Jumat, 04 Sep 2026 16:15 WIB

Wali Kota Mojokerto Perkuat Sinergi KKMP dengan SPPG Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan Tingkat Bawah

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sosialisasi. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sosialisasi. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong penguatan sinergi antara Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan tingkat kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto saat sosialisasi bertajuk “Wujudkan Kesejahteraan Bersama, Memahami Peran dan Manfaat KKMP” di Kelurahan Gedongan, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Ning Ita menyampaikan agar KKMP tidak hanya berfokus pada kebutuhan sembako, tetapi juga mulai menjalin kemitraan strategis, termasuk dengan SPPG.

Melalui kerja sama tersebut, koperasi dapat mengambil peran dalam rantai pasok kebutuhan pangan dalam skala besar.

“SPPG ini kebutuhannya sangat besar. Kalau satu dapur melayani 2.000 porsi per hari, dengan belanja Rp8.000 per porsi, berarti SPPG mengeluarkan Rp160 juta per hari untuk belanja bahan makanan. Kalau KKMP bisa mengambil 10–15 persen saja, itu sudah menjadi peluang omzet yang sangat besar,” jelasnya.

Ning Ita menegaskan bahwa sinergi antara KKMP dan SPPG merupakan bagian dari amanah pemerintah pusat dalam membangun ekosistem ekonomi sirkuler, di mana perputaran ekonomi terjadi di wilayah yang sama dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Untuk itu, ia meminta camat dan lurah untuk memfasilitasi kerja sama antar lembaga, termasuk pembagian peran antar KKMP agar seluruh wilayah dapat merasakan manfaat secara merata.

“Tujuan utama program ini adalah membangun ekonomi kerakyatan yang kuat. Koperasi harus menjadi penggerak utama, bukan hanya ramai di awal, tetapi berkelanjutan dan terus berkembang,” tegasnya.

Ning Ita menambahkan bahwa koperasi tidak lagi bergantung pada besarnya fisik usaha, melainkan pada kemampuan memanfaatkan sistem dan teknologi.

Baca Juga: Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Ia mencontohkan berbagai perusahaan berbasis digital yang mampu meraih omzet besar tanpa harus memiliki aset fisik yang besar.

“Urat nadi koperasi itu bukan dari besar kecilnya gerai, tapi bagaimana sistemnya berjalan. Hari ini, dengan teknologi dan sistem perdagangan online, peluang meraih keuntungan terbuka lebar,” katanya.

Ning Ita juga mengapresiasi perkembangan KKMP Gedongan yang menunjukkan peningkatan omzet signifikan.

Jika pada tahun 2025 omzet masih berada di angka Rp8 juta dalam beberapa bulan, kini dalam tiga bulan pertama sudah mencapai Rp24 juta.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Menurutnya, peningkatan tersebut perlu terus didorong dengan memperluas partisipasi masyarakat, baik sebagai anggota koperasi maupun sebagai konsumen.

Ning Ita juga menekankan pentingnya menjaga harga tetap kompetitif agar mampu bersaing dengan toko modern.

Di akhir arahannya, Ning Ita membuka ruang dialog dengan peserta sosialisasi guna menggali potensi lain yang dapat dikembangkan di Kelurahan Gedongan, khususnya dalam mendukung UMKM dan memperkuat unit usaha koperasi.

Melalui sinergi yang terbangun, Pemerintah Kota Mojokerto berharap ekonomi sirkuler di tingkat kelurahan dapat berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.