Wali Kota Mojokerto Perkuat Sinergi KKMP dengan SPPG Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan Tingkat Bawah
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Kamis, 09 Apr 2026 18:51 WIB
selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong penguatan sinergi antara Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan tingkat kelurahan.
Hal tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto saat sosialisasi bertajuk “Wujudkan Kesejahteraan Bersama, Memahami Peran dan Manfaat KKMP” di Kelurahan Gedongan, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit
Ning Ita menyampaikan agar KKMP tidak hanya berfokus pada kebutuhan sembako, tetapi juga mulai menjalin kemitraan strategis, termasuk dengan SPPG.
Melalui kerja sama tersebut, koperasi dapat mengambil peran dalam rantai pasok kebutuhan pangan dalam skala besar.
“SPPG ini kebutuhannya sangat besar. Kalau satu dapur melayani 2.000 porsi per hari, dengan belanja Rp8.000 per porsi, berarti SPPG mengeluarkan Rp160 juta per hari untuk belanja bahan makanan. Kalau KKMP bisa mengambil 10–15 persen saja, itu sudah menjadi peluang omzet yang sangat besar,” jelasnya.
Ning Ita menegaskan bahwa sinergi antara KKMP dan SPPG merupakan bagian dari amanah pemerintah pusat dalam membangun ekosistem ekonomi sirkuler, di mana perputaran ekonomi terjadi di wilayah yang sama dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Untuk itu, ia meminta camat dan lurah untuk memfasilitasi kerja sama antar lembaga, termasuk pembagian peran antar KKMP agar seluruh wilayah dapat merasakan manfaat secara merata.
“Tujuan utama program ini adalah membangun ekonomi kerakyatan yang kuat. Koperasi harus menjadi penggerak utama, bukan hanya ramai di awal, tetapi berkelanjutan dan terus berkembang,” tegasnya.
Ning Ita menambahkan bahwa koperasi tidak lagi bergantung pada besarnya fisik usaha, melainkan pada kemampuan memanfaatkan sistem dan teknologi.
Baca Juga: Pria yang Sering Curi Motor di Mojokerto Ditangkap, Ini Tampangnya
Ia mencontohkan berbagai perusahaan berbasis digital yang mampu meraih omzet besar tanpa harus memiliki aset fisik yang besar.
“Urat nadi koperasi itu bukan dari besar kecilnya gerai, tapi bagaimana sistemnya berjalan. Hari ini, dengan teknologi dan sistem perdagangan online, peluang meraih keuntungan terbuka lebar,” katanya.
Ning Ita juga mengapresiasi perkembangan KKMP Gedongan yang menunjukkan peningkatan omzet signifikan.
Jika pada tahun 2025 omzet masih berada di angka Rp8 juta dalam beberapa bulan, kini dalam tiga bulan pertama sudah mencapai Rp24 juta.
Baca Juga: Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG
Menurutnya, peningkatan tersebut perlu terus didorong dengan memperluas partisipasi masyarakat, baik sebagai anggota koperasi maupun sebagai konsumen.
Ning Ita juga menekankan pentingnya menjaga harga tetap kompetitif agar mampu bersaing dengan toko modern.
Di akhir arahannya, Ning Ita membuka ruang dialog dengan peserta sosialisasi guna menggali potensi lain yang dapat dikembangkan di Kelurahan Gedongan, khususnya dalam mendukung UMKM dan memperkuat unit usaha koperasi.
Melalui sinergi yang terbangun, Pemerintah Kota Mojokerto berharap ekonomi sirkuler di tingkat kelurahan dapat berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Editor : Zein Muhammad