Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Waspadai Permainan Oknum di Tengah Harga Plastik Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Apr 2026 12:46 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksano. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksano. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono menyoroti kenaikan harga plastik yang disebut mencapai 60 persen di Kota Pahlawan.

Ia mengingatkan pemerintah kota segera turun tangan untuk memastikan kenaikan tersebut agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu melalui praktik penimbunan dan permainan harga.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Politisi yang akrab disapa Buleks ini menilai, isu kenaikan harga bahan kebutuhan seperti plastik sangat rentan memicu kepanikan di masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang bergantung pada kemasan.

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan besar secara tidak wajar.

“Jangan sampai isu kenaikan ini membuat masyarakat panik, lalu dimanfaatkan oleh oknum untuk menahan barang dan menjual saat harga tinggi,” jelasnya kepada selalu.id Jumat (10/3/2026).

Menurut Buleks, pemerintah harus cepat melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan apakah kenaikan tersebut murni karena faktor produksi atau ada indikasi gangguan distribusi.

Pengawasan perlu dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk distributor dan pengecer.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Ia mencontohkan, dalam rantai distribusi kerap terjadi selisih harga kecil di tiap level.

Namun jika dikumpulkan dalam skala besar, selisih tersebut bisa menjadi keuntungan signifikan yang merugikan masyarakat.

“Selisih Rp1.000 sampai Rp3.000 mungkin terlihat kecil, tapi kalau volumenya besar, nilainya bisa fantastis. Ini yang harus diawasi,” tegasnya.

Buleks juga menyinggung beragam jenis plastik di pasaran, seperti berbahan HDPE dan PE, yang memiliki perbedaan harga tergantung kualitas.

Baca Juga: Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis

Kondisi ini, juga perlu dijelaskan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman seolah semua jenis plastik mengalami kenaikan yang sama.

Ketua Fraksi PDIP Surabaya ini pun meminta dinas terkait di lingkungan Pemkot Surabaya untuk aktif melakukan pengawasan serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meredam potensi kepanikan.

“Pemerintah harus hadir, baik dengan sosialisasi maupun tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran. Jangan sampai isu yang belum tentu benar justru berkembang dan membuat situasi tidak kondusif,” pungkas Buleks.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.