Senin, 19 Okt 2026 23:18 WIB

Wali Kota Mojokerto Perkuat Sinergi KKMP dengan SPPG Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan Tingkat Bawah

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sosialisasi. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sosialisasi. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong penguatan sinergi antara Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan tingkat kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto saat sosialisasi bertajuk “Wujudkan Kesejahteraan Bersama, Memahami Peran dan Manfaat KKMP” di Kelurahan Gedongan, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: 5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Ning Ita menyampaikan agar KKMP tidak hanya berfokus pada kebutuhan sembako, tetapi juga mulai menjalin kemitraan strategis, termasuk dengan SPPG.

Melalui kerja sama tersebut, koperasi dapat mengambil peran dalam rantai pasok kebutuhan pangan dalam skala besar.

“SPPG ini kebutuhannya sangat besar. Kalau satu dapur melayani 2.000 porsi per hari, dengan belanja Rp8.000 per porsi, berarti SPPG mengeluarkan Rp160 juta per hari untuk belanja bahan makanan. Kalau KKMP bisa mengambil 10–15 persen saja, itu sudah menjadi peluang omzet yang sangat besar,” jelasnya.

Ning Ita menegaskan bahwa sinergi antara KKMP dan SPPG merupakan bagian dari amanah pemerintah pusat dalam membangun ekosistem ekonomi sirkuler, di mana perputaran ekonomi terjadi di wilayah yang sama dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Untuk itu, ia meminta camat dan lurah untuk memfasilitasi kerja sama antar lembaga, termasuk pembagian peran antar KKMP agar seluruh wilayah dapat merasakan manfaat secara merata.

“Tujuan utama program ini adalah membangun ekonomi kerakyatan yang kuat. Koperasi harus menjadi penggerak utama, bukan hanya ramai di awal, tetapi berkelanjutan dan terus berkembang,” tegasnya.

Ning Ita menambahkan bahwa koperasi tidak lagi bergantung pada besarnya fisik usaha, melainkan pada kemampuan memanfaatkan sistem dan teknologi.

Baca Juga: Green Action, Pemuda Kota Mojokerto Tanam Pohon di Taman Bahari Mojopahit

Ia mencontohkan berbagai perusahaan berbasis digital yang mampu meraih omzet besar tanpa harus memiliki aset fisik yang besar.

“Urat nadi koperasi itu bukan dari besar kecilnya gerai, tapi bagaimana sistemnya berjalan. Hari ini, dengan teknologi dan sistem perdagangan online, peluang meraih keuntungan terbuka lebar,” katanya.

Ning Ita juga mengapresiasi perkembangan KKMP Gedongan yang menunjukkan peningkatan omzet signifikan.

Jika pada tahun 2025 omzet masih berada di angka Rp8 juta dalam beberapa bulan, kini dalam tiga bulan pertama sudah mencapai Rp24 juta.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Mojokerto yang Cocok Buat Healing dan Bikin Betah

Menurutnya, peningkatan tersebut perlu terus didorong dengan memperluas partisipasi masyarakat, baik sebagai anggota koperasi maupun sebagai konsumen.

Ning Ita juga menekankan pentingnya menjaga harga tetap kompetitif agar mampu bersaing dengan toko modern.

Di akhir arahannya, Ning Ita membuka ruang dialog dengan peserta sosialisasi guna menggali potensi lain yang dapat dikembangkan di Kelurahan Gedongan, khususnya dalam mendukung UMKM dan memperkuat unit usaha koperasi.

Melalui sinergi yang terbangun, Pemerintah Kota Mojokerto berharap ekonomi sirkuler di tingkat kelurahan dapat berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).