah harus cepat melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan apakah kenaikan tersebut murni karena faktor produksi atau ada indikasi gangguan distribusi.

Pengawasan perlu dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk distributor dan pengecer.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Ia mencontohkan, dalam rantai distribusi kerap terjadi selisih harga kecil di tiap level.

Namun jika dikumpulkan dalam skala besar, selisih tersebut bisa menjadi keuntungan signifikan yang merugikan masyarakat.

“Selisih Rp1.000 sampai Rp3.000 mungkin terlihat kecil, tapi kalau volumenya besar, nilainya bisa fantastis. Ini yang harus diawasi,” tegasnya.

Buleks juga menyinggung beragam jenis plastik di pasaran, seperti berbahan HDPE dan PE, yang memiliki perbedaan harga tergantung kualitas.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Kondisi ini, juga perlu dijelaskan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman seolah semua jenis plastik mengalami kenaikan yang sama.

Ketua Fraksi PDIP Surabaya ini pun meminta dinas terkait di lingkungan Pemkot Surabaya untuk aktif melakukan pengawasan serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meredam potensi kepanikan.

“Pemerintah harus hadir, baik dengan sosialisasi maupun tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran. Jangan sampai isu yang belum tentu benar justru berkembang dan membuat situasi tidak kondusif,” pungkas Buleks.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.